Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi Ibnu Kamal, Winarni Dwi Lestari, Heru Antoni
    Puisi

    Puisi Ibnu Kamal, Winarni Dwi Lestari, Heru Antoni

    20 Februari 2022Tidak ada komentar3 Mins Read61 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi dari tiga Penyair di Grup FB Mbludus berhasil terbidik oleh lesatan mata rasa bermakna kurator mbludus.com. Ketiganya adalah: Kekasihku karya Ibnu Kamal, Sajak Lubang Kunci Kepada Anak Kunci besutan
    Winarni Dwi Lestari, dan Puisi Kosong oleh Heru Antoni.

    Penyair Ibnu Kamal dalam puisinya /Kekasihku/ mencoba berusaha menantang tafsir, siapakah sejatinya si Aku lirik ? Penyair itu sendiri,  semacam tulisan di buku harian, atau ada Aku lain selain Penyair, semacam potret kehidupan yang diliput oleh Wartawan. Atau Aku yang lain lagi. Puisi memang kadang punya alam dan bahasanya sendiri.

    Demikian juga /Sajak Lubang Kunci Kepada Anak Kunci/ besutan Penyair Winarni Dwi Lestari.
    Puisi ini memanfaatkan diksi aku sebagai aku lirik dalam rupa huruf kecil semua. Tentu diksi ini pun tidak serta merta bisa diprediksi siapa juga semestinya si aku ini. Ada nuansa informasi tersembunyi yang begitu apik dilantunkan kata demi kata oleh Sang Penyair. Adakah ini semacam catatan perjalanan kepenyairannya atau kah justru menjadi patok duga spiritual dari seorang Penyair Winarni Dwi Lestari. Sepertinya hanya puisi itu sendiri yang menyimpan segala misteri di dalam setiap huruf yang kaya makna, dan menantang untuk dibuka.

    Penyair Heru Antoni menggurit puisinya berjudul /Puisi Kosong/. Di dalam puisi ini, Sang Penyair justru menggunakan kata /ia/ sebagai tokoh ia lirik dalam huruf kecil semua. Pada umumnya kata /ia/ bermakna sebagai orang ketiga tunggal, dan cenderung bermakna sedang tidak bersama dengan yang menyebutkan si /ia/. Kata ini pun juga masih penuh rahasia: siapa sejatinya tokoh ia lirik ini?

    Dari Ketiga puisi tersebut serasa masing masing Penyair mengajak pembaca untuk menelusuri alam pikir penyair yang saling bertegur sapa, padahal mungkin mereka belum mengenal satu sama lain, hanya sebatas mengunggah karya dari dunia pikir,  berlanjut ke layar cahaya sebagai wadah bertukar aksara, itu pun jika bisa bertemu di media publikasi puisi yang kadang perlu mental perjuangan tersendiri, agar terendus oleh sesama penyair, kurator dan atau pecinta sastra. Puisi memang seringkali mempunyai caranya sendiri untuk menemukan takdirnya. Kepada siapa puisi akan dilahirkan.

    Selamat menikmati.

    Ibnu Kamal
    Kekasihku

    Aku memandangmu
    tanpa peduli teori
    sudut pandang
    atau
    cara pandang apapun

    Aku memandangmu
    kerna ketidakberdayaan
    otak dan hatiku

    Aku ikuti alur pandangku
    semau maunya

    Dan aku bersamamu kini

    Winarni Dwi Lestari
    Sajak Lubang Kunci Kepada Anak Kunci

    lindungi aku dari setiap mata
    yang mengintip-intip mencoba cari tahu.
    ada bisik, pekik (untuk setiap sapa)
    ada desah, serapah (yang tak berujung jumpa)
    pada telingaku yang terlampau peka.
    mata-mata tak bertelinga
    namun selalu mencuri-curi dengar kabar.

    tangan-tangan genit meraba-raba bibirku,
    setelah suara ketuk tak pedulikannya,
    kau halau segera.
    ah, aku selalu saja tersipu
    kau menggeliat geli saat kugelitik
    lalu kita beradu menciptakan bunyi klik
    jangan pedulikan handle yang memalingkan muka,
    juga derit engsel itu
    katamu sambil tertawa kecil menggoda.

    diam-diam aku selalu mendamba hadirmu
    meski angin yang jahat dan pandai bersiasat itu
    mengaburkan kabar tentangmu.
    karena kau adalah tabir penutup segenap aibku
    meski kau juga kunci pembuka semesta rahasia
    yang tersembunyi di balik pintu.

    Tuban 2014

    Heru Antoni
    Puisi Kosong

    ia berharap tidak ada lagi puisi
    di antara meja dan kursi berdebu

    kata-kata tersedak ambigu
    makna hilang entah kemana;
    hidup hanya sekedar syair
    rengekan tersasar di jalan
    menuju ruang pesakitan

    saat penyair lupa kalimat
    keindahan terserap kabut
    mengumbar kebodohan
    di atas mimbar panggung
    dengan pengeras suara
    pekak lantang berdengung

    jika ia tersesat
    matilah ia dalam imaji
    ribuan benda menjerat
    menjadi kosong tanpa isi

    ia berharap tak ada lagi puisi
    sebagai pemanis nama-nama
    sebab hidup bukan cuma nama

    Note : Puisi-puisi di atas dikurasi dari grup Facebook Mbludus Grup

    Puisi Grup Mbludus puisi kehidupan puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleLegenda Tampomas
    Next Article Tiga Pentigraf Cinta

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202611 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20266 Views

    Wisata Modern Pantai Kesambi

    24 April 20267 Views

    Pesona Kolam Renang Cikomboy

    24 April 202611 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (160)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.