Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Tradisi Makepung-Balapan Kerbau
    Tradisi

    Tradisi Makepung-Balapan Kerbau

    29 November 2023Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Makepung adalah salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Jembrana, Bali. Pada awalnya Makepung hanya permainan yang dilakukan oleh petani ketika sedang membajak sawah. Pada perkembangan selanjutnya makepung menjadi atraksi sepasang kerbau yang dipacu di arena lomba. Permainan ini sudah berlangsung secara turun-temurun, sehingga tradisi ini telah menyatu dengan kehidupaan masyarakat sekitar.

    Tradisi Makepung ini biasanya dilakukan saat tiba musim tanam padi sebagai sarana hiburan dan pengisi waktu luang. Tradisi ini juga dapat dilakukan saat panen raya. Makepung telah menjadi identitas Jembrana.

    Makepung memiliki arti sebagai olah raga gaya petani Bali tradisional. Tradisi ini untuk memupuk semangat dan kegigihan dalam berjuang meraih impian. Makepung merupakan upaya para buruh angkut padi untuk mewujudkan suasana kerja yang menggembirakan.

    Para buruh angkut padi bersepakat untuk mengadakan semacam lomba adu cepat di atas Cikar atau pedati sebagai alat angkut hasil panen. Pedati tersebut yang penuh dengan muatan padi ditarik oleh sepasang kerbau. Jarak tempuhnya sepanjang aliran irigasi subak.

    Sambil bersorak penuh gelak canda tawa di saat sore menjelang malam. Para buruh yang mengangkut berpikul-pikul padi hasil panen pun menjadi semarak. Ternyata, Makepung tersebut memberikan dampak positif terhadap para buruh bahkan kerbau yang menarik pedati. Akhirnya, lomba adu Cikar pengangkut padi, yang berawal dari Desa Buluk, Desa Banyubiru, dan Desa Kaliakah, berkembang menjadi atraksi Makepung. Diperkirakan, adu Cikar ini sudah muncul sekitar tahun 1920-an.

    Atraksi Makepung yang dikenal sebagai Lomba Pacu Kerbau khas Jembrana, sesungguhnya lomba ini merupakan tradisi agraris sebagai salah satu bentuk penyeimbang keberadaan Subak sebagai organisasi pengelolaan air.

    Tradisi lomba balap Kerbau ini telah menjadi atraksi Makepung yang dikenal sampai saat ini. Atraksi Makepung merupakan puncak rangkaian pesta rakyat yang diselenggarakan di sebuah tempat yang disebut Arean Pakepungan. Selain itu, atraksi Makepung juga merupakan puncak kegembiraan masyarakat agraris di kabupaten Jembrana sebelum memasuki musim tanam berikutnya. Lomba yang sebelumnya hanya antar desa dan tetangga, kini lomba diikuti dua kolompok besar yang merupakan komunitas Pakepungan yang diistilahkan sebagai Blok. Permainan dibagi menjadi dua Blok. Properti atraksi Makepung, Kostum yang digunakan para joki adalah bertelanjang dada, memakai kain tapis, tekes kepala bercorak batik, celana panjang gelap sebatas lutut, serta Sempak Kolong (pedang khas Jembrana) yang terselip di pinggang.

    Tradisi warisan budaya yang khas dan meriah di kabupaten Jembrana- Bali tetap dilestarikan sampai saat ini mempunyai fungsi sebagai salah satu tradisi khas dan kegemaran masyarakat kabupaten Jembrana sampai saat ini. Juga sebagai Aset pariwisata yang strategis dan potensial untuk dilestarikan dan dikembangkan, karena daya tarik dan keunikannya yang tiada duanya di Bali, dan sebagai ajang promosi pariwisata kabupaten Jembrana pada khususnya dan Bali pada umumnya.

    Pelaksanaan lomba Makepung juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor lain seperti pertanian dan peternakan, karena dengan adanya tradisi Makepung, terbukti mampu mencegah terjadinya alih fungsi lahan pertanian, dan di sisi lain masyarakat merasa terpacu untuk memelihara kerbau secara intensif guna bisa ikut berpartisipasi dalam lomba Makepung yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.(AY)

    (Dihimpun dari berbagai sumber oleh: Abah Yoyok)

    budaya indonesia literasi indonesia tradisi indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleAwal yang Baik Perpustakaan dan Kearsipan dalam Mengisi Ulang Tahun Kota Batu
    Next Article Lohansung Si Pohon Eksotik

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.