Browsing: Puisi

Pemaknaan suatu puisi memang komplek. Ya, puisi yang memiliki ruang sempit dalam penulisan dapat mewujudkan multitafsir. Namun, untuk mencapai titik seperti itu, penyair diharapkan memiliki kemampuan…

Puisi bisa menjadi ungkapan kehidupan sehari-hari yang selalu dijalani oeh setiap orang. Mereka, para penyair yang peka akan itu semua dapat meraciknya menjadi kalimat-kalimat yang hidup…

Dari “Mencatat Demam” karya Willy, padahal dengan mudah kita bisa menemukan: [1] Tema dan penjudulan buku yang sangat umum sekali: “Mencatat Demam”—yang dengan itu menujukkan ketidakadaan…

Puisi hidup di dalam kehidupan sehari-hari. Dia berdampingan dengan penyairnya, itulah mengapa puisi selalu memberikan makna berbeda dengan tehnik kepenulisan yang berbeda pula. Namun, pencampaian penyair…

Sederhananya, Puisi adalah Bahasa Rasa yang punya Rasa Bahasa. Karena itu, siapa pun dia yang mampu membahasakan perasaannya atas apa yang ia dengar, ia lihat dan…

Puisi selalu menempuh perjalanan jauh untuk bertemu dengan penyair. Karena liku jalannya, maka puisi menjadi kehidupan bagi jiwa hampa, riuh maupun diam. Puisi dan penyair ibarat…

Puisi memiliki kaitan erat antara emosi estetis dengan obyek atau sesuatu bentuk yang bertujuan sehingga dapat menggerakan pikiran seseorang. Dari situlah terbangun imaji untuk mendapatkan sensasi…

Puisi yang tercipta kerap kali berada pada penyair yang terbelah; satu kaki berada dalam keterikatan kultur etnik dengan segala karakteristik tradisionalismenya, satu kali lagi berada dalam…

Puisi seperti sedang merangkum kehidupan, dia bisa saja menukik runcing pada perasaan-perasaan yang nyaris tak terjangkau oleh pandangan atau pendengaran. Namun, bisa juga lebih mudah dibaca…

Mengungkapkan perasaan hati sepertinya tidak hanya melalui dengan tangisan, tawa, atau teriakan. Puisi memiliki cara khusus untuk mengungkapkan perasaan dalam hati. Perasaan itu bisa saja meliputi…