Oleh Depri Ajopan Aku tidak boleh terus berlarut-larut dalam kesedihan yang membakar dada ini. Masih banyak yang harus kuselesaikan. Tugas-tugasku sebagai seorang novelis menumpuk, dan masih…
Browsing: cerpen populer
Oleh: Ramli Q.Z. Entah darimana Martolob mendapatkan ajian sesakti itu sehingga ia mampu menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Dia hanya cukup komat-kamitkan mulut, mengusap bagian…
Ibuku bilang, aku seperti mayat hidup yang memiliki otak cemerlang. Tubuh kurus tak bergizi karena tak suka makan ikan, dan rambut tipis kusam karena tak dilulur…
Seperti malam-malam lainnya, lebih tepatnya dini hari, pada pukul tiga. Aku akan menyibakkan selimut tebalku dan segera beranjak menuju pintu. Kadang yang kurasakan adalah udara dingin…
Mak Ngah minggat, usai beradu mulut dengan ibu kandungnya sendiri. Sesungguhnya, hanya perihal yang amat sepele, yakni kapan perempuan berumur tiga puluh dua tahun itu menjadi…
Mungkin keluargamu yang jauh sedang memperbincangkanmu. Atau mungkin genk putih abu-abumu sedang bergosip, karena kau tak pernah datang saat reunian lebih dari lima tahun. Sejak kemarin…
Pagi menjelang siang di bulan November yang mendung. Aku melangkah keluar dari sebuah gang menuju keramaian kota, lalu berhenti di depan sebuah toko roti. Tiba-tiba saja…
Sinar matahari menyelundup dalam ventilasi kamar. Semerbak pagi menyeruak dalam hidung seorang pemuda tanggung itu. Ini adalah akhir pekan yang suram bagi Arman. Sebab, tadi malam…
Pagi ini Amir terlihat begitu bersemangat untuk berangkat ke sekolah, ditambah lagi dengan raut wajah yang selalu memancarkan senyuman manis khas anak muda yang tengah berbahagia.…
Sejak menderita penyakit mata yang aneh itu, Radi tak mau lagi bergaul dengan teman-temannya. Padahal sebelum penyakit mata itu menyerangnya, Radi dikenal senang bergaul dan sangat…