Puisi hidup di dalam kehidupan sehari-hari. Dia berdampingan dengan penyairnya, itulah mengapa puisi selalu memberikan makna berbeda dengan tehnik kepenulisan yang berbeda pula. Namun, pencampaian penyair…
Browsing: Puisi
Sederhananya, Puisi adalah Bahasa Rasa yang punya Rasa Bahasa. Karena itu, siapa pun dia yang mampu membahasakan perasaannya atas apa yang ia dengar, ia lihat dan…
Puisi selalu menempuh perjalanan jauh untuk bertemu dengan penyair. Karena liku jalannya, maka puisi menjadi kehidupan bagi jiwa hampa, riuh maupun diam. Puisi dan penyair ibarat…
Puisi memiliki kaitan erat antara emosi estetis dengan obyek atau sesuatu bentuk yang bertujuan sehingga dapat menggerakan pikiran seseorang. Dari situlah terbangun imaji untuk mendapatkan sensasi…
Puisi yang tercipta kerap kali berada pada penyair yang terbelah; satu kaki berada dalam keterikatan kultur etnik dengan segala karakteristik tradisionalismenya, satu kali lagi berada dalam…
Puisi seperti sedang merangkum kehidupan, dia bisa saja menukik runcing pada perasaan-perasaan yang nyaris tak terjangkau oleh pandangan atau pendengaran. Namun, bisa juga lebih mudah dibaca…
Mengungkapkan perasaan hati sepertinya tidak hanya melalui dengan tangisan, tawa, atau teriakan. Puisi memiliki cara khusus untuk mengungkapkan perasaan dalam hati. Perasaan itu bisa saja meliputi…
Puisi lahir dari hal-hal yang sederhana pun sering kita baca. Biasanya, puisi-puisi ini cenderung gamblang dan tidak terlalu bermain gaya bahasa. Puisi-puisi seperti ini sering bertemakan…
Puisi tak pernah lekang oleh waktu. Puisi akan selalu hidup, seperti Chairil Anwar, dia berharap hidup 1000 tahun, namun dengan puisinya dia akan hidup selamanya. Begitu…
Puisi adalah Bahasa Rasa yang punya Rasa Bahasa. Ketika kemudian rasa tertulis sebagai rangkaian kata, maka puisi bisa menjadi panjang atau pendek. Lalu, Rasa Bahasa dari…