Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Lingkungan » Blanceng Memang Mentereng
    Lingkungan

    Blanceng Memang Mentereng

    17 Juli 2020Tidak ada komentar5 Mins Read1,659 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Blanceng (Dieffenbachia) adalah tanaman hias daun yang berpenampilan selalu tampak segar ketika berada di dalam ruangan. Pada dasarnya tanaman Blanceng mudah menyesuaikan diri di lingkungan temaram sinar matahari, bahkan bisa tumbuh bongsor tanpa perlakuan pemeliharaan yang rumit. Adapun nama Dieffenbachia diberikan oleh Heinrich Wilhelm Schott, Direktur Kebun Raya di Wina. Nama ini untuk menghormati Kepala tukang kebun yang bernama Joseph Dieffenbach (1796–1863) demikian menurut laman https://candidegardening.com.

    Tanaman Blanceng memang mentereng, tampilan tanaman ini indah, anggun, tahan terhadap serangan penyakit, dan tidak perlu pemeliharaan yang rumit, cukup sederhana saja. Batang dan akarnya pun tidak mudah busuk meski lama berada di lingkungan yang tergenang air. Namun demikian kondisi media tanam yang lembab tetap menjadi pilihan yang lebih baik bagi Blanceng, dari pada terlalu kering maupun terlalu basah, media tanamnya jangan sampai selalu tergenang air.

    [iklan]

    Di sisi lain Blanceng seringkali dikira sebagai Aglonema, meskipun masih berasal dari satu keluarga Araceae, tetapi mereka berbeda. Sekilas perbedaannya bisa dilihat di Gambar 1. Kadang kadang keduanya dikenal sebagai tanaman Sri Rejeki. Tanaman pembawa tambahan rejeki, terutama karena mampu menghasilkan Oksigen segar dan membersihkan Udara di sekitarnya.

    Tanaman Aglonema pada umumnya jika dipotong batang dan atau daunnya akan bergetah. Getah yang keluar tidak menyebabkan iritasi atau gatal-gatal di kulit, dan tidak berbau. Disamping itu daunnya mempunyai warna bervariasi: putih, hijau, merah dan kuning.

    Sedangkan Blanceng, jika dipotong batang dan atau daunnya, akan mengeluarkan aroma khas tidak sedap dan bergetah. Getah Blanceng bisa menimbulkan iritasi maupun gatal-gatal jika terkena kulit. Cara menghilangkan rasa gatal tersebut cukup hanya dibilas dengan air sabun dan air bersih, tidak lama kemudian rasa gatalnya pun hilang. Warna daun Blanceng hanya terdiri dari warna: hijau, bintik bintik putih, bercak putih, maupun putih polos bergaris hijau. Sederhana memang, tetapi justru kesederhanaan warnanya ini menjadi daya tarik tersendiri jika telah terpajang di dalam ruangan. Kesan anggun, berwibawa dan damai akan terasa menyembul dari tanaman Blanceng.

    PEMELIHARAAN  BLANCENG
    Seperti pemeliharaan tanaman hias daun pada umumnya yang bertujuan untuk memperoleh tampilan tanaman yang paling optimal: anggun, indah dan sehat. Hanya bedanya pemeliharaan tanaman Blanceng tidak serumit tanaman hias daun yang lain, semisal Anthurium, Philodendron maupun Aglonema.

    Nutrisi tanaman berasal dari campuran: Kompos organik, Tanah merah, Sekam padi, dan Cocopeat, masing-masing berkomposisi satu bagian. Campuran ini menjadi media tanam ideal bagi Blanceng. Ditambah penyiraman air bersih secukupnya, dan sinar marahari temaram akan membuat Blanceng tampak segar dan mentereng dengan corak daun yang kontras antara hijau segar dan bercak putih atau pun sedikit hijau muda.

