Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Pendidikan » Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Bahasa Asing
    Pendidikan

    Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Bahasa Asing

    19 September 2019Updated:13 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read299 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Metode Pembelajaran
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Bahasa Asing

    Nana Supriyana, S.Pd[1]

    Model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan satu di antara model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru sehingga secara otomatis guru berarti juga menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) dalam pembelajarannya. Pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa memperoleh pengetahuan berdasarkan cara kerja ilmiah. Melalui pendekatan saintifik ini siswa akan diajak meniti jembatan emas sehingga ia tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan (knowledge) semata tetapi juga akan mendapatkan keterampilan dan sikap-sikap yang dibutuhkan dalam kehidupannya kelak. Saat belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek ini, siswa dapat berlatih menalar secara induktif (inductive reasoning). Sebagai salah satu model pembelajaran dalam pendekatan saintifik, project based learning (model pembelajaran berbasis proyek) sangat sesuai dengan Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran IV mengenai proses pembelajaran yang harus memuat 5M, yaitu: (1) mengamati; (2) menanya; (3) mengumpulkan informasi; (4) mengasosiasi; dan (5) mengkomunikasikan.

    [iklan]

    Dalam model pembelajaran berbasis proyek ini, siswa melakukan pembelajaran aktif. Mereka benar-benar akan dibuat aktif baik secara hands on (melalui kegiatan-kegiatan fisik), maupun secara minds on (melalui kegiatan-kegiatan berpikir/secara mental). Dalam belajar bahasa asing dibutuhkan model pembelajaran seperti ini, dimana siswa atau peserta didik dapat memahami teori dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Asing, khususnya bahasa Inggris yang jarang digunakan oleh siswa atau peserta didik akan dapat tersampaikan dengan baik, dan mereka tentu saja dapat perlahan menjadi pembelajar aktif di sekolah maupun di mana saja.

    Metode Pembelajaran

    Membuat film pendek adalah satu di antara media pendekatan saintifik yang dapat digunakan oleh guru dan murid dalam pembelajaran bahasa asing. Mengapa harus film, dan apakah film ada keterikatannya dengan teori pembelajaran bahasa asing? Mari kita diskusikan sejenak. Di dalam membuat film, kita membutuhkan naskah. Nah, naskah selalu berhubungan dengan bahasa, dan dalam membuat naskah tentu saja teori-teori percakapan dalam bahasa asing dapat digunakan, misalkan tentang ‘Degrees of Comparison, Passive Voice’ dan lain-lain di mana teori itu dapat dimunculkan dalam dialog di film itu sehingga siswa atau peserta didik dapat mengetahui fungsi teori dengan baik. Penemuan fungsi-fungsi teori pembelajaran bahasa asing ini dalam percakapannya dapat membantu siswa memahami lebih dalam lagi tentang bahasa asing itu sendiri, sekaligus menjadi ajang latihan dalam melancarkan pengucapan agar lebih terbiasa.

    Pengembangan model pembelajaran ini sangat penting untuk terus dievaluasi oleh guru agar dapat digunakan dengan baik dan benar. Dalam rasional perubahan kurikulum sebelumnya KTSP/Kurikulum 2006 ke Kurikulum 2013 disebutkan bahwa perkembangan pengetahuan dan pedagogi dalam hal ini neurologi, psikologi, observation based (discovery) learning dan collaborative learning adalah satu di antara alasan pentingnya perubahan kurikulum. Hal ini tentu berimplikasi pada model-model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan mengajar di sekolah. Satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk digunakan adalah model pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, karena mengingat karakteristik-karakteristik unggul dari model pembelajaran ini yang mampu mengakomodasi alasan tersebut di atas.

    Metode Pembelajaran

    Selain itu pembelajaran tentunya harus diubah dari kecenderungan lama (satu arah) agar menjadi lebih interaktif (multiarah). Melalui model pembelajaran ini, siswa juga akan dapat diharapkan menjadi aktif menyelidiki (belajar) dengan menyajikan dunia nyata (bukan abstrak) kepada mereka. Di dalam model pembelajaran ini, siswa akan bekerja secara tim (berkelompok) kooperatif dan mengubah pemikiran faktual semata menjadi pemikiran yang lebih kritis dan analitis. Pembelajaran berbasis proyek juga dapat memberikan hasil belajar dalam bentuk pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill atau psikomotor), dan sikap (attitude atau afektif), maka penilaiannya pun dilakukan untuk ketiga ranah ini. Bentuk penilaian dapat berupa tes atau nontes. Sebaiknya penilaian yang dilakukan untuk model pembelajaran berbasis proyek ini lebih mengutamakan aspek kemampuan siswa dalam mengelola aktivitas-aktivitas mereka dalam penyelesaian proyek yang dipilih dan dirancangnya, relevansi atau kesesuaian proyek dengan topik pembelajaran yang sedang dipelajari hingga keaslian (orisinalitas) proyek yang mereka garap.

    Saya ucapkan selamat bagi guru-guru yang telah menggunakan model pembelajaran ini, selalu kreatif dan inovatif! Saya pun menggunakan model pembelajaran ini, dan hasilnya sungguh menggembirakan bagi saya maupun siswa atau peserta didik itu sendiri, silakan klik di sini hasilnya.

    https://www.youtube.com/channel/UCBIWJBZMVs4ZyaZWgAYBx9g

    [1] Nana Supriyana, S.Pd. Seorang guru yang menulis, peraih penghargaan Acarya Sastra IV Kemendikbud 2015.

    metode pembelajaran project based learning proses belajar mengajar
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleKontroversi Film The Santri
    Next Article Pulau Perak Surganya Pantai Jakarta

    Postingan Terkait

    Membaca Peta Jalan Pemikiran Gus Dur: Catatan dari Esai Republik Bumi di Surga

    31 Mei 2025

    Bahasa Indonesia sebagai Alat Komunikasi dan Persatuan Bangsa

    23 Oktober 2024

    Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Digital

    23 Oktober 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.