Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sains » Perubahan Teknologi
    Sains

    Perubahan Teknologi

    16 Agustus 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read25 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    JAMAN SELALU BERUBAH
    MERDEKA BERKENDARA TANPA POLUSI UDARA
     
    Entahlah siapa menentukan siapa, atau apa mempengaruhi apa.
    Khususnya di dunia teknologi.
    Teknologi mempengaruhi kehidupan manusia
    atau kehidupan manusialah yang menentukan kelahiran teknologi.
    Tentu berbagai bahasan akan muncul di seputar fenomena ini.

    Terlepas dari hukum timbal balik tersebut, hampir terasa setiap hari
    ada berita penemuan baru di bidang sains dan teknologi.
    Ada kabar baik di satu sisi, dan kabar duka di sisi lain.
    Sebab selalu akan berlaku hampir mirip hukum rimba:
    Siapa yang paling canggih, paling murah, dan paling mudah digunakan.
    Dia akan muncul sebagai pemenang.

    Beberapa raksasa teknologi hebat di masa lalu.
    Tiba tiba dipaksa tidak ada gunanya, dan bangkrut tinggal nama.
    Sebut saja teknologi telepon kabel.
    Di tahun Sembilan belas delapan puluhan siapa yang tidak bangga,

    jika di rumahnya sudah terpasang telepon kabel. Serasa sudah naik status sosial menjadi orang modern dengan memiliki telepon kabel.

    Bagi yang tidak punya telepon kabel, cukup berkabar melalui surat menyurat.

    Telegram pun menjadi semacam gengsi tersendiri bagi mereka yang bisa berkirim kabar jarak jauh. Sebab di jaman itu ongkos kirim pesan melalui telegram harganya mahal, agar cepat sampai ke tujuan. Untuk antisipasi harga mahal, cara menulis di Telegram pun diajarkan di Sekolah Dasar, karena harga kirim telegram juga berhubungan dengan jumlah huruf yang digunakan. Makin banyak huruf, harga pun semakin mahal.

    Di awal tahun sembilan puluhan, Perusahaan Telekomunikasi mulai memperkenalkan alat bernama Pager yaitu alat pengirim dan penerima pesan tulisan jarak jauh pengganti telegram.Tak lama kemudian muncul Telepon mobil tanpa kabel, dan akhirnya keluar teknologi Hand Phone (HP) yang kita kenal saat ini dengan berbagai menu aplikasi lengkap dalam satu HP saja.

    [iklan]

    Karakter HP saat ini adalah : harga jual relatif murah, canggih, dan mudah digunakan ditambah tersedia berbagai aplikasi lengkap. Biaya operasional pun murah.
    Fenomena kemunculan teknologi HP ini meluluhlantakkan tatanan ekonomi,sosial bahkan kehidupan manusia yang sudah lama terasa mapan, tiba tiba dipaksa menghadapi kenyataan harus tutup usaha, padahal tadinya mungkin telah menjadi raksasa ekonomi. Sebut saja beberapa teknologi dan usaha yang menjadi kurban teknologi HP.,bahkan sudah hilang dari peredaran, diantaranya : Bisnis perangko surat yang tadinya untuk keperluan surat menyurat sekarang menjadi benda koleksi saja, Telegram, Telepon kabel (sudah jarang dipakai), Wartel, Warnet, HP jaman dulu (jadul) yang hanya bisa menerima dan mengirim Telepon saja, alat komunikasi Pager pengirim & penerima pesan. Bisa jadi semua itu tinggal cerita.

    Senada dengan fenomena di atas, sekarang dunia teknologi sedang bergairah memenuhi semangat Go Green, kembali ke alam,diantaranya bangkit lagi semangat menggunakan mobil listrik maupun sepeda motor listrik.Saat ini memang terasa masih mahal jika dibandingkan dengan mobil bertenaga bahan bakar hidrokarbon semacam bensin, premium, pertalite, maupun pertamax. Seperti awal mula kemunculan HP di awal tahun sembilan puluhan. Harganya mahal, sulit dijangkau bagi masyarakat umum.

    Namun saat ini, hampir tidak ada orang yang tidak punya HP., bahkan satu orang bisa memiliki lebih dari satu HP., harganya sangat terjangkau.

    Begitu juga kendaraan bertenaga listrik, jika terus diproduksi, dipakai dan dikembangkan sudah tentu akan diperoleh produk kendaraan yang murah, canggih, mudah digunakan dan dilengkapi dengan berbagai aplikasi. Apalagi jika pembangkit listriknya pun berasal dari pembangkit listrik tenaga non-hidrokarbon.

    Pada ujungnya kemunculan kendaraan bertenaga listrik dimungkinkan akan terjadi resiko yang sama seperti kelahiran HP., bisa menimbulkan banyak kurban, terutama kendaraan berbahan bakar hidrokarbon. Kendaraan ini akan terasa menjadi kendaraan yang begitu jadul, ditambah  teknologi permesinan di bidang motor bakar sebagai mesin konversi energi di mobil misalnya, hampir tidak mengalami kemajuan yang berarti. Padahal sudah puluhan tahun sistem konversi energi motor bakar dimanfaatkan, yakni sejak siklus Otto dan atau siklus Diesel ditemukan sebagai peletak dasar mesin berbahan bakar bensin maupun solar.

    Kendaraan tenaga listrik menjadi solusi terhindar dari polusi udara, polusi suara, dan ramah lingkungan. Apalagi jika ditemukan sistem smart genteng, yaitu genteng yang bisa berfungsi sebagai atap, sekaligus berfungsi sebagai solar cell penghasil listrik. Jika harganya murah, canggih, awet, dan mudah digunakan, bisa jadi setiap rumah memasang smart genteng di seluruh atap rumah. Sehingga pada saat musim kemarau selama enam bulan rata rata di Indonesia, berarti enam bulan tidak membayar biaya listrik, dan bisa digunakan untuk mengisi baterei kendaraan bertenaga listrik.

    Beberapa Negara maju sudah memanfaatkan kendaraan bertenaga listrik, Indonesia  menyusul. Kendaraan mobil dan sepeda motor bertenaga listrik, bis kota milik pemerintah pun bisa mengikuti jejak kereta api listrik yang sudah beropersi lebih dulu.

    Semuanya siap siap menuju jaman baru: kendaraan bertenaga listrik.

    Merdeka dari Polusi Udara dan Merdeka dari Polusi Suara! (AB)

    Mobil Listrik Pergantian Teknologi Teknologi Masa Kini
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePelantikan Jabatan di LAPAN
    Next Article Cita – Cita Alif

    Postingan Terkait

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 2026

    Perpanjang Masa Bonus Demografi Melalui Pemanfaatan Teknologi

    19 Januari 2025

    SAF Bahan Bakar Alternatif untuk Pesawat Udara

    20 April 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202618 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202647 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.