Neng Sarah Setelah pertengkaran hebat hari ini berakhir, suamiku pergi ke rumah orang tuanya dengan keadaan marah dan matanya yang memerah raut wajahnya sangat kesal…
Browsing: cerpen populer
Oleh Farhan Maulana Langit sore di desa kecil mereka selalu menyuguhkan pemandangan indah, seperti lukisan penuh warna lembut yang memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya.…
Oleh Vina Nurmala Sari Aku akan mati dalam kurun waktu 48 jam dari sekarang. Dari kecil aku selalu di juluki si pendendam. Alasan keberadaan ku tak…
Oleh Nur Khalisa Pratiwi “Bangun Nak, sekolah!” Suara ibu terdengar di telinga yang ditutupi rambut sedikit mengembang namun terurai ini, panggilan itu aku hiraukan sejenak dan…
Oleh Khairul A. El Maliky “Ingat, kamu jangan sampai lupa. Sebut nama Allah … Allah … Allah … ketika kamu sedang mengerjakan ujian. Semalam kamu sudah…
Oleh Damay Ar-Rahman “Aulia!” Seorang perempuan dari tenda pemungutan suara memanggilnya menggunakan loudspeaker sambil mencatat nama-nama untuk direkap. “Saya… saya.” “Cepat De, jangan lama. Orang…
Oleh Aliawan Ghozali Isnaen Perempuan itu berjalan pelan menuju makam. Di antara derap kakinya bersamaan pula dengan kesedihan yang menyerta. Wajahnya pun tak memiliki senyum lagi.…
Oleh Muhamad Dupi Di tengah malam yang gelap dan berangin, stasiun kereta tua di pinggiran kota berdiri angker di bawah langit mendung. Bangunan klasik yang megah…
Oleh Inong Islamiyati Nia menggerutu. Lagi dan lagi namanya tidak berhasil masuk dalam nominasi cerpenis terbaik. Sudah banyak lomba yang dia ikuti. Materi yang dia pelajari,…
Lelaki sederhana yang biasa dipanggil kang Tohir itu mendadak menjadi terkenal, bukan karena prestasinya dalam mengolah sawah yang bertahun-tahun digeluti, tetapi dia sedang dibicarakan oleh para…