Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Nasi Megono
    Tradisi

    Nasi Megono

    31 Agustus 2022Tidak ada komentar3 Mins Read32 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Nasi Megono
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Makanan tradisional  Indonesia  yang menjadi favorit?

    Dilansir dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2017, dari daftar dua puluh negara penghasil rempah terbanyak di dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-lima setelah India, Turkey, Bangladesh, dan China. Indonesia memproduksi rempah sebanyak 110, 387 Ton. Tidak heran jika Indonesia memiliki banyak sekali ragam makanan nusantara. Makanan tradisional maupun Modern.

    Saking banyaknya ragam kuliner Indonesia yang enak, di antaranya ada sepuluh daftar makanan Indonesia yang terkenal di dunia, seperti: Rendang dari Padang, gudeg dari Yogyakarta, berbagai jenis sate, Nasi Rawon dari Jawa Timur, Ayam Taliwang dari Nusa Tenggara Barat, Kerak Telor dari Jakarta,  Nasi Goreng dan Mie Goreng, Gado-Gado, Soto,dan Sop Buntut.

    Kali ini mbudus.com akan mengenalkan kepada pembaca salah satu makanan khas daerah yang menggunakan banyak bahan rempah untuk memasaknya dan menggunakan bahan utama nangka muda.

    Pasti tidak sedikit dari kalian yang merasa asing dengan namanya. MEGONO merupakan makanan khas dari Pekalongan, Jawa Tengah. Meski begitu, Megono juga bisa ditemukan di sepanjang kawasan pantai utara, seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Batang.

    Dahulu, Megono biasa dimasak ketika ada perhelatan besar seperti hajatan, atau untuk acara tasyakuran. Namun sekarang, hampir banyak sekali dijumpai lesehan Megono di pinggiran jalan sepanjang arah Pekalongan-Batang. Mereka menyajikan nasi dan megono dalam bungkusan daun pisang. Porsinya sengaja dibuat sedikit. Biasanya seorang pengunjung bisa menghabiskan dua hingga empat bungkus. Adapun lauk pelengkap, seperti : tempe goreng tepung, sate usus, sate telur puyuh, cumi masak hitam, pepes ikan, dan lain-lain.

    Jika biasanya nangka diolah menjadi sayur atau gudeg, di Pekalongan nangka juga dijadikan variasi lain untuk Megono. Nangka yang digunakan untuk Megono harus nangka muda. Tahapan proses pembuatan megono  cukup rumit, dan terbilang masih orisinal. Karena nangka yang akan digunakan harus dicincang sampai halus, dan belum ada mesin yang dirancang khusus untuk mengerjakannya. Kamu harus murni menyincang dengan menggunakan tangan. Para perantau yang lama tidak pulang pasti merindukan makanan ini. Jarang sekali ditemukan di kota lain.

    Sebenarnya yang menjadi khas dari bahan makanan ini adalah Bunga Kecombrang. Kecombrang merupakan sejenis tumbuhan rempah dan tumbuhan tahunan. Bunga, buah, serta bijinya bisa digunakan untuk bahan sayuran. Namun semakin ke sini, banyak orang yang tidak cocok dengan aroma dan rasa bunga kecombrang yang agak getir. Jadi, bunga kecombrang sering ditiadakan dalam pengolahan Megono.

    Adapun komposisi bahan dan tahapan membuat Megono adalah seperti berikut ini:

    KOMPOSISI;

    – 500 gram nangka muda
    – 1/2 butir kelapa untuk diparut
    – 6 buah Bawang Merah
    – 3 siung Bawang Putih
    – 1 sendok teh Ketumbar
    – 1 sendok teh lada
    – 3 biji Kemiri
    – 1 sendok teh Terasi
    – 2 ruas Kencur
    – secukupnya Garam
    – 4 buah cabe merah
    – 1 batang daun serai
    – 2 lembar Daun Salam
    – 2 ruas Lengkuas (Laos)
    – 2 lembar Daun Jeruk
    – secukupnya Gula Pasir
    – penyedap rasa secukupnya

    CARA MEMBUAT;

    Bagian 1
    Haluskan bawang merah,  bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, garam dan gula pasir, lada. Lalu tumis bahan yang sudah dihaluskan, masukkan lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan batang serai. Setelah harum, masukkan kelapa yang sudah diparut. Aduk terus, masak dengan api kecil hingga warna kelapa agak kecoklatan.

    Bagian 2
    Kukus nangka yang sudah dicincang halus sampai empuk.

    Langkah akhir.
    Campurkan bahan bagian 1 dan bagian 2. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk. Tambahkan garam dan penyedap. Masak hingga semuanya tercampur rata.

    Sajikan  selagi masih hangat. Selamat mencoba. (TNY)

    makanan khas indonesia Makanan Khas Jawa Tengah makanan tradisional indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleFilosofi Anak Ayam
    Next Article Zamioculcas Zamiifolia Si Pohon Dolar

    Postingan Terkait

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 2026

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202618 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202644 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.