Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi Annisa Tiara Ramadhani
    Puisi

    Puisi-Puisi Annisa Tiara Ramadhani

    27 Oktober 2024Tidak ada komentar3 Mins Read16 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    TENTANG LEMBAYUNG

    Pada detik waktu
    kutemukan pancarona
    dalam balutan rayuan senja
    yang mengerling manja
    Bagaikan anestesi
    hadirmu melumpuhkan segala indra
    menyihir setiap pola
    bersama asmara yang kudamba

    Segala pengajaran tentang cinta
    kau sampaikan dengan caramu
    membuka sedikit celah
    dari kesadaran pikiranku
    Kadang sesak dalam dada
    seolah roman yang tumbuh
    ingin unjuk rasa dan aroma
    mengenalkan eksistensinya
    Tetapi di pusaran waktu lainnya
    anca tak henti menggoda
    kekhawatiran menggerayangi
    di sela rindu yang kian membuncah

    Tuan …
    Entah sampai mana
    episode ini akan bermuara
    pun dengan bagaimana gelombang kalbu
    ada setiap indurasmi menyapa
    Kali ini aku ingin bebal
    pada bab perihal rasa
    Biarlah aku mencinta di bawah sadrah
    menari menerjang gerimis menuju indah
    Berharap pada Sang pemilik semesta
    agar takdir bersama
    menjadi akhir dari cerita.

    Bulukumba, 10 September 2024

    ASA SEBUAH PENANTIAN

    Aku hanya terus menghitung hari
    Mengukur jarak yang semakin terasa jauh
    Setiap jejak dan tapak yang aku tinggalkan
    Tak sedikit pun memberi kesan untuk melupakan

    Maka ketika aku tiba dirasa bimbang
    Dilema yang menguatkan namun juga melemahkan
    Engkau hadir sebagai asa dari sebuah penantian

    Engkau tumbuh dengan cepatnya
    Mengalir begitu derasnya
    Hingga atmaku tak mampu untuk menahannya

    Seiring dengan waktu berlalu
    Kita adalah kawan dalam menunggu
    Serta bentuk pengorbanan dari sebuah rasa

    Menjelma bersama asa
    Memaksa jarak untuk segera berlalu
    Dan masa untuk segera bertemu

    Tetaplah di sini
    Temani aku jangan pernah pergi
    Melangkah bersamaku jangan berhenti
    Aku berjanji tak akan pernah menyakiti
    Sebab engkaulah kawan dalam sepi, kini dan nanti

    Makassar, 12 Juni 2024

    GORESAN RINDU

    Tuan …
    Suratan takdir berkerut
    Mengukir kisah tanpa pena
    Memekit telinga tanpa suara
    Memelukku tanpa raga

    Tuan …
    Rindu itu kejam
    Bagai belati yang menikam
    Gurat bayanganmu terbentuk
    Membuatku diam tanpa kata

    Kelak …
    Pilihlah hari paling jauh
    Dan aku akan menunggu
    Membekap luka rasa
    Merawat rindu hingga waktunya

    Kelak …
    Pergilah sejauh mungkin
    Mencari tempat pertemuan
    Dimana aku tak mungkin sampai
    Namun di sana kau menjanjikan dirimu untukku

    Makassar, 29 Juli 2024

    BEKAS MEMORIAL PADA JEJAK KEPERGIANMU

    Tak ada sesal yang terngiang
    Kecuali kepergiannya kala itu
    Serta memorial yang tertinggal
    Biarlah bahagia selalu
    tidak apa-apa—tak mengapa

    Setidaknya kisah itu pernah tertera
    Bersama naskah yang terpatri
    Tumbuh dalam skenario hidup
    Merayakan keputusannya
    Menerima kebahagiaannya
    Menjadi bab permulaan
    Perihal merelakan
    terluahkan bersama

    Semarang, 03 Oktober 2024

    Annisa Tiara Ramadhani, hanya seorang gadis yang suka kucing serta penikmat buku, sastra, dan seni. Karya-karyanya tidak hanya terkenal dalam dunia kepenulisan, tapi juga dalam dunia desain dan fotografi.

    Puisi Cinta puisi kehidupan sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePerceraian (Mimpi Buruk)
    Next Article Dampak Gangguan Psikologis dan Pengaruhnya Terhadap Skeptisisme Analisis Tokoh “Aku” dalam Novel Solilokui

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20266 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202661 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202614 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.