Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sinematografi » Little Woman
    Sinematografi

    Little Woman

    16 September 2021Updated:29 September 2021Tidak ada komentar4 Mins Read32 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Little Women merupakan garapan ulang dari film berjudul sama pada tahun 1994. Little Women yang disutradarai sekaligus ditulis ulang oleh Greta Gerwig pertama kali dirilis pada 25 Desember 2019 lalu. Film yang diadaptasi dari novel karangan Louisa May Alcott bercerita tentang empat March bersaudara. Jo March (Saoirse Ronan), Meg March (Emma Watson), Amy Ronan (Florence Pugh), dan Beth Ronan (Eliza Scanlen).

    March bersaudari dan ibunya yang dipanggil Marmee, harus hidup terpisah dari ayah mereka karena menjadi relawan untuk perang saudara pada saat itu. Little Women selalu mengambil sudut pandang dari sisi Jo March. Anak kedua keluarga March yang berprofesi sebagai penulis dan berusaha melawan standar perempuan elegan.

    KONFLIK KLASIK
    Cara menampilkan tentang kedekatan March bersaudara, Greta tidak berlebihan. Greta menampilkan kedekatan March bersaudari dalam scene kekompakan mereka saat pertunjukan teater tahunan ketika Natal untuk anak-anak kecil yang datang ke rumahnya, atau pertengkaran yang terjadi antara Jo dan Amy, saat Amy membakar tulisan-tulisan Jo yang pergi ke pesta dansa tanpa mengajaknya.

    KESETARAAN GENDER
    Jo March adalah seorang yang benci kaum elegan. Sebagai seorang penulis, Jo sangat tidak menyukai cerita romantis dan lebih memilih cerita perang. Jo juga selalu bilang bahwa jika diijinkan, Jo akan ikut perang bersama ayahnya. Scene lain ketika Amy bertemu dengan teman kecilnya ,Laurie. Amy dengan kenyataan bahwa laki-laki selalu dianggap pintar dan perempuan tidak. Perempuan selalu hanya sebagai property di dalam kehidupan pernikahan dan dianggap tidak berdaya untuk menghidupi dirinya sendiri. Pesan-pesan tersirat lainnya datang dari Bibi March yang menyuruh agar keponakannya menikah dengan laki-laki kaya raya untuk membuat keponakannya bahagia.

    SINEMATOGRAFI
    Berlatar pada abad ke-19 di Concord Massacusetts, Little Women menunjukkan kepada penonton tentang gaya busana dan gaya hidup kehidupan sehari-hari pada waktu itu. Karena Little Women mempunyai alur maju dan mundur, Greta dengan cerdas membedakan dua kondisi berbeda ini dengan dua tone. Untuk alur mundur yang menampilkan suasana 1980-an saat keempat March bersaudara masih kecil, Greta menggunakan tone yang lebih hangat dan ceria, berbeda ketika alur berganti maju dan menampilkan era semua tokoh sudah menjadi dewasa, tone yang dipakai lebih dingin. Dua tone ini yang dipakai Greta untuk menunjukkan pergantian waktu. Meski adegan masa lalu dan masa kini terkesan tumpang tindih, penonton akan langsung bisa merasakan peralihan waktu.

    Sebagai film dengan genre drama komedi, Little Women tetaplah film yang menyuguhkan scene romantis manis dengan aspek yang biasa saja dan terkesan tidak lekang waktu. Kisah percintaan manis antara Meg dan John, juga kisah cinta yang berputar antara Amy-Laurie-Jo. Menghadirkan konflik rasa dengki Amy terhadap  Jo, saudarinya, karena dicintai oleh Laurie, membuat film ini seperti film drama romantis remaja pada umumnya.

    Ekspektasi yang berlebihan tentang peran Emma Watson
    Jika secara keseluruhan, film ini menarik untuk ditonton bersama keluarga, ada hal paling ingin kukatakan tentang film ini. Aku kecewa dengan peran Emma Watson. Sebenarnya aku adalah fans Emma Watson, aku sudah mengikuti Emma sejak dia masih gadis kecil berambut keriting yang cerdas dalam peran Hermione Granger di semua sekuel film Harry Potter. Sebagai Feminis, Emma memiliki karakter yang sangat kuat. Seperti perannya dalam film Colonia (2015), aku senang karena Emma masih punya kekuatan di film tersebut. Namun, aku yang berharap banyak terhadap Emma Watson untuk peran Meg March di Little Women harus kandas. Emma hanya seorang anak sulung yang cantik, elegan, dan kehidupan cintanya baik-baik saja. Meg yang sangat ingin menikah karena dia senang dicintai.

    Ini hanya pendapatku soal Emma Watson, tapi aku merasa peran Meg untuk Emma Watson agak tidak menyenangkan. Sejak trailer film ini dirilis di youtube, satu-satunya alasan aku ingin menonton Little Women adalah karena Emma Watson.

    Di situs IMDb, Little Women mendapat rating 7,8/10 dari 164k pengguna.

    Sutradara:  Greta Gerwig
    Produser: Amy Pascal, Denise Di Novi, Robin Swicord
    Penulis skenario; Greta Gerwig
    Didasarkan dari: Little Women oleh Louisa May Alcott
    Pemeran: Saoirse Ronan, Emma Watson, Florence Pugh, Eliza Scanlen, Timothée Chalamet, Laura Dern, Meryl Streep.
    (Titis Nariyah)

    Film Drama komedi Komedi Romantis
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSeptember Ceria
    Next Article Tuliswati

    Postingan Terkait

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 2025

    Film dan Teguh Karya

    23 September 2020

    Siapa Sangka Bapaknya Si Doel Ternyata Bukan Orang Betawi

    13 Mei 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Inspirasi Iptek Di Dalam Bismillah

    29 April 20267 Views

    Kolam Renang “Bukit Lumpang” Menjadi Destinasi Warga Lokal

    27 April 20269 Views

    Situs Ziarah KH. Abdul Hanan Babakan Ciwaringin Cirebon

    27 April 20266 Views

    Healing Murah Meriah di Pantai Kejawanan: Wajah Baru, Vibes Makin Seru!

    24 April 202612 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (162)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.