Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Dongeng » Abu Nawas Mengangkat Masjid
    Dongeng

    Abu Nawas Mengangkat Masjid

    27 Juli 2020Tidak ada komentar4 Mins Read189 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Ceritanya, Abu Nawas yang cerdik, kocak dan bijaksana dipanggil oleh raja Harun Al Rasyid untuk dimintai nasehatnya. Raja Harun Al Rasyid ingin memperluas bangunan istana, tapi terhalang oleh masjid yang mau tak mau harus dibongkar, sementara sang raja merasa sayang kalau mesjid tersebut dibongkar atau dirubuhkan. Baginda ingin masjid itu dipindahkan saja ke tempat lain di sekitar istana.

    Kemudian dalam bincang-bincang di beranda masjid istana, Baginda Raja meminta saran kepada Abu Nawas. “Bagaimana menurut pendapatmu, hai Abu Nawas. Bagaimana caranya memindahkan masjid ini, tapi jangan sampai masjid ini rusak karena saya suka akan keindahan masjid ini,”  kata Baginda Raja.

    [iklan]

    Abu Nawas berpikir sejenak, lalu berkata. “Gampang, baginda raja,” katanya santai.

    “Caranya?” tanya baginda raja penasaran. Abu Nawas langsung menjelaskan idenya. “Begini Baginda raja, bagaimana kalau  baginda raja membuat sayembara saja. Isi sayembara itu adalah: “barang siapa yang bisa memindahkan masjid ini akan mendapat hadiah yang besar.” Begitu saran Abu Nawas.

    Baginda raja mikir sejenak, kemudian langsung menyatakan setuju dengan saran Abu Nawas. Karena itu berkatalah baginda raja: “Baiklah kalau begitu, segera umumkan kepada rakyat, barangsiapa yang dapat memindahkan masjid tanpa ada kerusakan sedkitpun maka akan kuberi hadian unta sebanyak 50 ekor.”

    Maka diumumkanlah sayembara Baginda Raja ini ke masyarakat. Seketika masyarakat menjadi heboh menanggapi sayembara raja tersebut. Banyak kelompok rakyat yang mendaftar ikut sayembara dengan variasi jumlah anggota yang jumlahnya berbeda-beda.  Ketika kemudian sampai pada hari yang telah ditentukan maka seluruh rakyat berkumpul didepan masjid yang akan dipindahkan.

    Di hadapan rakyat dan para peserta sayembara, baginda raja berkata: “Wahai rakyatku yang kucintai, aku ingin membuat sebuah istana yang lebih megah dari yang sudah ada supaya bangsa lain akan lebih hormat kepada negara kita. Nah, barangsiapa yang mampu memindahkan masjid ini maka saya akan berikan kepadanya 50 ekor unta yang gemuk-gemuk. Apabila masjid bisa dipindahkan secara utuh tanpa cacat, akan kutambah hadiahnya dengan 50 keping uang emas.”

    Rakyat bersorak-soray, menyambut dengan gembira dengan tepuk tangan. Samyembara pun segera dimulai, namun sayang seribu kali sayang, dari para peserta yang mendaftar ini tidak ada satu pun yang sanggup memindahkannya. Baginda Raja Harun Al Rasyid jadi bingung, mengapa dari para kelompok peserta sayembara yang jumlahnya ratusan orang tersebut tidak ada satu kelompok pun yang mampu mengerjakannya.

    Ketika melihat Baginda Raja nampak gundah gulana dan kecewa, maka majulah Abu nawas menghadap Baginda, ujarnya dengan penuh rasa hormat: “ Yang Mulia Bagina Raja, karena para peserta sudah tidak ada yang sanggup, ijinkaniah hamba yang melaksanakan tugas ini sendirian.”

    “Sendiri?” tanya Baginda Raja penasaran.
    “Iya Baginda!” jawab Abu Nawas santai tapi meyakinkan.
    “Apa kamu sanggup?” tanya Baginda dengan hati tambah penasaran.
    “Hamba sanggup Baginda, tapi ada syaratnya!” jelas Abu Nawas.
    “Apa pun syaratnya, pasti akan kupenuhi!” kata Baginda dengan penuh semangat.
    “Benarkah Baginda akan memenuhi syarat saya!” tanya  Abu Nawas memastikan.
    “Aku seorang raja, pantang bagiku untuk menjilat ludah kembali. Ayo, katakan! Apa syarat yang kau inginkan!” kata Baginda tak sabaran.

    Sembari tersenyum Abu Nawas lalu menyampaikan syarat yang diinginkan. Katanya: “Masjid ini akan hamba pikul sendirian asalkan ada yang mau meletakkannya di atas pundak hamba, Baginda Raja!”

    Raja pun segera mikir bagaimana caranya meletakkan masjid diatas pundak Abu Nawas, sedangkan peserta yang ratusan orang saja tidak ada yang sanggup menggeser sedikit pun masjid ini. Oleh karena itu, maka berkata Baginda Raja kepada Abu nawas.

    “Sebenarnya apa maksudmu Abu Nawas?” tanya Baginda Raja Harun Al Rayid.

    “Yang mulia Baginda Raja, sesunggunya sebesar dan seberat masjid itulah beban yang ada di pundak Baginda untuk memakmurkan rakyat, dibandingkan hanya memikirkan keindahan istana raja yang tidak begitu penting. Karena itu, utamakanlah kemakmuran rakyat terlebih dahulu, ketimbang harus membangun istana yang megah.” kata Abu Nawas dengan penuh hormat.

    Mendengar perkataan Abu Nawas tersebut, Baginda Raja Harun Al Rasyid tersentak hatinya dan menyadari akan kekeliruaanya. Beliau mengerti maksud dari ucapan Abu Nawas yang bijaksana itu.

    “Terima kasih, Abu Nawas,” katanya, “Engkau telah mengingatkan aku untuk lebih arif dalam memimpin kerajaan ini.”

    Kemudian atas perintah raja segera diadakanlah pesta untuk rakyat. Semua biaya ditanggung oleh Baginda Raja.

    ***

    Dapoer Sastra Tjisaoek Juli 2020
    Diceritakan kembali oleh: Abah Yoyok

    Abu nuwas Cerita Abu Nuwas Dongeng abu nawas
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleAku Jatuh Cinta Lagi
    Next Article Menggambar Bintang : Kisah Seorang Anak Suku Asmat (1)

    Postingan Terkait

    Setana

    23 Januari 2025

    Legenda Batu Menangis

    13 Mei 2024

    Pohon Jati yang Lari-Lari

    23 Desember 2023
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 20267 Views

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.