Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi D’ Eros Sudarjono dan Amelia Yuliyanti
    Puisi

    Puisi D’ Eros Sudarjono dan Amelia Yuliyanti

    13 Desember 2021Updated:13 Desember 2021Tidak ada komentar3 Mins Read47 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi D’Eros Sudarjono
    Janji Ibu, Rudy dan Mimpi

    Dalam kertas terlipat menggeliat hasrat
    sekumpul angan tergenggam erat
    berikat ucap lembut nasehat

    Cerita akan terus berjalan
    meski sarat terasa kian membeban
    perlukah kau tanya “Apa yang akan kulakukan?”
    jika harus ada yang tersisakan
    maka semua kembali pada kuasa Tuhan

    Dan ketika Gatotkaca mengangkasa
    senyum di wajahmu akan terlukis di sana
    berhias untai doa
    yang tak mengering saat kemarau tiba

    Jangan pernah berhenti mengajar mimpi
    meski segalanya masih serba tak pasti
    Jangan takut! Tak ada yang retak pada pesawat
    Kalau retak? Tentu saja semuanya akan jatuh dan tamat
    lalu di lengan itu cinta makin terpagut lekat

    Jombang, 12 September 2021
     
    *)Rudy adalah nama panggilan Habibie saat masih anak-anak
    *)N250 Gatotkaca merupakan pesawat pertama buatan Indonesia yang digagas oleh BJ Habibie

    D’ Eros Sudarjono, lahir di Jombang 1970. Jebolan Fak. Bahasa & Sastra Inggris, selain menulis gurit dan puisi juga melukis (sketsa). Puluhan karyanya sudah diterbitkan dalam beberapa antologi. Beberapa naskah juga pernah dimuat dalam beberapa media cetak dan elektronik.

    Puisi Amelia Yuliyanti
    Di Balik Jendela Tua

    Gemericik suara air mengalir melalui sela-sela talang rumah ibu
    ibu tertunduk dengan khidmatnya menikmati tiap pola yang ia bentuk
    benang-benang pun bergerilya bersama jarum kecil
    menelusup kain mencari posisi untuk disinggahi
    hingga terbentuk pola pada kain di pangkuan ibu
    sedang jarum jam terus berdenting
    hujan pun makin lebat

    deng deng deng
    deng deng deng

    ibu tetap di balik jendela menikmati rajutannya
    rumah terasa dingin, sebab ibu tak pernah nyalakan tungku
    kakinya bengkak
    mukanya memucat
    barangkali memang itu efek dari penyakit yang ia derita
    malam semakin malam ibu tak kunjung bangkit
    kini bergantian sang burung hantu yang berkicau menemani ibu
    barangkali ibu menunggu anak-anaknya di kota orang
    menanti kabar dari Buya dan Lasmi

    barangkali ada kiriman pos dari kota
    barangakali Buya menelepon ibu
    barangkali Lasmi mengirim pesan

    hingga ia tak jengah duduk di balik jendela tua
    dan terdengar suara “aku pulang ibu”
    namun, malam harus pergi
    pagi pun menyapa bersama mentari di ufuk sana
    ibu meringkuk di balik jendela tua
    tak ada suara glotak glotak seperti biasanya
    rumah ibu tak bisa mengisi kekosongannya sendiri
    jarum jam pun turut terhenti
    jarum jahit dan kain tak lagi di pangkuannya
    mereka tergeletak di bawah kaki ibu
    rajutan telah rapih dengan sebuah renda ditiap sisinya
    benang kuning sebagai warna kesukaan ibu turut bergabung dalam rajutan
    tertulis gamblang “ibu pulang”

    tak ada Buya
    tak ada Lasmi

    ibu tidur tenang bersama jam yang berhenti berdenting
    meringkuk diri di balik jendela tua

    Paguyangan, 2020

    Daun Oktober

    Pagi hari di musim peralihan
    daun-daun mulai berganti shift
    terbang ke sana ke mari mencari tempat ternyaman
    tak jarang mereka akan tersesat
    atau, barangkali pura-pura tersesat
    atau, memang benar tak tahu arah pulang
    entah…
    alasan apa yang membuat mereka lenyap
    entah…
    demi lahirnya daun baru
    atau, sekadar agar dijadikan fondasi rumah
    oleh para burung pekerja

    Paguyangan, Oktober 2021

    Amelia Yuliyanti, perempuan kelahiran Juli 1999 di Brebes, Jawa Tengah. Merupakan mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Peradaban. Hobi menonton drama Korea dan menulis. Beberapa karyanya berupa puisi dan cerpen yang terhimpun dalam buku antologi, novel Saudade, serta artikel opini yang terbit di koran seperti Radar Tegal, Satelit Post, Pantura Post, dll.

    Puisi Cinta puisi kehidupan puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleGadis Kecil yang Menyimpan Sebait Puisi Doa di Bibirnya
    Next Article Penghargaan Anugerah Litera 2021

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202611 Views

    Objek Wisata Djoyland Haurgeulis

    13 April 202617 Views

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 202656 Views

    Sensasi Wahana Banana Boat di Kuningan Jawa Barat

    12 April 202616 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (154)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.