Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Mencari Rumah
    Puisi

    Mencari Rumah

    23 Agustus 2021Updated:26 Agustus 2021Tidak ada komentar3 Mins Read159 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Yanuar Abdillah Setiadi, Penyair yang Santri ini lahir di Purbalingga, tahun 2001. Sebagai generasi Milenial tentu tidak mengherankan jika hari-harinya akrab dengan Teknologi kekinian.

    Demikian juga beberapa diksi terkini juga tak luput menjadi pilihan apik di dalam puisinya, sebut saja semisal: Laptop, Fitur, Aplikasi, dan citra diri. Disamping itu, pilihan kata lingkungan santri juga mewarnai puisi puisinya kali ini, semisal: kufur, sukur, umat, dan fana.

    Gaya bertutur humor puisinya pun juga terpindai sebagai tuturan gaya Milenial, semisal: Selamat jatuh di hatiku, kau telah sampai rumah, dan ternyata rumahmu adalah hatiku, harapanku semoga kau betah.

    Bahkan satu judul puisi besutan Penyair yang masih mahasiswa ini, juga beraroma Milenial, semisal: Paradoks di Era Milenial.

    Generasi Milenial memang seringkali mempunyai cara ungkap, dan pemilihan gaya serta diksi tersendiri. Selamat menikmati puisi-puisi karya Yanuar Abdillah Setiadi.

    Kehabisan Akal

    Sudah hampir satu jam
    laptop menatapku dengan tatapan
    sinis dan aku menatapnya
    dengan tatapan kosong.

    Aku muak dengan kehampaan ini
    tak ada satu pun kata  dapat aku terka.

    Layar laptop sesekali berkedip
    entah mengejekku yang tak kunjung mengetik
    atau mulai leleh  dengan tingkahku
    yang hanya merenung  tanpa sedikitpun berkutik.

    Aku banyak mengucapkan terimakasih
    kepada laptop dan kehampaan ini yang
    tanpa sengaja memberiku beberapa bait ide
    dan kalian membaca dengan saksama.

    Purwokerto, 15 Agustus 2021

    Paradoks Di Era Milenial

    Manusia bercengkrama dengan orang nan jauh
    di negeri sana sedangkan seorang
    di depan mata terdiam
    merana.

    Memamerkan rupa diri di khalayak dengan
    sangat apik guna  memikat hati para pengikutnya
    namun  melupakan privasi dan jati diri.
    Hingga merasa asing sendiri .

    Memugar kecantikan lewat berbagai fitur
    layaknya publik figur.
    Bagiku mereka hanya sedang merasa kufur
    dan kurang bersukur.

    Berbagai aplikasi diluncurkan untuk mempermudah
    kelangsungan hidup umat manusia bukan untuk
    memamerkan citra  diri dan merasa paling wah sendiri
    bahkan saling mencaci sana-sini.

    Purwokerto, 15 Agustus 2021

    Mencari Rumah

    Aku sangat hati-hati dalam
    meniti jalan menuju rumah agar tak
    salah melangkah
    Aku siapkan berbagai tanda dan simbol
    agar tak kehilangan arah

    Aku pernah tergelincir ke jurang sebelah kanan,
    tapi kau dengan sigap menjulurkan tangan
    dan mengangkat aku perlahan hingga
    aku bisa beranjak dan melanjutkan perjalanan

    Aku pernah terjatuh ke jurang sebelah kiri
    dan tanpa basa basi kau melemparkan
    tali menarikku dengan sepenuh hati
    hingga aku bisa lekas  meniti kembali

    Di ujung jalan menuju rumahku,
    aku kehilangan arah.
    Kuputuskan mundur beberapa langkah
    Kau dengan cuek dan  tanpa rasa bersalah
    membiarkanku terjatuh

    Tak berselang lama kau malah mengucapkan selamat.
    “Selamat jatuh di hatiku, kau telah
    sampai rumah, dan ternyata  rumahmu adalah
    hatiku, harapanku semoga kau betah”

    Purwokerto, 16 Agustus  2021

    Komposisi Kopi

    Kopi adalah paduan
    rasa pahit manis yang pas.
    Pahit yang dihasilkan
    oleh kegagalan selama hidup
    di dunia yang fana.
    Manis yang diperas dari
    cucuran keringat kepayahan di masa
    lampau.

    Kenikmatan kopi begitu
    lezat bagi bibir yang dengan
    kelu -kelu sejatinya karena telah terlampau
    payah dalam berusaha- menyeruputnya
    dan ia memancarkan wajah senyum dan
    sumringah.

    Ia tau betul  bahwa  pahit dan manisnya kopi
    telah ditaklukan oleh bibir lugunya.

    Purwokerto, 16 Agustus 2021

    Yanuar Abdillah Setiadi, lahir di Purbalingga, 01 Januari 2001. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Syaifuddin Zuhri Purwokerto. Santri Pondok  Pesantren Modern El-Furqon Purwokerto

    komunita penulis purwokerto penulis purwokerto puisi kehidupan
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSetengah Hari di Bulan Agustus
    Next Article Seribu Tahun Lagi

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20267 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202661 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202630 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.