Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sinematografi » Siapa Sangka Bapaknya Si Doel Ternyata Bukan Orang Betawi
    Sinematografi

    Siapa Sangka Bapaknya Si Doel Ternyata Bukan Orang Betawi

    13 Mei 2020Updated:13 Mei 2020Tidak ada komentar4 Mins Read57 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    …

    Anak Betawi ketinggalan zaman
    Katenyee
    Anak Betawi nggak berbudaye
    Katenyee

    Aduh sialan, nih Si Doel anak Betawi asli
    Kerjaannye sembahyang mengaji

    …

    Ya, siapa yang tidak tahu dengan lirik lagu di atas? Bagi kita generasi yang sempat menikmati atau melewati era 90-an, lirik lagu di atas tentu akan akrab di telinga kita, karena lagu itu pernah dengan riang menyapa kita setiap hari lewat layar kaca televisi, sebagai lagu pembuka sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta. Bahkan, jika kita adalah generasi milenial terkini, kita pun tentu masih dapat mengenalnya. Lagu yang dibawakan kelompok musik Armada sebagai original sound track Si Doel The Movie, sebuah film yang merupakan sekuel dari sinetron Si Doel Anak Sekolahan tersebut.

    [iklan]

    Si Doel Anak Sekolahan adalah sebuah sinetron yang mencoba mendobrak stigma yang selama ini dilekatkan pada anak Betawi sebagai anak yang ketinggalan zaman, anak yang nggak berbudaya. Lewat sosok si Doel yang berhasil menyelesaikan pendidikan tingkat tinggi sebagai seorang insinyur dan berhasil bekerja dengan menempati posisi yang cukup lumayan, film ini mencoba membuktikan bahwa anggapan itu keliru. Bahwa anak Betawi pun sama seperti anak-anak lainnya yang tidak ketinggalan zaman, anak yang berbudaya, anak yang tidak hanya rajin sembahyang dan mengaji, namun juga dapat bersekolah tinggi dan dapat bekerja kantoran bahkan dengan kedudukan yang tidak remeh.

    Dan dalam perjalanan sejarah, kita pun memang mengenal orang-orang besar yang lahir dari Betawi. Sebut misalnya Husni Tamrin dan Ismail Marzuki. Atau yang terkini, komedian dan artis sekaligus budayawan Benyamin S atau yang akrab dipanggil Bang Ben, yang mendirikan pula Radio FM Bens Radio, sebuah radio dengan format radio etnik, yaitu radio yang menggali potensi budaya Betawi, agar audience dapat merasakan budayanya sendiri, berkesenian dengan tradisinya sendiri, bertutur dan berdialog dengan bahasanya sendiri. Bang Ben juga hadir dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan memerankan babehnye si Doel [1].

    Diangkat dari Buku Cerita
    Sinetron Si Doel Anak Sekolahan diilhami oleh serial cerita Si Doel Anak Betawi. Cerita, yang seperti dalam sinetronnya, menggunakan dialek Betawi. Cerita Si Doel Anak Betawi sebelumnya pernah juga diangkat ke layar lebar oleh sutradara Sjuman Djaya pada tahun 1972 dengan judul yang sama.

    Namun, siapa sangka, jika cerita si Doel yang sangat Betawi tersebut, terlahir dari tangan seorang penulis yang sama sekali tidak mempunyai darah keturunan Betawi. Ya, Si Doel Anak Betawi ditulis oleh Aman Datuk Madjoindo (1896—1969), seorang penulis asal Padang, Sumatera Barat. Cerita ini ditulis Aman karena kecintaannya kepada dunia anak-anak dan untuk memperkenalkan dialek atau budaya Betawi kepada orang luar Betawi baik di Jakarta maupun luar Jakarta.

    Aman memang dikenal sangat perhatian terhadap cerita anak-anak. Pengalamannya yang pernah menjadi seorang guru hampir selama satu dasawarsa, tentu banyak memberikannya wawasan. Selain serial cerita Si Doel Anak Betawi, Aman menulis cerita anak-anak lainnya antara lain Pak Djanggoet dan Boedjang Bingoeng, Srigoenting, Koentoem Melati serta Putri Rimba Larangan [2].

    Tontonan yang Edukatif
    Sebagai sebuah tontonan, Si Doel Anak Sekolahan memang sarat dengan pesan edukatif. Latar belakang maupun cerita yang ditampilkan yang diangkat dari kehidupan nyata sehari-hari yang tidak bombastis dan utopis, memang dapat lebih mengena dan mudah untuk dicerna oleh penonton. Dan, memang semestinya demikianlah adanya.

    Sayang, tontonan yang seperti itu justru sangat jarang dan mewah untuk didapatkan saat ini. Kita mesti gigih mecari lewat kanal film luar negeri yang lebih mudah untuk mendapatkannya.

    Dulu kita pernah mengenal juga sinetron serupa yaitu Keluarga Cemara yang dibintangi antara lain oleh Novia Kolopaking, yang kini lebih berkosentrasi membantu dakwah suaminya, Emha Ainun Nadjib bersama Kyai Kanjengnya. Tampil juga dalam sinetron Keluarga Cemara, Adi Kurdi, yang beberapa waktu yang lalu baru saja meninggal dunia. Belakangan, seperti juga Si Doel Anak Sekolahan, Keluarga Cemara juga diangkat ke layar lebar.

    Mudah-mudahan, dari hikmah pandemi Covid-19 sekarang, dengan kesadaran untuk lebih menjaga keluarga dan anak-anak, para sineas kita akan lebih banyak lagi menghasilkan film-film edukatif yang ramah terhadap anak-anak. (DK)

    si doel anak betawi si doel anak sekolahan si doel the movie
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSoal Usia di Bawah 45 tahun Kembali Bekerja Menuai Kritik
    Next Article Ramadhan Di Rumah Saja

    Postingan Terkait

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 2025

    Little Woman

    16 September 2021

    Film dan Teguh Karya

    23 September 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202681 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202539 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.