Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Perayaan Sepi
    Puisi

    Perayaan Sepi

    21 Juli 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar2 Mins Read17 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Membaca rindu bemakna banyak hal. Melipat jarak, mengakrabi sepi, akur dengan tafakur, dan rela mengulum senyum walau isi kepala tak pernah habis diurai dalam kata-kata. Novy Noorhayati Syahfida menerjang itu semua. Menjerang setiap kelit rindu dalam hati dan kepalanya. Mengurai dengan metafora yang membuat kita tak ingin kemana-mana. Membaca puisinya, kita turut hanyut dalam keriuhan paling sunyi. (Redaksi)

    Semusim

    seperti cuaca yang beranjak pergi
    ia datang tanpa di nanti
    memekarkan kembang setaman
    memendarkan kerinduan demi kerinduan

    saat terik terhantam perih
    seribu kenangan hilang menyerpih
    menghancurkan ragam imaji
    jatuh di antara retakan hati

    segala angan yang ingin menjelma
    ternyata hanya semusim saja

    Tangerang

    Kemuning (2)

    hujan tak reda siang ini
    sudut beranda yang basah dilanda sunyi
    gegas mencatat rahasia sepi
    dalam hening kemuning
    kau sembunyikan sesuatu yang asing
    cemas yang mengalir dari tanah waktu
    membelah dada yang batu

    Tangerang

    [iklan]

    Perayaan Sepi

    di ruang ini, sunyi berhadap-hadapan dengan waktu
    meja-meja senyap dengan taplak berwarna ungu
    denting sendok yang tak lagi nyaring
    dan garpu yang tergeletak hening

    ini sajian paling istimewa
    semangkuk air mata dengan ranum luka
    kepulannya begitu menyeruak, membuat nganga

    di dadaku sunyi debarmu kian berdentang
    melebihi jarak yang membentang

    mari merayakan sepi, sekali lagi…

    Tangerang

    Yang Tak Selesai Dibaca

    ada yang tak pernah selesai dibaca
    temaram lampu, senja, juga kota-kota
    yang telah lama ditinggalkan sepasang cahaya
    di beranda, bulan melamar bayang malam
    menyembunyikannya ke dalam kelam

    selalu ada yang tak selesai dibaca
    bisikan, dan pesan-pesan rahasia
    doa-doa yang beterbangan melewati cakrawala
    ia, hanya mampu bersepakat dengan gelap
    dengan seribu luka yang senantiasa didekap

    Tangerang

    Portrait

    ia menggambar sepotong wajah
    memberinya selengkung alis dan mata agar tak lengah
    mewarnai kulitnya yang setengah pucat-pasi
    serta menambahkan tanda pada kedua pipi
    perlahan, ia membingkainya di atas sebidang kertas putih
    — tak letih-letih

    Tangerang

    Novy Noorhayati Syahfida lahir pada tanggal 12 November di Jakarta. Alumni Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Manajemen dari Universitas Pasundan Bandung. Puisi-puisinya telah dipublikasikan di berbagai media cetak, media online, dan juga di lebih dari 90 buku antologi bersama. Namanya juga tercantum dalam Profil Perempuan Pengarang & Penulis Indonesia (Kosa Kata Kita, 2012). Tiga buku kumpulan puisi tunggalnya yang berjudul Atas Nama Cinta (Shell-Jagat Tempurung, 2012), Kuukir Senja dari Balik Jendela (Oase Qalbu, 2013) dan Labirin (Metabook, 2015) telah terbit. Saat ini bekerja di sebuah perusahaan kontraktor dan menetap di Tangerang.

    Puisi Cinta puisi rindu Puisi Romantis puisi sepi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleDrama
    Next Article Yashinta

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 2026

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202621 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202650 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.