Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Cerbung » Mbah Samin Ngoceh (3)
    Cerbung

    Mbah Samin Ngoceh (3)

    1 November 2021Updated:7 November 20211 Komentar2 Mins Read21 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Suatu ketika Fulan bertanya pada Mbah Samin soal Kiamat. “Mbah, orang-orang suku Maya koq bisa meramalkan bahwa berdasarkan kalender nenek moyang mereka, kiamat akan jatuh pada tanggal 21, bulan 12, tahun 21. Memangnya usia dunia kita ini berapa ribu tahun, sih?”

    Mbah Samin tersenyum, “Kalau soal  umur dunia mah, saya belom pernah baca kitabnya. Tapi kalau soal umur kita di dunia, saya tahu.”

    “Maksudnya umur saya atau umur Mbah Min, gitu?”

    “Iya. Umurmu dan umur saya. Bahkan umur setiap manusia di dunia yang sekarang ini masih hidup. Umurnya sama, yaitu hanya tiga hari.”

    “Tiga hari?”

    “Iya. Hanya Kemarin, Hari ini, dan Esok.”

    “Maksudnya Mbah Samin…”

    Setelah menyulut rokoknya, Mbah Samin bicara.

    Pada hakekatnya hidup kita di dunia ini memang hanya tiga hari. Hanya tiga waktu, yaitu: Kemarin, hari yang sudah kita lewati dan kita sudah tidak bisa berharap apa-apa lagi dengannya karena tak mungkin bisa kembali ke sana.

    Hari ini,  hari di mana kita masih hidup dan mempunyai kesempatan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, meraih segala kebaikan semampu yang dapat kita kerjakan.  Dan…

    Esok, adalah waktu yang kita tak pernah tahu apakah kita masih diperkenankan untuk menjumpainya. Bisa jadi kita sudah mati sebelum sempat melihat matahari di esok pagi.

    Fulan bengong sejenak. Gokil juga ini Aki-aki. Tiga hari. Hidup kita hanya tiga hari saja. Tanpa sadar Fulan bergumam. Hari yang kemarin sudah tak bisa diharapkan lagi. Berarti sudah nggak ada. Sedangkan esok adalah hari yang belum pasti kita akan menjumpainya. Yang pasti kita nikmati adalah hanya hari ini. “Kalau begitu umur kita yang sebenarnya itu hanya satu hari, ya Mbah?”

    “Satu hari pun masih terlalu panjang… lebih pendek dari satu hari!”

    “Lebih pendek dari satu hari? Ngaco!”

    “Iya. Hanya satu tarikan nafas saja.”

    “Hanya satu tarikan nafas saja?”

    “Ho-oh.”

    “Maksudnya, Mbah?”

    “Ketika kita menarik nafas dan kemudian tak bisa lagi menghembuskannya, berarti… ?”

    Fulan coba menarik nafas panjang dan menahannya. Membayangkan apa yang kira-kira terjadi seandainya nafas tak bisa keluar menghembus.

    “Mati!” jawab Fulan dengan nafas tersengal-sengal.

    Mbah Samin tersenyum. Asap rokoknya mengepul, meliuk-liuk.

     

    ***

     

    Dapoer Sastra Tjisaoek, Oktober 2021.

     

    Ocehan selanjutnya (4): https://mbludus.com/mbah-samin-ngoceh-4/
    Ocehan sebelumnya (2): https://mbludus.com/mbah-samin-ngoceh-2/

     

    Cerpen Asal Gobleg Cerpen Religi Komedi Satire
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleTerapi Jiwa Bersama Alam Semesta
    Next Article Periset Multi Talenta : Dari Satelit Sampai Pesawat Terbang

    Postingan Terkait

    Ban Ben Bun : Kisah Santri Uthun Meraih Impian (3)

    5 September 2022

    Jalan Hidayah

    26 Juni 2022

    Ban Ben Bun : Kisah Santri Uthun Meraih Impian (2)

    19 Juni 2022

    1 Komentar

    1. Pingback: Mbah Samin Ngoceh (2) - Mbludus.com

    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202687 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202614 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202613 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202695 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (207)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.