Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Roti Buaya Lambang Cinta
    Tradisi

    Roti Buaya Lambang Cinta

    16 Desember 2019Tidak ada komentar3 Mins Read119 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Roti Buaya Lambang Cinta

    Ada banyak macamnya jenis kuliner tradisional Betawi yang tak hanya unik namanya, tapi bisa bikin lidah bergoyang saking enaknya. Salah satu di antaranya dan masih tetap populer sampai saat ini adalah Roti Buaya. Roti manis berbentuk buaya yang ukuran panjangnya sekitar 50 sentimeter sampai 100 sentimeter. Roti ini biasanya muncul pada saat prosesi pernikahan adat Betawi. Dibawa oleh rombongan calon pengantin lelaki sebagai barang bawaan atau oleh-oleh untuk calon pengantin perempuan.

    Mendengar kata buaya, selain merasa seram juga timbul pikiran negative dalam diri kita. Dalam istilah modern sekarang ini, Buaya Darat misalnya, adalah sebutan untuk lelaki yang tak setia atau dalam cerita silat Cina adalah seorang lelaki yang bergelar Penjahat Pemetik Bunga atau Pendekar Mata Keranjang. Waw!

    [iklan]

    Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah: “Bagaimana mungkin roti dengan nama buaya bisa hadir dalam sebuah acara pernikahan?” Panjang ceritanya.

    Mengapa Roti Buaya selalu hadir menghiasi acara pernikahan masyarakat Betawi? Ternyata Roti Buaya ini selain merupakan salah satu bawaan calon pengantin pria untuk pengantin perempuan dalam acara pernikahan atau lamaran orang Jakarta asli, bisa dikatakan kalau roti ini telah menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon pengantin lelaki di dalam pernikahan adat betawi.

    Lalu mengapa rotinya berbentuk buaya? Dulu, orang-orang Betawi yang kebanyakan pada tinggal di sekitar bantaran sungai, umumnya sudah akrab dengan binatang yang bernama buaya ini. Buaya menjadi hewan yang dianggap suci oleh orang Betawi sejak zaman leluhur. Seekor buaya buaya hanya kawin satu kali, dan mempunyai satu pasangan seumur hidupnya. Atas dasar kepercayaan inilah, maka orang Betawi menggunakan buaya sebagai simbol kesetiaan dalam perkawinan.

    Selain sebagai symbol kesetiaan, Roti Buaya juga melambangkan kesabaran. Nilai kesabaran tersebut diambil atas dasar prilaku seekor buaya yang selalu sabar ketika mengintai saat memburu mangsanya. Ada juga yang beranggapan bahwa Roti Buaya itu sebagai lambang kejantanan seseorang.

    Konon katanya, Roti Buaya ini mulai dikenal oleh orang-orang Jakarta, dulu ketika bangsa Eropa masuk ke Indonesia. Simbol pernikahan yang dimiliki bangsa Eropa pada waktu itu adalah Bunga. Karena tak ingin kalah dan tak mau meniru budaya Eropa, orang Betawi membuat simbol sendiri dalam adat pernikahannya. Maka dibuatlah Roti Buaya sebagai symbol cinta kasih.

    Pada awal kemunculannya, Roti Buaya dibuat dengan tekstur yang keras, hambar, dan tak bisa dimakan.  Semakin keras rotinya, semakin bagus kualitasnya, dan semakin awet.  Di hari pernikahan, Roti Buaya tidak akan dimakan pengantin atau dibagi-bagikan kepada karib kerabat,  tetapi hanya sebagai pajangan saja yang kemudian disimpan di atas lemari pakaian yang ada di kamar pengantin dan dibiarkan sampai hancur membusuk.  Hikmah yang tersirat dari hal ini adalah menggambarkan bahwa pasangan yang menikah akan  langgeng . Tidak akan berpisah kecuali ajal datang menjemput.

    Secara Tradisi Betawi, Roti Buaya tidak untuk dimakanaApalagi dibagi-bagikan.  Akan tetapi dalam perkembangannya, seiring dengan perubahan zaman, sekarang ini Roti Buaya dibuat dengan tekstur yang lebih lembut sehingga dapat dimakan. Seusai acara pernikahan, Roti Buaya dibagi-bagi kepada para tamu,  kerabat kerabat yang masih jomblo dan belum menikah dengan harapan akan segera dapat jodoh, dan segera menyusul untuk menikah. Mereka percaya siapapun yang memakan Roti Buaya tersebut akan lebih mudah mendapatkan jodoh di kemudian hari.

    Roti buaya dibuat sepasang betina dan jantan. Dipilihlah Roti Buaya ini oleh masyarakat Betawi sebagai simbolisasi yang melambangkan kemapanan dan kesetiaan pasangan suami istri sampai seumur hidup.  Filosofi inilah yang membuat Roti Buaya sampai saat ini menjadi simbolisasi pernikahan adat Betawi, dengan harapan agar kedua mempelai hidup  setia sampai mati. (AY)

    Referensi:
    https://food.detik.com
    https://www.liputan6.com
    https://id.wikipedia.org

    Adat betawi Adat jakarta Khas betawi Kuliner betawi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSastra dan Hak Asasi Manusia
    Next Article Kesenian Genjring Bonyok

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Pesona Situ Cicerem Kaduela Kuningan

    8 April 20263 Views

    Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus

    7 April 202685 Views

    Lembah Cilengkrang, Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

    7 April 202624 Views

    Kolam di Tengah Sawah, Cerita Sejuk dari Desa Kaduela Kuningan

    6 April 202634 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (147)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.