Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » “Yang Fana adalah Waktu”, Lima Puisi Pilihan Sapardi Djoko Damono
    Puisi

    “Yang Fana adalah Waktu”, Lima Puisi Pilihan Sapardi Djoko Damono

    19 Juli 2020Updated:19 Juli 2020Tidak ada komentar2 Mins Read51 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    sapardi djoko
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Sapardi Djoko Damono lahir di Surakarta pada tanggal 20 Maret 1940. Hari ini, 19 Juli 2020, setelah menggenapkan usianya yang ke 80 tahun, Sapardi pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan kita semua di jagad sastra Indonesia. Meski jasadnya kini tak lagi ada, ia akan tetap mengada di antara larik-larik sajak, di sela-sela huruf sajaknya yang kita baca.

    Sapardi telah banyak mengajarkan kita lewat puisi-puisinya, terutama tentang kesederhanaan yang sejatinya tidak sederhana. Seperti kesederhanaan mencintai, seibarat kayu kepada api yang menjadikannya abu.

    Selamat jalan, Sapardi. Perjumpaan kita akan tetap abadi.

    [iklan]

    Aku Ingin

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
    awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

    Hujan Bulan Juni

    tak ada yang lebih tabah
    dari hujan bulan Juni
    dirahasiakannya rintik rindunya
    kepada pohon berbunga itu

    tak ada yang lebih bijak
    dari hujan bulan Juni
    dihapusnya jejak-jejak kakinya
    yang ragu-ragu di jalan itu

    tak ada yang lebih arif
    dari hujan bulan Juni
    dibiarkannya yang tak terucapkan
    diserap akar pohon bunga itu

    Pada Suatu Hari Nanti

    pada suatu hari nanti
    jasadku tak akan ada lagi
    tapi dalam bait-bait sajak ini
    kau tak akan kurelakan sendiri

    pada suatu hari nanti
    suaraku tak terdengar lagi
    tapi di antara larik-larik sajak ini
    kau akan tetap kusiasati

    pada suatu hari nanti
    impianku pun tak dikenal lagi
    namun di sela-sela huruf sajak
    kau tak akan letih-letihnya kucari

    Yang Fana adalah Waktu

    Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
    memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
    sampai pada suatu hari
    kita lupa untuk apa.
    “Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
    tanyamu.
    Kita abadi.

    Sementara Kita Saling Berbisik

    sementara kita saling berbisik
    untuk lebih lama tinggal
    pada debu, cinta yang tinggal berupa
    bunga kertas dan lintasan angka-angka

    ketika kita saling berbisik
    di luar semakin sengit malam hari
    memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa

    unggun api sebelum fajar. ada yang masih bersikeras abadi.

    hujan bulan juni puisi liris sapardi djoko damono
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBlanceng Memang Mentereng
    Next Article Selepas Hujan Bulan Juni

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 202610 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202675 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202639 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202615 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.