Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Sajak-Sajak di Djakarta
    Puisi

    Sajak-Sajak di Djakarta

    16 April 20231 Komentar4 Mins Read0 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Purnama
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Sajak Pertama; Kepalsuan Rindu

    Reman memang!
    Kerinduan hari ini sudah palsu
    Tidak ada jarak cukup jauh bagi rindu
    Barangkali jarak sekalipun sekarang adalah hal semu Dipintasi oleh gawai berakhir haru
    Karena sudah tidak ada batasan ruang dan waktu

    Lalu kita bertanya
    Apa yang sebenarnya abadi di dunia ini?
    Nyaris tidak ada!
    “Kecuali cinta,” Jawab si Pejalan itu
    Ya, cintalah yang sempurna
    Karena cinta kita merindu
    Dan karena rindu, cinta tak akan berjarak

    Lalu sepasang kaki bersabda
    Tentang kepulangan
    Bahwa tidak pernah ada tempat pulang
    Kecuali dalam keabadian

    Apalah artinya pulang
    Jika saban hari
    Ketika matahari tenggelam
    Kau tenteng lagi barang bawaan
    Menuju tujuan baru

    Tubuh tak akan pernah pulang
    Karena pulang hanyalah milik jiwa yang benar-benar dirindukan

    Cikampek, 13 Februari 2023

    Sajak Kedua; Jakarta Dan Purnama

    Jakarta dan purnama
    Aku melihatnya malam ini
    Tepat dilapisan pelipis matamu
    Seribu cerita dan kisah bahagia

    Pelipis mata yang letih
    Menyaksikan cerita-cerita orang ibu kota
    Yang tetap lapang dan terang diterima
    Oleh nurani jiwa

    Jakarta dan purnama
    Aku melihatnya malam ini
    Bertengger di pundakmu selepas kerja
    Memikul harapan dan impian

    Pundak badan yang kokoh
    Bertahan enggan roboh
    Menopang berbagai titipan
    Yang terpasak kuat senyuman

    Jakarta dan purnama
    Jakarta adalah kekhawatiran
    Purnama adalah keikhlasan

    Jakarta, 16 Februari 2022

    Sajak Ketiga: Di KRL Ibu Kota dan Transjakarta

    Di KRL Ibu Kota
    dan Transjakarta
    Aku benar-benar
    menemukan kesetaraan

    Bagaimana tidak
    laki-laki dan perempuan akan sama-sama berdiri bilamana penunggu kursi prioritas datang
    Ibu hamil, lansia, disabilitas, dan ibu bapak yang bawa balitanya bepergian

    Laki dan perempuan sama rata
    Tidak ada superioritas dalam dudukan
    Makanya, ketika gadis muda masuk KRL/Transjakarta
    Lalu mendapati kursi penuh, ya terpaksa berdiri

    Di KRL Ibu Kota
    dan Transjakarta
    Tak akan ditemui kepulan asap
    pemuda tanggung sok berkuasa
    Apalagi bau apek yang dipiuh polusi Jakarta

    Semuanya menghirup udara segar
    Udara ibukota yang disublim mesin canggih
    Memberikan kesejukan dan ketenangan
    Hingga siapa saja yang menumpanginya
    Akan mudah terlelap sekejap mata

    Tapi, ada ihwal yang menjagal di kepala
    Tentang sebuah kalimat azimat
    di Transjakarta
    “Kursi Khusus Perempuan”
    Ciamik tenaaan!

    Lalu, saya bertanya-tanya
    Kenapa di kaca bus ada simbol sibak kain pangkal paha?
    Tergaris miring dalam lingkaran
    Dan kenapa, tidak ada kursi khusus laki-laki, -barangkali itu juga sebuah pertanyaan

    Jakarta, 18 Februari 2022

    Sajak Keempat: Yang Tak Sempat Terpotret

    Yang tak sempat terpotret
    adalah yang bergelantungan
    tapi tidak pada pegangan tangan

    Di dalam kereta
    dari Tanah Abang
    menuju Cikarang
    kereta berhenti di stasiun transit
    Manggarai

    Di manggarai
    pintu ternganga
    bak botol kosong berisi angin dalam air yang dibuka tutupnya
    menghisap para tergesa masuk dalam kereta

    Ibu-ibu datang menuntut singgasana
    “Mas, mas ini ibu-ibu”
    Cetarnya menyuruh berdiri
    Padahal baru saja duduk

    Saat itu yang tak sempat terpotret menjadi nyata
    Kembali berdiri diantara kerumunan
    Yang berdesak dan yang berdiri
    Menggelantungkan tangan pada pegangan

    Kecuali dia
    Iya dia
    Gadis 150 meteran yang baru masuk di Manggarai tadi
    Bergelantung pada pinggang dan pangkal lengan pacarnya

    Yang tak sempat terpotret
    Mungkin juga, yang tak tepat dipotret

    Jakarta, 18 Februari 2022

    Sajak Kelima: Kita Adalah Musafir A La A La

    Kita adalah musafir a la a la
    bepergian antarkota
    antar provinsi
    antar pulau
    bahkan antar negara
    Lalu mendaku
    musafir pengembara

    Kita berpatok pada
    minimal jarak 85 kilometer
    perjalanan
    Kita tak bersorban
    dan berkuda atau bahkan naik onta
    di padang tandus menganga

    Tapi kita berkendara
    dengan alat transportasi epik
    dan palung yang sudah
    terang rimbanya
    bahkan terlihat jelas
    dalam layar gawai sependek
    jempol ke telunjuk

    Lalu kita memikul
    gelar musafir sekaliber dunia
    menentengnya ke tepian
    saat pemberhentian
    untuk sebatang rokok
    atau sekadar meluruskan raga

    Kita hanyalah musafir a la a la
    yang tergesa-gesa menjamak fardhu
    atau menepukkan telapak tangan
    pada debu agar suci tubuhnya
    dan bertemu tuhan sambil berwisata

    Kita adalah musafir a la a la
    yang perjalanannya
    tidak ditunjukkan kuntum surya
    dan nujum untuk meramal cuaca
    atau sekedar berhenti
    untuk mengiring onta ke
    sumur-sumur tua
    di gurun gersang menyengat kepala

    Ihwal perjalanan
    sekali lagi kita masih saja
    menjadi musafir a la a la
    sebelum seruni menggiring larung
    ke ribaannya
    kun fayakun
    jadilah kita musafir sesungguhnya di atas dunia

    Cikampek-Yogyakarta, 19 Februari 2023

    Ramadhanur Putra, biasa dipanggil Rama. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta asal Sumatera Barat. Agar lebih kenal dekat, mungkin kita bisa berkenalan lebih jauh melalui Instagram atau twitter di @ramadp__

    Komunitas penyair indonesia puisi sastra Puisi Tentang Jakarta
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMari Mengenal Insinyur Industri
    Next Article Masjid Kentungan

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025

    1 Komentar

    1. Ndrii on 21 April 2023 5:21 pm

      Ketika seorang tuan sangat suka berkelena, memerhatikan yang singgah di jalanan.
      Hai tuan!
      Semoga kaki yang menopang tubuhmu lebih dikuatkan lagi oleh yang maha kuasa, agar jalanan menghantarkan kau terhadap apa yang dicari.

      Jangan mengambil jalan singkat, teruslah tumbuh di jalanan yang damai.

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202681 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202539 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.