Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Kue Serabi
    Tradisi

    Kue Serabi

    31 Januari 2021Tidak ada komentar3 Mins Read110 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Kue Serabi

    Bentuknya bunder gepeng, bagian tengahnya mumpluk dan pecah mekar. Kalau ditekan terasa empuk. Kalau masih hangat, kita gigit, rasanya…? Hmm… Gurih-gurih manis dan legit, bikin lidah tak mau berhenti goyang-goyang. Itulah dia Serabi, Surabi atau Srabi.  Jajan Pasar atau camilan tradisional nusantara yang cukup populer dan sudah terkenal sejak jaman dulu sampai hari ini. Banyak dijajakan di kota-kota maupun di desa.

    Jenis kuliner tradisional yang bernama Serabi, yang konon katanya berasal dari India Selatan ini, ada 2 jenis yang cukup populer di masyarakat, yaitu Serabi Manis yang disajikan memakai Kinca (gula merah cair) dan Serabi Asin yang ditaburi bumbu di atasnya (Oncom, cokelat, gula, dsb).

    Di Jawa, ada 3 kota yang terkenal dengan Serabinya, yaitu Bandung, Solo, dan Cirebon. Serabi dari ketiga kota tersebut punya ciri khas dan keistimewaan masing-masing, tapi yang pasti serabi dari Solo, Bandung, atau dari Cirebon itu sama-sama legit, gurih.

    SURABI BANDUNG
    Berikut ini adalah penampilan Surabi Bandung yang gurih-gurih empuk.

    Di Bandung atau Jawa Barat, Serabi disebut Surabi. Kue ini dibuat dari bahan dasar tepung terigu, telur dan air kelapa atau santan. Dimasak menggunakan tungku atau anglo yang terbuat dari tanah liat sehingga menghasilkan cita  rasa kue yang khas. Di bagian atasnya biasanya ditambahkan telur ayam yang sudah dikocok, dan seiring dengan perkembangan zaman, topping (hiasan bagian atas) Surabi ini diberi sosis, keju, cokelat atau mayones yang tujuannya adalah untuk memberi kesan bahwa Surabi bukanlah sekedar makanan rendahan.

    SRABI SOLO
    Srabi Solo yang lembut dan legit penampilannya seperti berikut ini.
    Serabi di Solo, Jawa Tengah disebutnya Srabi. Srabi Solo sama gurih dan legitnya dengan Surabi Bandung. Bedanya adalah bahan dasarnya dan cara memasaknya. Bahan dasar untuk pembuatan Srabi Solo adalah Tepung Beras, Gula, Santan Kelapa dan Garam. Tepung beras yang digunakan adalah tepung yang diolah sendiri, bukan tepung instan yang banyak dijual di toko-toko makanan. Sedangkan alat masaknya mengunakan alat besi/baja. Saking lembutnya tektur Srabi Solo bisa digulung dan dibungkus seperti lemper. Rasanya? Hmm… Baru melihat tampilannya saja air liur langsung ngeces menetes.

    SERABI CIREBON
    Serabi Cirebon tak kalah gurih dan legit dengan Surabi Bandung dan Srabi Solo. Yang unik dari Serabi Cirebon ini adalah topping-nya. Ada 4 pilihan serabi yang akan membuat lidah bergoyang. Serabi polos atau original, topping taucho, topping telor dan topping oncom. Di antara pilihan-pilihan tersebut, Serabi Telor adalah yang paling asyik.
    Demikianlah pembaca yang budiman, jika kebetulan anda menjumpai gerai yang menyajikan Camilan Tradisional Serabi, Surabi atau Srabi, silahkan mencicipinya. Pasti ketagihan saking nikmatnya. Uhuuy…! (AY)

    kuliner nusantara makanan khas indonesia makanan tradisional
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleWarisan Aki
    Next Article Perempuan Pasundan

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.