Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi Kentut
    Puisi

    Puisi Kentut

    22 Desember 2019Updated:22 Desember 2019Tidak ada komentar4 Mins Read590 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi adalah Bahasa Rasa yang punya Rasa Bahasa. Ketika kemudian rasa tertulis sebagai rangkaian kata, maka puisi bisa menjadi panjang atau pendek.  Lalu, Rasa Bahasa dari Bahasa Rasa itu seperti apa? Tergantung pada cara ungkap dan kecerdasan sang penulisnya. A. Slamet Widodo menulis puisinya dengan gaya Glenyengan. Santai dan apa adanya. Panjangnya? Inilah Puisinya. Selamat menikmati. (Redaksi)

    [iklan]

    K E N T U T
    A. Slamet Widodo

    Maaf, bukannya kita mau bicara jorok
    maaf, bukannya kita mau ngomong tak sopan
    tapi kita mau mbahas dan ngupas kentut
    dalam ilmu perkentutan secara transparan

    Kentut artinya
    kalau diteken
    bunyi “tut”
    jadi kentut

    Kentut adalah suatu
    yang tidak berwarna
    yang tidak teraba
    yang tidak terlihat tapi ada
    terbukti dari bunyi dan baunya

    Kentut kadang ada
    kadang tak ada bunyinya
    kalau bunyinya garing nyaring
    pasti tidak busuk baunya
    kalau tak ada bunyinya
    pasti busuk baunya
    kalau keras dan bau
    itu baru luar biasa

    Kentut itu berguna
    coba tak bisa kentut
    apa perut tidak kembung
    perut rasanya sebah
    pusing kepala dibuatnya

    Kentut itu berguna lho
    ketika habis operasi
    adalah sebagai tanda
    kapan minum boleh dimulai

    Bahwa sesungguhnya kentut itu
    gas dalam perut
    terjadi dari proses pencernaan
    gas itu keluar
    lewat saluran sempit
    maaf, namanya silit
    jelas? …namanya apa? Silit

    Karena angin lewat lubang sempit
    menggetarkan membran
    maka terdengarlah bunyi “tut” atau “tit”
    yang tut namanya kentut
    yang tit namanya kentit

    Silit adalah ujung akhir
    dari proses makan
    letaknya tersembunyi di tengah pantat
    Maaf, warnanya hitam
    untuk orang yang kulitnya sawo matang
    Maaf, warnanya jambon
    untuk orang yang kuning langsat
    tidak percaya… coba intip tetangga
    kalau lagi berak di kali sana

    Bila kentut itu wangi
    kita perlu curigai
    itu kentut siapa

    Setahu saya
    secantik apapun wanita
    selalu bau kentutnya
    makin bau kentutnya
    makin cantik orangnya
    makin manis orangnya
    makin nyaring bunyinya

    Ibu dan bapak yang gemuk
    pasti pulen kentutnya
    artinya kentutnya utuh
    baik bau maupun bunyinya
    dan enak lagunya
    kalau ia cerewet
    biasanya tinggi nadanya
    kalau ia cerewet dan galak
    delapan oktav tinggi nadanya

    Awas saat pacaran
    kentut mesti dijaga
    bisa-bisa kamu ditolaknya
    gara-gara bunyi dan baunya
    bila terpaksa bunyi
    sambil kentut keraskan suara
    sehingga kentutmu tak kentara
    pendeknya jangan ngaku

    Awas kentut
    jangan saat makan bersama
    bila kentut sudah kebelet tahan dulu
    kalau meledak dan bau
    wis embuh aku nggak tahu

    Bila kentut ditahan
    tapi tak tertahan
    bunyinya tambah nyaring
    tiiiiiit. tit tit
    Atau malah keluar ampasnya
    maaf, namanya ‘kecerit’

    ‘Kecerit’ itu
    sari ampas tai
    lantaran kentut terlalu nafsu
    atau lagi mules perutmu

    Tai itu nempel di celana
    kuning warnanya
    kadang ada seratnya
    sudah tahu bau kau cium juga

    Karena jijik
    kau lempar ke tetangga
    nggilani!

    ‘Kecerit’ itu ternyata
    lebih cepat dari kecepatan cahaya
    Buktinya belum sempat dipikir
    sudah sampai celana,

    Bila orang ambeien kentut
    apalagi yang sudah operasi
    kontrol kentut tak teratasi
    bunyinya rame
    kadang seperti mitraliur
    pret pret pret ampasnya katut

    Bila orang Amerika kentut
    ia bilang “excuse me”
    Bila orang Inggris kentut
    ia bilang “pardon me”
    Bila orang Australia kentut
    ia bilang “pardon me”
    Bila orang Indonesia kentut
    ia bilang “not me not me”

    Kentut di pewayangan
    adalah senjata Semar yang ampuh
    kentut Semar bisa berwujud angin rebut
    yang bisa memporak-perandakan
    Semar adalah Dewa
    Bila Dewa marah
    kentutnya bisa
    berupa tsunami
    bisa berupa meletusnya gunung berapi
    bisa berupa gempa bumi
    maka jangan banyak dosa!

    Kenapa kentut lelaki
    lebih keras dari perempuan
    coba tebak?
    Karena lelaki ada mikrofonnya

    Hidup kita seperti kentut
    bau tapi kita tutupi selalu
    bau sebentar hilang berlalu
    Puisi ini pun seperti kentut
    bau tapi membuat kita selalu rindu

    Puisi kentut ini
    memang terkesan kurang ajar
    tapi sekali mendengar
    Setiap kentut selalu tak terlupakan
    tertawa sekarang itu mahal
    Setiap tertawa menambah umur kita
    Sebuah puisi kentut
    menambah umur kita

    Jakarta, 15 Mei 2005

     

     

    Aloysius Slamet Widodo, Wiraswastawan yang tak pernah belajar sastra tapi tak pernah henti menulis puisi. Lahir di Solo, 29 Februari 1952.  Tahun 2009 mendapat 2 Penghargaan, World Bank’s Program on The Social Dimension of Climate Change Vulnerability expose Micro Documentary Fiml Contest 2009 dan Asia Oceanea New Comer Award 2009 (Japan Wildlive Film Festival). Dalam kurun waktu tahun 2004-2013, sebanyak 7 buku kumpulan puisi ia tulis.  Potret Wajah Kita (2004), Bernafas Dalam Resesi (2005), Kentut (2006), Selingkuh (2007), Simpenan (2009), Namaku Indonesia-Kumpulan Puisi untuk Anak (2012), dan Ijab Kibul-Kumpulan Puisi Glenyengan (2013).

     

    puisi kentut puisi lucu puisi mbeling puisi satire
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK periode 2019-2023
    Next Article Dongeng Gagak

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20268 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20265 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.