Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Drama » Bedah Akting
    Drama

    Bedah Akting

    18 Agustus 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar3 Mins Read14 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Cuplikan Yang Lalu

    Simak contoh berikut ini.

    • Seseorang beraksi memencet bilah piano maka terjadi reaksi yakni bunyi denting.
    • Seseorang mencubit orang lain maka reaksi orang yang dicubit dapat berupa: kaget atau berteriak mengaduh atau menanggapi dengan balas mencubit, maupun reaksi lainnya.

    Contoh di atas menunjukkan dan atau mewakili pemahaman bahwa dalam kehidupan kita selalu berada dalam aksi dan reaksi.

    Dengan kata lain, hidup terdiri dari aksi – reaksi yang berkesinambungan antara sesuatu dengan sesuatu lainnya.

    Aksi reaksi terjadi dalam berbagai hal, beragam situasi dan kondisi: sedih-gembira, senang-susah, sakit–sehat, prihatin-bahagia, dan sebagainya.

    Jadi, tidak identik / bukan hanya berupa konflik, pertentangan, perselisihan.

    Kelanjutannya..

    Sengaja disebut: sesuatu. Atau, boleh juga: sosok.

    Sebab sesuatu atau sosok merupakan kata ganti dari berbagai unsur alam semesta: manusia, hewan, benda mati, benda hidup, langit, awan, udara,…..

    dan sebagainya.

    Semua / segala unsur di alam semesta menjalani proses aksi reaksi: antar manusia, antar manusia dengan hewan, dengan tumbuhan, dengan cuaca, hewan dengan tumbuhan, tumbuhan dengan cuaca, demikian seterusnya.Aksi reaksi antara sesuatu dengan sesuatu disebut: interaksi.

    [iklan]

    Aksi reaksi berlangsung timbal balik – demikian seterusnya.

    Dengan kata lain aksi reaksi atau interaksi merupakan proses yang berkaitan erat dengan sebab-akibat atau kausalitas. Aksi sebagai penyebab dan reaksi sebagai akibat.

    Aksi reaksi berlangsung dalam proses sebab akibat yang ber-kesinambungan. Antara sesuatu dengan sesuatu, masing-masing dapat menjadi penyebab dan kemudian dapat pula menjadi akibat.

    Kausalitas

    Sebab akibat disebut azas kausalitas, yang dapat dijadikan metode pendekatan terhadap berbagai hal.

    Dalam drama dinyatakan dengan sebutan : karena… maka…

    Contoh :

    Ketika Anda sedang membaca buku, berarti Anda sedang berinteraksi dengan buku tersebut.

    Ketika minum berinteraksi dengan air ( + gelas, bambu, daun, dll),

    Ketika makan berinteraksi dengan penganan/hidangan (+ piring, kertas, daun, plastik, dll), dan sebagainya.

    Ulangi :

    Dengan demikian sebab-akibat dapat dinyatakan juga :

    karena (sesuatu) maka (sesuatu) terjadi

    Karena Anda membaca buku maka isi buku terbaca dan pengetahuan Anda bertambah.

    Karena Anda minum maka haus Anda terobati, karena Anda makan maka perut Anda kenyang, dan sebagainya.

    Proses aksi reaksi adalah juga timbal balik antara sebab dan akibat ataupun

    antara subjek dan objek.

    Agar wawasan bertambah luas mari kita membuka khasanah kebahasaan untuk menemukan 3 (tiga) sebutan SPO, yakni:

    Subjek   (S) = kata yang menyatakan sebagai Pelaku

    Predikat (P) = kata yang menyatakan apa yang sedang ia lakukan

    Objek    (O) = objek/sosok/benda yang terlibat dalam aktivitas tersebut

    Contoh :

    “Montir membetulkan mobil”

    Subjek (S) adalah montir karena ia “sosok” yang melakukan

    Predikat (P) adalah “membetulkan” karena menunjukkan kegiatan/aktivitas

    Objek (O) adalah “mobil” karena menjadi tujuan dalam kegiatan/ aktivitas tersebut

    Perhatikan, bahwa sesuatu yang awalnya subjek setelah beraksi terhadap objek dan kemudian objek bereaksi pula, maka subjek  berubah menjadi objek – demikian pula sebaliknya, dan seterusnya.

    Buku yang awalnya menjadi objek Anda dalam prosesnya kemudian berubah menjadi subjek yang menambah pengetahuan Anda.

    Air yang tadinya objek berubah menjadi subjek yang menjadikan Anda tak haus lagi, demikian pula dengan makan, dan lain-lainnya.

    Aksi-reaksi berlangsung secara berantai, berkesinambungan, terus-menerus…

    (bersambung : tunggu kelanjutannya)

    Cuplikan dari manuskrip BEDAH AKTING, karya Uki Bayu Sedjati, tahun 2013,

    (belum diterbitkan)

    akting bedah akting berperan pemeranan
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleCita – Cita Alif
    Next Article Mandalika

    Postingan Terkait

    UBRUG-Teater Tradisional

    15 Februari 2020

    Tata Artistik Pertunjukan

    1 Februari 2020

    Sejarah Teater Dunia

    11 Januari 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202611 Views

    Wisata Waterpark Tiga Bintang Firdaus Indramayu

    24 April 20266 Views

    Wisata Modern Pantai Kesambi

    24 April 20267 Views

    Pesona Kolam Renang Cikomboy

    24 April 202611 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (160)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.