Mazmur
Pada suatu malam yang uzur oleh takdir,
kutanggalkan cintaku dari dadaku
laksana pengembara menanggalkan bekal terakhirnya.
Bukan musabab kasih itu telah susut,
melainkan agar engkau berjalan lebih ringan
melintasi lorong-lorong hari yang terjal.
Maka biarlah aku tinggal di belakang zaman,
menjaga bara yang kian redup di dada sendiri.
Sebab cinta yang tulus seringkali memilih
lenyap dari cahaya
agar yang dikasihinya tetap terang.
Darah yang Ditakar oleh Sunyi
Cinta tiada selalu menjelma bunga dan fajar.
Ada kalanya ia turun sebagai musim luka,
membelah dada dengan sabar.
Aku menadahnya dengan dua tangan terbuka,
sebagaimana bumi menadah hujan pertama.
Segala pedih yang datang kupelihara sendiri,
kutaruh jauh dari langkahmu.
Biarlah darah itu mengalir dalam sunyi,
selama engkau tak perlu mengenalnya.
Tembang bagi Api
Pada pelataran malam yang dingin
sebatang nyala berdiri tanpa api.
Ia mengusir gelap dari sekelilingnya
dengan tubuhnya sendiri sebagai korban.
Lilin itu kian menipis oleh waktunya,
namun tak sekali pun ia menawar takdirnya.
Demikianlah kasih yang sejati bekerja
ia memberi terang sepanjang malam
meski fajar kelak menemukan dirinya
tinggal sisa.
Perkara Dua Takdir
Ada jiwa yang berjalan di muka jalan,
menjunjung harapan sebagaimana mahkota.
Ada pula jiwa yang berjalan di belakangnya,
memikul segala yang tak terlihat dunia.
Yang di depan disebut beruntung,
yang di belakang hanya dikenal sunyi.
Namun Tuhan mengetahui timbangan yang rahasia
betapa berat bahu yang rela menanggung
demi satu kebahagiaan tak tersisa.
Waktu yang Dikorbankan
Tahun-tahun gugur dari tanganku
laksana daun tua dari dahan musim.
Satu demi satu kupersembahkan kepadamu
tanpa sempat kuhitung kembali.
Hari-hari itu kini menjadi jalan bagimu,
tempat langkahmu bertumbuh tinggi.
Sedang aku berdiri di tepi usia,
menatap waktu yang telah kuhibahkan.
Namun hatiku tiada menyesal,
sebab sebagian hidupku
telah menjelma sayap bagi hidupmu.
Alfiansyah Bayu Wardhana, yang akrab disapa Alfian, lahir di Jakarta pada 16 Juli 2001. Ia merupakan penulis yang karyanya telah dipublikasikan di berbagai media. Selain menulis, ia juga mengajar dan terkadang buat konten literasi di Tiktok. Ia dapat dihubungi melalui @hoyalfi.
