Puisi menafsirkan makna. Setiap peristiwa yang terekam oleh penyair akan memberikan ruang tafsir bagi pembaca. Pengalaman-pengalaman batin dan lahir penyair tertuang dengan larik-larik yang bisa jadi mewakili pembaca. Itulah puisi, hidup pada setiap orang yang peka di sekitarnya. (Redaksi)
[iklan]
Puisi – Puisi BJ Akid
Di Kotaku
Di kotaku
Akan kau temukan sisa-sisa embun
Yang jatuh di ujung daun
Menghantarkan kilau cahaya
Pada tubuhmu yang berdansa
Di kotaku
Pasti kau temukan separuh rembulan
Denyar lampu kota di kejauhan
Berkilau menyerupai bayang-bayang
Di kotaku
Akan kau temukan juga bekas kata-kata
Mengalir di sepanjang tenggara
Dari tatapan luka yang paling lara
Namun, di kotaku
Takkan pernah kau temukan aku
Sebab aku hanya ada dalam ingatanmu
Ketika malam menggambarkan warna rindu.
Sampang,2019
Di Perbatasan Rindu
Cinta yang sekian lama rekah di dadaku
Menyentuh lembut kelopak hatimu
Mengirimkan aroma hujan di penghujung kemarau
Dengan mereka-mereka yang sekian kali menghirup hirau
Rindu yang lahar di rahim waktu
Merabat prasangka yang sudah lama bisu
Bertahan dengan sedap aroma malu
Demi mempertahankan luka di tubuhku
Maka kubaca lagi hidupmu
Merundung indah kesedihan
Mengemis pesona dalam kepergian
Sebelum tetesan embun meghantarkan kilau.
Sampang,2019
Takdir Tafsir
Mari tafsir aku,
Aku akan menafsirmu sebelum kita bertemu
Sejauhnya engkau melangkah
Dan di antara kita cinta mulai rekah
Menjelma kepastian dengan liris kilau pesona
Setelah kemungkinan enggan menerima kilau purnama.
Sepanjang pengetahuanku
Rindu yang selama ini kita adu
Adalah daun-daun yang sempat ragu
Gugur dalam meminang kelembaban rasa
Setelah perjalanan tumbang di lembah kata.
Sampang.2019
Bj. Akid, Lahir Di Lebeng Barat Pasongsongan Sumenep Madura. Menulis Cerpen Dan Puisi. Saat Ini Masih Tercatat Sebagai Santri Tugas Pompes Annuqayah. Yang Mengajar Materi Bahasa Indonesia Di Lembaga AL-Mansyuria Ketapang Sampang. Menjadi Ketua Komunitas Laskar Pena Lubangsa Utara Serta Pengamat Litrasi Di Sanggar Becak Sumenep.
