Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi-Puisi M.H Dzulkarnain
    Puisi

    Puisi-Puisi M.H Dzulkarnain

    13 November 20221 Komentar4 Mins Read0 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    DI KENING MALAM MINGGU
    ;syafa putri nabila

    Di Kening malam Minggu
    Aku menyeduh pekatnya waktu
    Memberi sebuah kehangatan
    Pada setiap bingkai status Tuhan
    Mungkin di malam ini
    Aku simpan sejenak beberapa obituari
    Dalam dompet yang hanya berisi mimpi;
    Mimpi-mimpi pejabat negeri yang ngeri

    Mungkin Cakap-cakap tak terasa cukup
    Jika dari sebutir katamu tak berhasil kukecup
    Pada setiap ceritamu yang penuh alur
    Aku mencoba untuk lembur
    Tanpa merasakan libur maupun tidur

    Dengan menyayangimu
    Aku merasa suatu kesempurnaan pelukan Tuhan
    ……”.

    Bandung, 08 Oktober 2022.

    RIUH KEPALAKU UNTUK KEPALAMU

    Jika musim riuh tak lagi utuh di kepalamu
    Aku bersyukur pada setiap detak detik waktu
    Karena aku tau bahwa kau
    Adalah jantung dari segala kepala yang pilu

    Riuh metropolitan, riuh politikan, hingga riuh bacot-bacotan
    Terus menggerogoti halaman pemukimanmu
    Memang aku tak berharap tentang semua itu
    Tapi aku mungkin tetap penyair yang iseng-iseng selalu
    Menarasikan setiap hembusan nafas lembutmu

    Juga di sela-sela jendela maya
    Aku bergumang,
    Semoga apa yang mereka tayangkan
    Memang benar-benar Benar
    Supaya aku tak lagi menjadi anak bungsumu yang benar-benar ambyar
    Dari apa yang telah mereka sebar
    Ah,
    Beginilah riuh kepalaku yang tiada henti meriuhkan kepalamu

    Sumenep, 2022

    APA KABAR JAKARTA

    Apa kabar Jakarta
    Terimalah sapaan ini
    Sebagai bentuk bahwa aku pernah mengenalmu juga tempo hari
    Sebagai akar, batang, ranting, daun
    Dan buah dari sebuah pohon di tanah kami ini

    Kini kau telah menua di kening para petuah
    Dan telah di kenang oleh para anak-anaknya
    Raut wajah yang terus berhiasan pernah-pernik hoax dan fakta
    Terasa membuatmu awet pada setiap bingkai ceritanya
    Akupun berdecak kagum, tanpa melebarkan senyum
    Atas apa yang telah kau persembahkan
    Pada orang-orang pinggiran yang menghiasi kolong jembatan
    Semoga mereka juga ikut mendoakanmu di hari ini
    Dan semoga saja pula kau mendoakannya

    Annuqayah, 2022

    RUBAIAT TAMAN SORGA

    Bunga-bunga mekar tak pernah sukar
    Pada tubuh tamanmu yang gemar segar.
    Dengan senyum, doa dan penuh rindu
    Banyak orang-orang menyiraminya tanpa keluh
    Berseru begitu maha aduh.

    Tuhan beri kita taman sorgamu
    Tempat segala macam bentuk kata bermuara
    Merangkul para penyair nusantara
    Untuk menyeduh sejarah pada palung tubuhnya
    Dan sesekali menggoda para perawan atau janda
    Lalu mereka anggap sebagai selir setianya

    Di taman sorgamu itu para sanak penyair
    Tak pernah alpa memberimu syair-syair
    Sejuk mengalir sambil berdesir
    Pada rongga dadaku yang fakir
    Secangkir puisi dan seberkas kopi
    Adalah kawan penangkal sunyi
    Merekapun hirup bersama-sama
    Hingga hilang obituari insomnia

    1968 hingga sekarang
    Namanya akan tetap narasi
    Pada setiap jengkal hidup kami

    Annuqayah, 2022

    RISALAH DARI PARA PENGHUNI MAYA
    ;Batavia

    Jam telah mengukur panjang tubuhmu
    Dari mula-mula tanduk sejarah
    Kau kami kenal sebagai Batavia
    Hingga sekarang sebagai ibu dari kota kata kita

    Jauh setelahnya banyak kulihat percikan-percikan di layar kaca
    Tentang riuh, malu dan beberapa keangkuhan para suhu
    Tentang tawa, luka dan senyum yang ramah di bingkai maya
    Tentang anak yang merintih, juga yang bernyanyi
    Dan ada pula para remaja yang gemar mabar hati

    Aku termenung sesaat diiringi senyum yang lekat
    Apakah memang seperti itu keberadaan mereka di tempurung kepalamu
    Atau hanya analisis kepalaku saja yang kebanyakan ngehalu

    Kini lima abad telah berlalu sudah
    Dan di keningmu penuh dengan mekar bunga
    Segala bentuk harap merayakannya dengan sehat
    Semoga Batavia yang kini telah Jakarta
    Tetap ramah di jendela-jendela mata para pengguna maya

    Sumenep, 2022

    DI KOTA PECI

    Nadham-nadhaman asyik
    Adalah instrumen klasik
    Merangkul doa-doa pada Sang Khalik
    Meredam akal akar fanatik

    Kota itu adalah kota malam
    Kota di mana pernak-pernik firman Tuhan
    Melekat erat terus kami baca, kami dengar, kami pandang
    Suatu pemberian kalam keabadian

    Waktu memang tak pernah lusu
    Membangunkan pangeran subuh
    Dari ruang remang tipu-tipu membelenggu

    Rindu Ayah Ibu
    Kami bungkus dalam hangat kantong saku baju
    Kadang kami letakkan di balik bantal batu

    Di kota peci ini
    Semoga berkah tumpah
    Membasahi hidup tubuh tabah kami

    Sumenep, 2022

    ASMARA KHATULISTIWA

    Di garis khayal itu
    Aku menanam asmara khatulistiwa
    Rasa yang membentang
    Membelah pulau kalimantan
    Sebagai eksotisitas alam
    Pada tubuhmu yang kelam

    Annuqayah, 2022

    MH. Dzulkarnain. Nama pena dai Noer Moch Yoga Zulkarnain. Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pemuda kelahiran Sumenep, 16 Juni 2003. Alamat Rumah Desa Gunung Kembar  Kec. Manding kab. Sumenep. Masyarakat  ‘Majelis Sastra Mata Pena’ (sebuah Komonitas Literasi dan Seni). Salah satu Kontributor Puisi pada Antologi Puisi DNP (Dari Negeri Poci) Ke-11 KHATuLISTIWA 2021 (KKK Jakarta, 2021), Antologi Puisi DNP Ke-12 Raja Kelana 2022 (KKK, 2022). Beberapa karya tulisannya pernah dimuat/dipublikasikan di media Online, Majalah dan Koran Harian

    penyair madura Puisi sastra puisi
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMembawa Tembilang Menggali Kesunyian
    Next Article Temu Alumni Mastera Melahirkan ‘Oppera’ Indonesia

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 2025

    1 Komentar

    1. Ah. Ulil Abshar on 20 November 2022 6:48 am

      Puisi Yang Menjadikan Aku semangat dalam Menjajahnya Lagi.

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20262 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202653 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202613 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.