Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Izzatul Hikmah
    Puisi

    Puisi-Puisi Izzatul Hikmah

    25 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Sastra Puisi
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    KEPADA IBU

    Perempuan yang menakar doa tiap subuh
    Air matanya menolak nyeri di kejauhan

    Ibu dengan aroma rindu di dapur
    Semangkuk cinta membekas di meja makan

    Dan bila pagi mengetuk pintu
    Ibu segera kirim matahari
    Dengan sepotong harapan dari dadanya
    Di kemas dalam waktu yang memanjang
    Menuju hatiku yang hampa

    Suara ibu menemui semesta lain
    Mencairkan hari-hari yang keras

    Karena Ibu tahu anaknya banyak kebimbangan
    Perlu banyak cinta dalam menamatkan nasib
    Apalagi di dunia yang serba abu-abu

    DI SEBUAH PINTU KELUAR SEBUAH SUNYI

    Di pintu keluar sebuah sunyi
    Kenangan lebam jatuh ke tanganku

    Gambar stasiun dan perjalanan pulang naik kereta
    Mengusir orang-orang yang menyimpan pagi dalam saku

    Aku baru tahu, matahari terbit dalam saku
    Ku bawa kemana-mana
    Tak ada yang menggantikannya
    Berbulan-bulan lamanya

    Cahayanya yang keemasan tak pernah mati
    Berkali-kali aku ingin mematikannya
    Tapi hanya pudar dan menyala lagi

    Seiring bunyi kereta yang nyaring di kepalaku
    Mengayun pohon-pohon mimpi
    Di belakang stasiun

    Di pintu keluar sebuah sunyi
    Tidak ada hal lain kecuali diri dan harapan
    Terjebak dalam rutinitas masa lalu

    DI SEBUAH HALTE

    Sepotong waktu dan kecemasan
    Dirapikan berkali-kali
    Dalam derap langkah
    Mantra berputar dalam kebisingan
    Bunyi kendaraan menyesaki dada

    Sedang di layar
    Jadwal bertengkar
    Menatap kepergian mematung di halte
    Mungkin satu detik, dua detik lagi
    Waktu menggadaikan nasib sendiri

    MERAYAKAN MIMPI

    Kita sedang merayakan mimpi
    Yang kemarin berlalu-lalang di teras rumah
    Angin doa menerbangkannya ke kejauhan
    Bertebaran di kota yang dihasilkan bayangan

    Kian terang segala yang buram
    Kemarin kita bermimpi
    Ikan-ikan berenang di lautan
    Mengalir ke sungai dada kita

    Sekarang kita merayakan mimpi
    Kepedihan yang orange
    Bunyi rindu jatuh di jalanan
    Kadang dengan hujan
    Membanjiri nasib yang nyeri

    Yogyakarta, 15 Maret 2023

    KEPERGIAN

    Seseorang meletakkan kenangan dalam sakunya
    Sebelum hari perpisahan
    Resah di simpan
    Bibir di simpul senyuman

    Seorang Ibu memberinya secangkir air
    Air harapan yang di teguk sore itu
    Harapan itu telah dewasa
    Di kepergiannya yang kesekian

    Ia berangkat
    Dengan matahari rebah di dadanya
    Menabung keyakinan dari masa lalu
    Agar angin tak menyapu nasibnya
    Barangkali dengan luka

    Yogyakarta 30 Desember 2022

    Izzatul Hikmah Mahasiswa semester dua UIN Yogyakarta.

    Puisi Cinta puisi kehidupan sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleIstrimu Akan Kami Bawa Pulang
    Next Article Tas yang Ditukar

    Postingan Terkait

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.