    Dalam pemeliharaan tentu tidak lepas dari pencegahan serangan hama, seperti Keong, Ulet dan Belalang. Mereka paling suka memakan daun Blanceng. Oleh sebab itu memeriksa Blanceng pada saat-saat tertentu memang diperlukan, misalnya apakah ada tanda-tanda jejak Keong di seputar tanaman, jika ada, segera temukan Keongnya dan hindarkan agar tidak memakan daun Blanceng.

    Begitu juga Belalang dan Ulat pemakan daun. Kedua hama ini bisa dicegah dengan menyemprotkan racun anti serangga, jika tanaman ditaruh di area terbuka seperti di bawah pohon rindang, biasanya paling lama sebulan sekali. Jika ditaruh di dalam ruangan, seringkali hampir tidak ada hama yang menyerang tanaman Blanceng.

    BUDIDAYA BLANCENG
    Tanaman Blanceng dapat dibudidaya melalui cara stek batang. Adapun tata cara budidaya perbanyakan melalui stek batang Blanceng adalah sebagai berikut :

    • Pilih batang yang sudah agak tua, kemudian potong.
    • Pastikan bahwa mata tunas daun masih bagus.
    • Ukuran potongan batang pada umumnya minimal sepuluh centi meter atau sesuai dengan kebutuhan.
    • Pemotongan dilakukan dengan pisau tajam dan bersih, agar bekas potongannya halus dan tidak menimbulkan jamur maupun bakteri pembusuk.
    • Setelah batang dipotong, biarkan sehari supaya luka bekas potongan mengering.
    • Kemudian siapkan media tanam yang netral semacam tanah merah ataupun pasir halus, atau media lain yang bersih dari jamur dan bakteri pembusuk batang.
    • Tancapkan batang potongan ke media tanam penyemaian.
    • Tunggu sekitar dua pekan sampai satu bulan akan tumbuh akar dan tunas baru.
    • Jika akar dan tunas baru sudah kuat, tanaman hasil penyemaian bisa dipindahkan ke media tanam baru untuk pembesaran.

    MACAM RAGAM BLANCENG
    Tanaman Blanceng mempunyai berbagai macam jenis di antaranya ada di Gambar 2.

    ANEKA KREASI  BLANCENG
    Tanaman Blanceng bisa dipadu padan dengan tanaman lain, hal ini sebagai kreasi untuk memperindah dan atau mempercantik tampilan tanaman di Pot.

    MULAI DARI MODAL ENTENG
    Mempunyai Hobi tanaman hias tidak harus mengawali dari tanaman yang berharga mahal dan rumit pemeliharaanya. Jika langkah bijak ini yang dipilih, maka tanaman Blanceng bisa menjadi upaya jitu untuk mulai memahami bagaimana tanaman diperlakukan. Berawal dari yang ringan ringan dan sederhana, tetapi di situ ada potensi untuk menjadi mentereng di kemudian hari. Sebab Blanceng adalah simbul tanaman yang murah meriah tetapi bisa menghadirkan nuansa anggun, cantik, dan eksotik jika ditaruh di ruangan atau pun di teras rumah. Sehingga tidak heran jika beberapa perumahan mewah dan gedung gedung megah juga mulai memajang pot pot berisi tanaman Blanceng atau lebih kerennya dikenal dengan nama Dieffenbachia. Selamat Mencoba! (/AB).

    —

    Artikel ini ditulis oleh Kek Atek, Penggemar Tanaman Hias.

    aneka tanaman hias blanceng tanaman hias
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSayembara Buku Puisi Berhadiah 100 Juta, Hari Puisi Indonesia 2020
    Next Article “Yang Fana adalah Waktu”, Lima Puisi Pilihan Sapardi Djoko Damono

    Postingan Terkait

    Bisnis Rental Tanaman: Hobi Pun Jadi Duit

    25 Maret 2025

    Bisnis Rental Tanaman: Hobi Pun Jadi Duit

    17 Februari 2025

    Hadiah Tanaman Hias Minimalis, Keren Kali, Ya…

    15 Desember 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202614 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20265 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202642 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.