Browsing: Cerpen Indonesia

Pagi menjelang siang di bulan November yang mendung. Aku melangkah keluar dari sebuah gang menuju keramaian kota, lalu berhenti di depan sebuah toko roti. Tiba-tiba saja…

Halimun Dewi Linggasari Sepasang mata Maret menatap ke kaki langit yang tidak diketahui dimana batas ujungnya, sebab angin senja menghembus halimun hingga menyelimuti kuduk bukit-bukit, seakan…

Isyarat dari Sepotong Surat A. Muhaimin DS Orang-orang bilang, di gubuk kayu itu tinggal seorang kakek yang selalu menulis surat. Awalnya kakek itu ingin menuliskan surat…

Perempuan yang Membenci Matahari Ede Tea Aku tidak tahu kenapa ia begitu membenci matahari. Sedang matahari adalah sumber kehidupan baginya. Entah bagaimana mulanya hingga rasa benci…

Penjual Koran dan Nenek Tua Ruhan Wahyudi Begitu dingin subuh mengecup embun, aroma tanah di halaman rumah, dimana hujan itu selalu menafkahi pohonan, mencumbu sebidang tanah.…

Neroli Zabidi Yakub Bukan tanpa pertimbangan namanya cocok dijadikan tokoh dalam cerita ini. Di masa kecilnya, kakeknya sering menghidukan wewangian ke hidungnya. Wewangian yang biasa dipakai…

Perempuan Hujan Fahrul Rozi Semua orang suka minum teh dan makan biskuit ketika hujan mendera. Tapi hujan ini, baginya, tidak lebih dari meneguk segelas racun. ***…

Dilarang Membunuh Aljas Sahni H Kendati kau sahabatku, tak sepantasnya kau menyuruhku berhenti membunuh. Kau terlalu rewel, seperti polisi yang yang kubunuh. Kau menghujaniku pertanyaan-pertanyaan menjebak,…

Tetek-Bengek Pilkades (Pemilihan Kepada Desa) Norrahman Alif Kampung pun semakin tak terkendali di saat hari mulai mendekati agenda pelaksaan pemilihan kepala desa. Sementara orang-orang makin memanas…

Derek Berkurban Kelinci Hendy Pratama MUNGKIN orang beranggapan bahwa Derek sudah gila. Aku, sebagai tetangganya, sering mendapatinya membunuh kelinci. Andai saja ia memiliki usaha rumah makan,…