Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Ngabuburit
    Tradisi

    Ngabuburit

    11 Mei 2020Tidak ada komentar3 Mins Read11 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Tradisi Ngabuburit

    Satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah azdan Magrib yang menandai bahwa sudah tiba waktunya untuk berbuka puasa, setelah seharian penuh menahan lapar dan haus. Kegiatan menunggu waktu berbuka puasa inilah yang kemudian dikenal dengan istilah Ngabuburit.

    Pada awalnya, kegiatan ngabuburit selama Bulan Ramadan diisi dengan berbagai kegiatan religius seperti pesantren kilat, mendengarkan ceramah agama, baca Al qur’an, dsb. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, ngabuburit di Indonesia mulai berkembang menjadi berbagai aktivitas yang lebih bervariasi, seperti: jalan-jalan sore, mencari takjil (bukaan gratis), mengunjungi pasar kuliner, mancing, santai di taman, dsb.

    [iklan]

    Istilah ngabuburit berasal dari Bahasa Sunda. Kata dasarnya burit, artinya sore. Waktu ini biasanya mulai dari ba’da Ashar (setelah waktu sholat Ashar) hingga sebelum matahari terbenam (menjelang masuk waktu Magrib). Karena itu ngabuburit bisa diartikan sebagai aktivitas menunggu adzan Magrib menjelang berbuka puasa.

    Meskipun berasal dari Sunda, istilah Ngabuburit sudah sangat akrab dalam budaya Ramadhan di Nusantara. Di beberapa daerah di Nusantara ini tradisi ngabuburit ini tumbuh dan berkembang sesuai dengan budaya daerah masing-masing. Beberapa tradisi ngabuburit yang ada di Indonesia antara lain:

    1. Kumbohan
      Adalah tradisi ngabuburit yang ada di daerah di Lamongan. Masyarakat menunggu waktu berbuka puasa dengan kegiatan berburu ikan di sungai Bengawan Solo. Di waktu sore biasanya, permukaan air sungai akan surut, sehingga memudahkan masyarakat untuk menangkap ikan.
    2. Balap Perahu Layar
      Untuk mengisi waktu luang saat beribadah puasa, masyarakat di kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya-Jawa Timur, seringkali berkumpul untuk mengadakan hiburan dengan kegiatan balapan perahu layar. Adapun perahu yang dipertandingkan bukanlah perahu layar sungguhan, tetapi perahu layar mainan yang berbentuk mini dan dilengkapi dengan berbagai hiasan warna-warni.
    3. Bermain Layangan Hias
      Bermain Layangan Hias ini adalah tradisi ngabuburit yang telah dilakukan secara turun temurun di daerah Majalengka pada saat bulan Ramadhan.
    4. Santai di Pantai
      Menikmati pemandangan sore di pantai juga bisa dijadikan kegiatan dalam menunggu waktu berbuka bagi masyarakat. Di Pantai Losari, Makassar-Sulawesi Selatan, misalnya. Pada saat Ramadhan, banyak didatangi masyarakat yang sengaja menghabiskan waktu dengan ngabuburit di Pantai Losari sembari menikmati pemandangan sore hari di pelataran Masjid Terapung Amirul Mukimin. Tradisi ngabuburit serupa juga bisa ditemukan di daerah Tegal, Jawa Tengah.  Masyarakat seringkali berkumpul di pinggiran pantai utara menikmati indahnya panorama langit sore hari sembari menunggu adzan Mahgrib dikumandangkan.
    5. Main Bleguran
      Di era tahun 70-an, di Jakarta (Betawi), Bleguran adalah kegiatan ngabuburit yang cukup populer. Menunggu waktu berbuka dengan bermain Meriam tradisional yang terbuat dari bambu di lapangan atau pekarangan kebun yang luas.
    6. Ngabuburit di Pasar Kaget
      Memasuki bulan Ramadhan (puasa), di Kota Bandung-Jawa Barat, bermunculan banyak pasar kaget menawarkan aneka ragam kuliner khas Ramadhan yang lezat. Menunggu waktu berbuka, banyak masyarakat yang ngabuburit dengan berburu takjil di berbagai pasar kaget tersebut. Tak hanya di Bandung, pasar kaget Ramadhan ini juga populer dan banyak ditemukan di daerah-daerah lainnya di Indonesia.
    7. Panjat Tebing
      Agak berbeda dengan daerah-daerah lain, pada saat bulan Ramadhan tiba, masyarakat Madiun-Jawa Timur akan menunggu waktu buka puasa dengan berkumpul di Stadion Wilis untuk melakukan berbagai aktivitas olahraga. Di antara berbagai kegiatan olahraga tersebut, salah satu yang cukup populer dan favorit adalah kegiatan panjat tebing. Saking populernya, panjang tebing ini kemudian menjadi salah satu tradisi ngabuburit wajib di Madiun setiap tahunnya.(AY)

    Sumber/inspirasi:
    https://id.wikipedia.org/wiki/Ngabuburit
    https://www.liputan6.com/ramadan/read/3958252/

    bulan puasa bulan puasa di indonesia bulan ramadhan ngabuburit takjil
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleDatang Sebelum Pergi
    Next Article Soal Usia di Bawah 45 tahun Kembali Bekerja Menuai Kritik

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202687 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202614 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202613 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202695 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (207)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.