Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Drama » Mengenal Drama
    Drama

    Mengenal Drama

    28 Desember 2019Tidak ada komentar7 Mins Read181 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Mengenal Drama

    Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Berdasarkan etimologi, kata drama berasal dari Bahasa Yunani dram yang berarti aksi, perbuatan, dan pertunjukan pentas. Drama dapat diwujudkan dengan berbagai media di atas panggung, film, dan televisi.

    Drama terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera. Di Indonesia, pertunjukan sejenis drama mempunyai istilah yang bermacam-macam. Seperti, wayang opera, ketoprak, ludruk (Jawa Tengah dan Jawa Timur), lenong (Betawi), randai (Minang), Reog (Jawa Barat), rangda (Bali), dsb. (Padi, 2013: 47).

    Pergelaran drama yang ada pada mulanya merupakan bagian dari upacara keagamaan, kemudian berkembang menjadi pementasan cerita yang berisi konflik-konflik. Kata drama selain diartikan pertunjukan pentas tetapi juga bermakna peristiwa yang menggetarkan. (Misbach, 2006: 18).

    [iklan]

    Drama mempunyai dua arti, yaitu drama dalam arti luas dan drama arti sempit. Dalam arti luas, drama adalah semua bentuk tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukan di depan orang banyak. Dalam arti sempit, drama adalah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas panggung, disajikan dalam bentuk dialog dan gerak berdasarkan naskah, didukung tata panggung, tata lampu, tata musik, tata rias, dan tata busana. (Wiyanto, 2002: 3)

    Aristoteles mendefinisikan drama sebagai tiruan manusia dalam gerak-gerik. Multon mendefinisikan drama sebagai kehidupan yang dilukiskan dengan gerak. Menurut Baltazar Verhagen, drama adalah kesenian yang melukiskan sifat dan sikap manusia dengan gerak. Ferdinand Brunetiere berpendapat bahwa drama merupakan manusia yang diungkapkan dengan action. Sedangkan Alvin B. Kernan menjelaskan bahwa drama berasal dari kata “dran” yang berarti berbuat (to do) atau (to act).

    Kesimpulannya, drama adalah sebuah karya sastra yang berisikan tentang cerita konflik manusia yang dikemas dalam bentuk dialog dengan gerak-gerik yang disusun dengan tujuan untuk diproyeksikan pada pentas sebagai pertunjukan. (Sihabudin dkk., 2009: 7)

    Ada beberapa jenis drama berdasarkan dasarnya. Dasar yang digunakan pun bermacam-macam, yaitu berdasarkan keberadaan naskah, berdasarkan penyajian lakon, berdasarkan sarana dan berdasarkan isi dan sifatnya. (Wiyanto, 2002: 7)

    Drama Berdasarkan Keberadaan Naskah

    Berdasarkan ada atau tidaknya naskah yang digunakan, drama dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu drama tradisional dan drama modern.

    Drama Tradisional

    Drama tradisional disebut juga drama asli. Bentuk drama ini lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat pendukungnya. Drama tradisional sangat akrab dengan masyarakat dan sejiwa dengan masyarakat pemiliknya. Setiap daerah memiliki jenis drama yang berbeda-beda, tergantung dari perbedaan pandangan, jiwa, adat serta keyakinan masyarakat pemiliknya. Meskipun setiap daerah memiliki perbedaan dalam drama ini, namun ciri-cirinya tetap sama. Drama tradisional merupakan bentuk drama yang disusun tanpa menggunakan naskah baku. Pada umumnya, aktor dalam drama tradisional mempunyai hubungan dengan penonton. Aktor dapat berdialog atau meminta pendapat kepada penonton tentang situasi adegan. Tema-tema yang diangkat  dalam drama tradisional merupakan tema-tema yang berkaitan dengan cerita kehidupan penonton. (Sihabudin dkk, 2009: 8)

    Drama tradisional adalah tontonan drama yang tidak menggunakan naskah. Kalaupun ada naskah, naskah itu hanya berupa kerangka cerita dan beberapa catatan yang berkaitan dengan permainan drama. Watak tokoh, dialog, dan gerak-geriknya diserahkan kepada pemain. Dengan cara seperti ini, resiko gagal sangat besar. Contoh drama tradisional adalah ketoprak dari Jawa Tengah, ludruk dari Jawa Timur, dan lenong dari Betawi. (Wiyanto, 2002: 7)

         Ciri-ciri drama tradisional, yaitu:

    1. Cerita yang disajikan sudah dikenal masyarakat.
    2. Pementasan drama tradidional diiringi dengan alat musik.
    3. Tarian, nyanyian dan lawak bukan merupakan bagian pertunjukan yang terpisah, bahkan lawakan biasanya menguasai jalannya pementasan.
    4. Nilai dramatik dilakukan dengan spontan dan tidak terduga.
    5. Hubungan penonton dan pemain sangat akrab.
    6. Pergelaran dilakukan dimana saja.
    7. Sifat drama turun-temurun.
    8. Ceritanya tidak ditulis, melainkan diceritakan garis besarnya saja. (Sihabudin dkk, 2009: 8)

    Drama Modern

    Drama modern merupakan drama hasil pengaruh teater barat. Kehadirannya dibuat dan diadakan oleh seorang pengarang atau seorang sutradara. Ciri-ciri drama modern ini adalah disusun dengan menggunakan naskah yang dapat dibaca dan diperankan oleh aktor. (Sihabudin dkk, 2009: 9)

    Drama modern menggunakan naskah yang berisi dialog dan perbuatan para pemain itu benar-benar diterapkan. Artinya, pemain menghafalkan dialog dan melakukan gerak-gerik seperti yang tertulis dalam naskah. (Wiyanto, 2002: 8)

