Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Dwita Utami
    Puisi

    Puisi-Puisi Dwita Utami

    24 September 2023Tidak ada komentar3 Mins Read7 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    JIKA MAWAR GUGUR

    sering kali kita berselisih paham
    bayang-bayang mana akan memisahkan
    keangkuhan, simpang jalan, atau tangan takdir?
    begitulah pisau waktu mengiris-iris perjalanan

    kita sepasang kupu-kupu dimabuk kepayang
    begitu mencintai mawar
    nikmat serupa apa belum kaurasakan?
    harum mawar, manis madu atau tajam duri?

    perdebatan, rindu dan benci kian menyatukan
    –mengekalkan

    “jangan takut kehilangan, jangan ragukan kesetiaan!”

    jika mawar gugur

    dan hanya menyisakan kelopak layu
    tenanglah
    akan selalu mekar bunga-bunga puisi
    di hatiku
    di hatimu

    jangan pernah ada air mata
    hingga kau dan aku tiada
    semerbak kata-kata akan mewangi sampai ke surga
    ke surga

    Tayem, 21 Agustus 2023

    KUNANG-KUNANG CAHAYA REMANG

    tidak ada yang dapat kubagi
    harta benda, cinta, kasih sayang, perhatian
    aku hanya punya sekeping puisi
    yang lemah majas, tak cukup imajinasi

    seperti sedang berperang harga diri
    sebutir jeruk lebih menggoda untuk dinikmati
    sepotong baju membuat lebam cemburu
    air mata sepanjang sungai hatiku

    tiap malam aku mimpi jadi rembulan
    tenggelam di matamu
    nyatanya aku hanya kunang-kunang cahaya remang
    hilang di balik rimbun ilalang

    Tayem, 25 Agustus 2023

    PURNAMA KE SERIBU

    ini purmana ke berapa?
    sudah kesekian ribu
    engkau kerap tidur
    kemudian bangun dari ranjang ingatan—masalalu

    sejuta puisi leleh jadi abu
    habis dilumat perih
    oh lukaku!

    Tayem, 27 Agustus 2023

    AKU PILIH MARUN KAU SUKA UNGU

    hidup kadang memang begitu
    tak sesuai inginmu
    sebagai bunga yang tak pernah layu
    yang hanya mencintai sajak-sajak gila penyair senja
    aku sering kali pura-pura
    bahagia di atas kelopak kata-kata
    dibuai-rayu metafora

    aku sering kali lupa
    pada realitas hidup yang tak pernah alpa
    menyapa hati retak kaca

    “seiring tapi tak sejalan atau sejalan tapi tak seiring?
    aku pilih marun kau suka ungu.”

    Tayem, 27 Agustus 2023

    JIKA HANYA SEBATAS LAYANG-LAYANG PUTUS

    layang-layang putus benang
    melayang-layang tak tahu pulang
    ke langit kenang atau ke bumi mimpi?
    surga kecil di dalam diri

    jangan benci angin
    yang menghempas-terbangkan ingin
    hanya seutas benang ditarik ulur angan dan sayang
    bukan tali temali terikat janji

    jangan kaugantung awan
    di wajah langit yang coba mengusir suram
    bisa mengundang deras hujan air mata
    karena biru jauh di pandangan

    yang retak bukan tanah di musim kemarau
    yang patah bukan ranting-ranting kering
    yang berserak bukan daun-daun gugur
    tapi hatiku yang dulu rajin kau sirami
    lalu kau tinggal pergi

    Tayem, September 2023

    Dwita Utami, seorang perangkat desa penyuka puisi, tinggal di Desa Tayem Kabupaten Cilacap. Karya-karyanya tersebar di sejumlah surat kabar lokal, media daring, dan buku antologi puisi bersama. Meraih penghargaan sebagai Insan Pustaka Kabupaten Cilacap Tahun 2022.

    puisi kehidupan Puisi Romantis Puisi-Puisi Dwita Utami
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleApakah Dian Sudah Padam?
    Next Article Lebaran di Angkasa

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 2026

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Evokasi Horison Biru di Puisi Karya Hartojo Andangdjaya “Dari Seorang Guru Kepada Murid-Muridnya”

    9 Juni 20264 Views

    Gunung Ciwaru Majalengka, Destinasi Wisata Alam yang Semakin Populer di Jawa Barat

    9 Juni 20264 Views

    Keheningan sebagai Suara Kemanusiaan dalam Biola Tak Berdawai

    8 Juni 20265 Views

    Romantisasi Cinta dan Luka Batin Novel Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri

    8 Juni 20268 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (92)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (82)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (172)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.