Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Tradisi Adu Domba
    Tradisi

    Tradisi Adu Domba

    23 September 2021Updated:29 September 2021Tidak ada komentar3 Mins Read42 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Kabupaten Garut yang ada di telatah Pasundan, Jawa Barat, dikenal juga sebagai Kota Intan. Sebagian besar masyarakatnya adalah masyarakat agraris yang bertani sayur mayur. Garut dikenal juga sebagai daerah produsen Kentang. Adapun Domba atau kambing Domba adalah salah satu jenis hewan ternak yang banyak dimiliki dan disukai oleh masyarakat selain hewan-hewan lainnya seperti sapi, ayam dan bebek. Boleh dikatakan kalau Domba telah menjadi ikon kabupaten Garut.

    Menurut ceritanya, kesukaan masyarakat Garut pada hewan ternak Domba ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, yaitu sekitar tahun 1915-1929 di masa pemerintahan R.A.A. Soeria Kartalegawa, Bupati ke 5.

    Di masa pemerintahannya itu, Bupati Kartalegawa yang pecinta hewan Domba suka mengunjungi sahabat seperguruannya, Haji saleh, yang peternak Domba. Sebagai sesama pemilik dan pecinta hewan domba, ia meminta salah satu domba sahabatnya yang diberi nama Si Lenjang untuk dikawinkan dengan domba yang ada di Pendopo Kabupten yang bernama Si Dewa. Lenjang dan Dewa punya anak, diberi nama Si Toblo, selanjutnya Domba Si Toblo ini beranak-pinak menghasilkan keturunan domba Garut yang sampai saat ini dikhususkan hanya sebagai hewan pada pentas seni adu ketangkasan domba.

    Tradisi Adu Domba di Kabupaten Garut ini pada dasarnya adalah adu ketangkasan bagi kambing-kambing besar yang menjadi ciri khas Garut yang tak lain adalah kambing Domba keturunan dari domba Si Toblo milik Bupati Soeria Kartalegawa jaman dulu. Pada umumnya, domba yang diadu ketangkasannya ini mempunyai fisik yang kekar dengan berat sekitar 60-80 Kg, tanduk baplang (besar seperti kumis pria yang melebar), warna bulu kebanyakan putih dan telinga ngagiri. Perkembangan selanjutnya dari pemeliharaan domba garut mengarah pada dua sasaran utama, yaitu sebagai penghasil daging dan untuk kesenangan atau hobi.

    Adu ketangkasan Domba Garut ini biasanya diselenggarakan di lapangan luas dengan diiringi alunan musik tradisional. Adapun fakta yang yang cukup menarik dibalik acara tradisi adu domba ini adalah bahwa adu ketangkasan ini dapat meningkatkan ‘kelas‘ si kambing. Sehingga dengan demikian sang Juragan pemilik Domba dapat meningkatkan harga jual dari domba atau kambingnya. Semakin sering juara di arena laga, harga jual domba bisa mencapai ratusan juta rupiah.

    Domba yang akan diadu disesuaikan dengan kelasnya, tidak asal adu saja. Ada beberapa kategori, atau kelas dari domba. Seperti halnya permainan tinju, ada kelas bantam, kelas ringan, kelas berat, dan sebagainya. Dalam pertandingan adu ketangkasan omba tersebut ada Juri dan ada Wasit yang memimpin pertandingan.

    Sebelum pertunjukan dimulai biasanya pemilik kambing domba (petandang) akan menunggu instruksi serta aba-aba dari wasit yang mengatur jalannya pertandingan. Sebelumnya juri dan wasit akan membuat kesepakatan, misalnya maksimal sampai 20 kali adu tanduk domba sebelum dilakukan penilaian siapa yang akan menjadi juara.

    Jika setelah melewati pukulan ketujuh atau mulai kedelapan sudah ada domba yang cedera (slek), maka dianggap gugur (kalah).

    Selanjutnya, setelah pukulan yang ke-15, petandang akan diberikan kesempatan untuk melihat kondisi domba, serta memijat domba agar bisa kembali memiliki tenaga untuk menghabiskan sisa 5 aduan berikutnya.

    Adapun beberapa Kriteria Penilaian dalam tradisi adu domba ada beberapa kriteria penilaian. Mulai dari cara adeg-adeg atau sikap domba ketika mengambil ancang-ancang, kesehatan, teknik pukulan, keberanian, hingga cara atau tehnik bertandingnya si Domba. Dari beberapa point tersebut nilai akan diakumulasikan sehingga menjadi point tertinggi. Point tertinggi adalah tehnik bertanding yang mencapai 30 point, tertinggi kedua adalah tehnik pukulan sebesar 25 point.

    ***
    Dirangkum dari berbagai sumber oleh Abah Yoyok

    domba garut Seni adu domba tradisi adu domba
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleLika Liku Laki Laki
    Next Article 1001 Guru Banyumas Menulis Puisi

    Postingan Terkait

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 2026

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menakar Aroma Surealisme Puisi Penyair D. Zawawi Imron “Sungai Kecil”

    19 Mei 202644 Views

    Revolusi Kue Modern di Era Digital: dari Dapur Rumahan Menjadi Industri Kreatif Bernilai Jutaan

    18 Mei 202612 Views

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202632 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (81)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (167)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.