Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Drama » Tradisi Lisan Betawi
    Drama

    Tradisi Lisan Betawi

    19 Oktober 2019Updated:12 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read794 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Tradisi Lisan Betawi

    Seni budaya Betawi memang banyak ragamnya, mulai musik, tari, teater sampai sastra, tulis dan lisan. Sastra lisan yang dimaksud adalah seni bertutur, mendongeng atau bercerita, yang lebih dikenal dengan istilah Tradisi Lisan, cabang Seni Bertutur yang nyaris hampir tenggelam ditelan perkembangan teknologi dan informasi di bidang media.

    Tradisi lisan atau seni bertutur ini diwariskan secara turun temurun bukan hanya sebagai hiburan pengisi waktu saja, tapi juga sebagai media komunikasi untuk dakwah agama, menyampaikan informasi penting, dan wasiat atau nasehat kepada generasi selanjutnya sebagai pedoman hidup.
    Dalam budaya betawi dikenal ada 3 bentuk seni bertutur, yaitu Ngebuleng, Sahibul Hikayat dan Gambang Rancak.

    1. Ngebuleng

    Ngebuleng, berasal dari kata buleng yang artinya cerita atau dongeng. Ngebuleng bisa diartikan bercerita. Cerita yang disampaikan dalam bentuk pantun. Tradisi tutur ngebuleng ini masih hidup di daerah pinggiran budaya Betawi yang berbatasan dengan wilayah budaya Sunda, seprti daerah Ciracas, Cijantung, kalimalang dan Depok. Karena itu kebanyakan cerita yang disajikan adalah cenderung cerita yang bernuansa Sunda, seperti Ciung Wanara, Mundinglaya, Gagak Rancang, dsb.

    Di dalam masyarakat Betawi, buleng dibedakan antara dongeng dan cerita. Istilah Dongeng dipergunakan untuk menyebut cerita-cerita kerajaan dan babad. Sedangkan Cerita, pada umumnya dipergunakan untuk cerita kehidupan rakyat sehari-hari. Baik kehidupan di masa lampau,  masa kini atau masa depan.
    Tukang Dongeng (buleng) biasa memdapat panggilan dari orang yang punya hajat untuk ikut memeriahkan “malam ngangkat“, yaitu malam sebelum pesta sesungguhnya dilangsungkan.

    [iklan]

    1. Sahibul Hikayat

    Secara Bahasa arab, Sahibul Hikayat berarti yang punya cerita, namun bisa juga berarti cerita. Yaitu berupa cerita bebas yang bersumber dari cerita-cerita Timur Tengah, Persia, dan cerita Seribu Satu Malam yang telah disesuaikan dengan situasi masyarakat kekinian. Ada cerita tentang Hasan-Husin, Indra Bangsawan, Marakarma, dsb. Dalam perkembangannya sekarang ini ada juga cerita karangan si Juru Hikayat sendiri. Cerita dituturkan dalam bentuk prosa, dengan sisipan beberapa bait pantun di sana sini sebagai daya tarik cerita. Kadang juga disisipi dakwah agama.

    Dulu, ketika orang punya hajat sunatan, perkawinan, pindah rumah, menjelang berangkat ibadah haji, atau pada hari-hari besar Islam, masyarakat Betawi seringkali mengundang Juru Hikayat.  Pementasan seni bertutur ini bisa sampai semalam suntuk. Sahibul Hikayapernah juga dipentaskan oleh beberapa radio amatir sebagai cerita bersambung yang disponsori oleh para pengusaha.
    Juru Hikayat biasanya bercerita sambil duduk bersila, ada yang sambil memangku bantal atau untuk memberikan aksentuasi pada jalan cerita, sesekali memukul gendang kecil atau rebana. Cerita selalu diawali dengan pembacaan pujian,shalawat, dan doa. Dalam permulaan cerita atau ketika pindah adegan dalam cerita, seringkali digunakan kalimat pembuka, seperti:  ‘kata sahibul hikayat’, ‘kata yang punya cerita’, atau ‘syahdan’.

    Di antara Juru Hikayat pada masa lalu, yang paling terkenal adalah Mohammad Zaid yang lebih dikenal sebagai Wak Jait. Sehingga istilah Sahibul Hikayat sering disebut dengan Ngejait. Wak Jait menurunkan ilmu bertuturnya pada anaknya yang bernama Sofyan Zahid.

    Seni bertutur Sahibul Hikayat ini sampai sekarang masih ada. Salah satu Juru Hikayatnya adalah Yahya Andi Saputra, seniman betawi yang juga pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi dan Asosiasi Tradisi Lisan Jakarta.

    1. Gambang Rancag

    Secara orang Betawi Pinggir atau orang Betawi Tengahan, Rancag berarti Pantun. Secara pertunjukan, Rancag adalah seni bertutur yang disampaikan dalam bentuk pantun berkait oleh dua orang yang saling bersahut-sahutan dengan tambahan bumbu berupa humor dan improvisasi. Dalam penyajiannya seni tutur ini diiringi oleh musik Gambang Kromong, oleh karena itu disebut Gambang Rancaag. Cerita-cerita yang dituturkan bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Dongeng (cerita bangsawan), cerita dari daratan China dan cerita roman (cerita tentang kehidupan sehari-hari dalam masyarakat umum). Dalam satu kali pertunjukan bisa diceritakan beberapa judul cerita sekaligus. Tergantung pesanan yang punya hajat. Sejak awal perkembangannya Gambang Rancag biasa dipentaskan tanpa panggung, sejajar dengan penonton yang berada di sekelilingnya.

    Dari dahulu sampai sekarang pantun-pantun yang dibawakan disusun secara improvisasi, tanpa cerita tertentu dan seringkali disesuaikan dengan tempat dan keadaan di saat pergelaran berlangsung. Kadang-kadang sengaja dipanjang-panjangkan dan diberi bumbu-bumbu lelucon untuk menambah kegembiraan penonton. Apalagi kalau malam sudah semakin larut, para Perancag (Juru Rancag) akan berusaha mengeluarkan lawakan-lawakan atau lelucon untuk menghilangkan rasa ngantuk penonton tanpa direncanakan lebih dahulu.

    Dahulu, penyebaran Gambang Rancak sama luasnya dengan penyebaran Gambang Kromong, karena setiap rombongan Gambang Kromong selalu dilengkapi dengan Juru Rancag.

    Dewasa ini sudah tidak banyak lagi seniman Gambang Kromong yang pandai merancag. (AY)

    Sumber:
    https://hstaryanto.wordpress.com
    http://ivonsukma.wordpress.com
    Profil Seni Budaya Betawi (Enjoy Jakarta)
    sumber gambar: https://www.google.com

    budaya betawi Tradisi Betawi tradisi jakarta tradisi lisan
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMengenal Konsep Dasar Perancangan Roket Padat
    Next Article Dongeng Cinderalas

    Postingan Terkait

    UBRUG-Teater Tradisional

    15 Februari 2020

    Tata Artistik Pertunjukan

    1 Februari 2020

    Sejarah Teater Dunia

    11 Januari 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 20264 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20265 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202626 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20265 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.