    Ciri-ciri drama modern, yaitu:

    • Bentuk naskah drama modern disusun dengan tema yang beragam dan umumnya tidak berkaitan dengan masalah kedupan sehari-hari penonton.
    • Naskah drama dilengkapi dengan keterangan gerak, seting, dan suasana.
    • Dialog-dialog harus dihafalkan oleh pemainnya.
    • Hubungan pemain dan drama dan penonton tidak akrab.
    • Dipentaskan di tempat tertentu, seperti panggung.
    • Disusun dengan naskah yang dapat dibaca dan diperankan oleh aktor. (Sihabudin dkk, 2009: 10)

    Drama Berdasarkan Penyajian Lakon

    Berdasarkan penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

    Tragedi

    Tragedi atau duka cerita adalah drama yang penuh kesedihan. Pelaku utama dari awal sampai akhir pertunjukan selalu sial dalam memperjuangkan nasibnya yang jelek. Ujung cerita berakhir dengan kedukaan yang mendalam karena maut menjemput tokoh utama.

    Komedi

    Drama komedi adalah drama penggeli hati. Drama ini penuh dengan kelucuan yang menimbulkan tawa penontonnya. Komedi bukanlah lawak, karena komedi mengandung nilai-nilai drama yang kelucuannya dibangkitkan dengan kata-kata.

    Tragekomedi

    Tragekomedi adalah drama perpaduan antara drama tragedi dengan drama komedi. Isi lakonnya penuh kesedihan namun mengandung hal-hal menggembirakan.

    Opera

    Opera adalah drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik. Lagu yang dinyanyikan pemain satu berbeda dengan lagu yang dinyanyikan pemain lain. Demikian pula irama musik pengiringnya. Drama ini mengutamakan nyanyian dan musik, sedangkan lakonnya hanya sebagai sarana. Opera yang pendek bernama operet.

    Melodrama

    Melodrama adalah drama yang dialognya diucapkan dengan iringan musik. Cara mengucapkannya sesuai dengan iringan melodi pengiringnya. Bahkan pemain sama sekali tidak bicara apa-apa. Pengungkapan perasaannya diungkapkan dengan ekspresi wajah dan gerak-gerik tubuh.

    Farce

    Farce merupakan drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan. Ceritanya berpola komedi.

    Tablo

    Tablo adalah jenis drama yang mengutamakan gerak. Para pemainnya tidak menggunakan dialog , tatapi hanya menggunakan gerakan-gerakan. Jalan cerita dapat diketahui dari gerakan-gerakan dan bunyi-bunyian pengiring (bukan musik).

    Sendratari

    Sendra tari adalah gabungan dari seni drama dan seni tari. Rangkaian peristiwa diwujudkan dalam bentuk tari yang diiringi musik. Sendratari tidak menggunakan dialog, tetapi terkadang hanya dibantu narasi agar penonton memahami peristiwa yang sedang dipentaskan. Contoh sendratari Ramayana yang diiringi gamelan Jawa di Perambanan, Yogyakarta.

    Berdasarkan Sarana

    Berdasarkan sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan kepada penikmat, drama dapat dibedakan menjadi enam jenis, yaitu:

    Drama Panggung. Drama panggung dimainkan oleh para aktor di panggung pertunjukan. Penonton berada di sekitar panggung dan dapat menikmati drama secara langsung.

    Drama Radio. Drama yang menggunakan radio hanya dapat didengarkan, tidak dapat dilihat dan diraba.

    Drama Televisi. Drama televisi hanya dapat dilihat dan didengar. Drama televisi hampir sama dengan drama panggung, namun drama televisi tidak dapat diraba.

    Drama Film. Drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukan di bioskop.

    Drama Wayang. Sarana yang digunakan dalam drama wayang adalah wayang atau golek (boneka kecil) yang dimainkan oleh dalang.

    Drama Boneka. Drama boneka menggunakan sarana boneka yang dimainkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang. (Wiyanto, 2002: 8)

    Berdasarkan Isi dan Sifatnya

    Drama Absurd. Drama absurd adalah drama yang penulisannya tidak mengikuti pola konvensional.

    Drama Ajaran. Drama ajaran adalah suatu alegori dalam bentuk drama.

    Drama Duka. Drama duka yaitu drama yang menampilkan tokoh sedih dan muram yang terlibat dalam situasi gawat dan tidak menguntungkan.

    Drama Dukaria. Drama dukaria adalah drama dengan alur yang sebenarnya lebih cocok untuk drama duka akan tetapi berakhir dengan kebahagiaan seperti drama ria.

    Drama Lirik. Drama lirik yaitu drama yang mengekspresikan tema cerita menurut pandangan hidup dan perasaan pengarangnya.

    Drama Liturgi. Drama liturgi yaitu darma yang dikarang dengan maksuduntuk dipertunjukan sebagai bagian dari upacara keagamaan di gereja.

    Drama Ria yaitu drama yang isinya bersifat menghibur, walaupun selorohan di dalamnya bersifat menyindir dan berakhir dengan kebahagiaan.

    Drama Puisi. Drama puisi adalah drama yang mengandung unsur puisi.

    Drama sejarah

    Drama sejarah yaitu drama yang ditulis berdasarkan bahan-bahan sejarah berupa peristiwa yang disusun secara longgar dan mengikuti urutan waktu. (Sihabudin dkk, 2009: 9)

    drama drama indonesia pengertian drama
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleLegenda Malin Kundang
    Next Article Pantun Malam di Kuburan

    Postingan Terkait

    UBRUG-Teater Tradisional

    15 Februari 2020

    Tata Artistik Pertunjukan

    1 Februari 2020

    Sejarah Teater Dunia

    11 Januari 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202621 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202650 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.