Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Teh Talua ; Sajian Teh Telur Berlapis-lapis Anti Amis
    Tradisi

    Teh Talua ; Sajian Teh Telur Berlapis-lapis Anti Amis

    22 Juni 2020Tidak ada komentar2 Mins Read50 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Belum lama ini, jagat media sosial, khususnya Instagram digemparkan dengan tantangan membuat suatu minuman kopi yang berasal dari Rajashtan, India. Bermula dari unggahan aktor tampan Negeri Gingseng, Korea Selatan, Jung Il-Woo yang bertandang ke sebuah kafe di Makao, dan disuguhi kopi dengan topping krim kocok yang mirip dengan Permen Dalgona khas Korea. Bahkan, tantangan dengan taggar dalgonacoffechallenge ini menyentuh angka 79.700 unggahan di Instagram. Selain pembuatannya yang relatif mudah karena tidak diperlukan mesin khusus, minuman kopi krim ini menjadi viral lantaran penampilannya yang mengesankan.

    Akan tetapi, ternyata ada yang luput dari perhatian publik, khususnya rakyat Indonesia, tentang minuman unik di negeri sendiri. Sudah pernah dengar Teh Talua? Minuman Teh dengan penampilan yang tak kalah mengesankan dari Kopi Dalgona ini berasal dari Sumatera Barat. Minuman yang terbuat dari campuran teh, gula, dan telur, juga tambahan perasan jeruk nipis ini menjadi menu wajib di warung tradisional maupun restoran Padang.

    Dilansir dari www.goodnewsfromindonesia.id, Teh Talua dengan kualitas tinggi, memiliki tiga hingga lima lapis atau yang biasa disebut limo lenggek. Warna-warna ini didapat berkat proses pembuatannya yang unik. Lenggek pertama disebut dengan buriah, lenggek kedua berwarna kecoklatan, dan lenggek ketiga berwarna putih.

    Selain itu, Teh Talua juga dikatakan berkualitas jika sendok alumunium yang diletakkan dalam gelas tetap berdiri tegak, lho!

    [iklan]

    Dahulu, Teh Talua ini merupakan minuman kaum bangsawan. Sebut saja, Pejabat, Saudagar kaya, dan para Juragan. Namun, saat ini, Teh Talua bisa dinikmati siapa saja. Terlebih, karena satu di antara manfaatnya yakni menambah stamina. Teh dengan segudang manfaat ini diminum para petani di pagi hari sebelum pergi ke ladang. Manfaat lain dari teh telur ini, antara lain:

    1. Menambah tenaga
    2. Menjaga kesehatan mata berkat kandungan zat karotenoid dalam teh telur.
    3. Memenuhi kebutuhan asupan vitamin tubuh. Terbukti, di dalam teh talua, memilik berbagai kandungan vitamin A, D, E, dan K, dan
    4. Menunda rasa lapar.

    Cara pembuatan Teh ini juga cukup mudah. Cukup siapkan satu butir telur ayam kampung atau telur bebek, satu sendok makan gula pasir, dua sendok makan SKM (Susu Kental Manis), jahe, dan satu bungkus teh celup.

    Untuk pengolahannya, rebus jahe yang sudah digeprek dengan satu bungkus teh celup hingga mendidih. Ambil kuning telur, kemudian campur dengan gula dan susu kental manis. Kocok hingga berwarna putih. Kemudian saring air rebusan teh ke dalam gelas yang berisi adonan telur tadi. Sentuhan akhir, beri perasan jeruk nipis untuk menetralisir bau amis dari telur. Teh Talua khas Minang siap dinikmati. Selamat mencoba!

    (Titis Nariyah)

    Minuman khas minang Minuman tradisional nusantara Teh talua
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleHongcolomonyong
    Next Article Ketika Cinta Menjadi Luka

    Postingan Terkait

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 2026

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menakar Aroma Surealisme Puisi Penyair D. Zawawi Imron “Sungai Kecil”

    19 Mei 202643 Views

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 202612 Views

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202632 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (81)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (167)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.