Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Puisi Menyapa Corona
    Puisi

    Puisi Menyapa Corona

    26 April 2020Tidak ada komentar4 Mins Read81 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Sebuah puisi pada hakekatnya adalah informasi atau kabar yang ingin disampaikan oleh penulisnya kepada pembaca atau pendengarnya. Yang membuat informasi  atau kabar (dalam puisi) enak dibaca atau dengar adalah karena cara penyampaian atau gaya ungkap yang lebih mengutamakan Rasa dan Estetika.  Jadi, bisa dikatakan bahwa Puisi adalah Bahasa Rasa.

    Saat ini masyarakat sedang galau, kehidupan nyaris kacau balau gara-gara wabah Corona. Di tengah kegalauan inilah para penyair muda dari PBS FKIP-ULM Banjarmasin menjadikan puisi sebagai ruang kreatif untuk menumpahkan segala resah, gelisah dan harapan.  Maka, mengalirlah suara Cinta di Masa Wabah Corona. Teduhlah hati kita pembacanya. Teduh. Teduh. Teduh. (Redaksi)

    [iklan]

    SALAM MANIS KUUCAPKAN
    Ahda Nurjanah

    Ronanya masih terlintas
    Pada kaca yang retak

    Salam manis kuucapkan
    Untuk pasukan biru
    Di garda terdepan
    Yang melangkah dengan berani
    Siap siaga dalam melayani

    Pertarungannya selalu dikenang
    Zaman berlalu dan jasanya akan terpampang
    Terpampang dalam sebuah sejarah

    Meski nelangsa
    Yakinlah! Semua akan ada akhirnya
    Meski letih
    Yakinlah! Semua akan ada ujungnya

    Ahda Nurjanah,  biasa dipanggil Ahda. Lahir 20 tahun lalu tanggal 8 Agustus di Tungkaran Pangeran, Simpang Empat.  Hobi membaca dan cita-cita menjadi guru. Jejaknya bisa dilacak melalui akun Instagram: @ahda_nurjanah_.

    GARIS TERDEPAN
    Eva Widya Oktaviana 

    Ada duka di rautmu
    Pilu tak berujung

    Puluhan nyawa telah gugur
    Namun kau tanpa letih terus bertempur

    Kautinggalkan keluarga demi amanah negara
    Kau tuai cinta kasih pada rasa kemanusiaan
    Karena kau adalah obat penawar

    Hingga kini kau terus berada di garis terdepan
    Dengan segala upaya dan bantuan
    Kami di sini tetap selalu mendoakan

    Lekas membaik bumiku
    Berlalulah pandemi corona
    Pulihlah dunia agar kebahagiaan para insan
    dapat bangkit kembali

    Eva Widya Oktaviana atau bisa dipanggil Vaya adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat. Hobi membaca buku. Instagram: @vayaevawdy_

    SEMASA PANDEMI CORONA
    Qusnul Aqidahtul Izzah

    Dunia bergelimun duka
    Mengusik hidup manusia
    Tersingkap wajah penuh luka
    Semasa pandemi corona
    Burung-burung berkicau tanpa jeda
    Bercucuran peluh nestapa
    Dalam lautan air mata

    Merengkuh khusyuk dalam bait-bait doa
    Berharap pulih segera tiba
    Semburat matahari ubah suasana
    Rona lukis senyum bahagia
    Membangun kepedulian terhadap manusia
    Derap langkah terhenti untuk sementara
    Belajar, bekerja, dan merajut asa
    Menggaung suara di rumah saja

    “Ya Rabbi, ampunilah dosa kami semua!
    Bukakan pintu surga kepada yang gugur dalam siaga!”

    Qusnul Aqidahtul Izzah, biasa dipanggil Anggi. Lahir di Guntung Payung 15 Agustus 2000. Mengenal sastra ketika duduk di bangku SMP. Kemudian saat SMA, aktif mengikuti kegiatan sastra. Sekarang sedang menempuh pendidikan di ULM, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Akun Instagram: @qusnulaqidahtul.

    PEJUANG COVID-19
    Riyan Rifani  

    Perawat bangsa
    Jasa dan perjuanganmu
    bagaikan sebutir permata
    Kau tak berharap balasan harta
    Namun kauharapkan senyum
    kesembuhan semata

    Kau tolong banyak nyawa
    Walau kau bukan pejuang melawan Belanda
    Tapi kau pejuang melawan corona
    Taruhan nyawa jadi modal kesembuhan rakyat tercinta

    Perawat bangsa Indonesia
    Tendang jauh rasa putus asa
    Jangan lupa usaha dan doa
    minta  pada Allah  Subhanahu wa Ta’ala

    Amuntai, 17 April 2020

    Riyan Rifani,  lahir di Amuntai, 04 Agustus 1999. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Hobi menulis puisi dan memasak. Prestasi pernah  menjadi peserta terpilih sebanyak 4 kali dalam lomba cipta puisi nasional pada tahun 2019. Akun Instagram: @ryan_amkowa.

    PAHLAWAN DI TENGAH PANDEMI
    Rizky Amalia 

    Mengapa kau hadir
    Memberi seribu ketakutan,
    Menjauhkan orang terdekat?

    Mengapa kau hadir
    Menelan banyak korban jiwa?

    Mengapa kau hadir
    Tanpa belas kasihan
    Tanpa perasaan?

    Saat ini para pahlawan
    Rela gugur di medan pertempuran
    Demi sebuah kesembuhan

    Saat ini para pahlawan
    Berjuang sirnakan kau dari bumi!

    Mereka berikan jasa sekuat tenaga
    Berjuang tanpa pikir dan logika
    Ikhlas membantu sesama manusia

    Tolong!
    Tolong jangan tolak jasad mereka ketika tiba
    Di pembaringan terakhir menuju surga!

    Rizky Amalia, lahir di Banjarmasin, 26 April 2001. Hobi baca, nulis, dan dengar musik. Mahasiswi di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UnLam, Banjarmasin, KalSel.  Akun Instagram: @melight08. Wattpad: Lmk62_.

    Komunitas Sastra Banjarmasin puisi mahasiswa puisi melawan corona Solidaritas Sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBahaya Sikap Keras Kepala
    Next Article Ritual Siraman Pengantin

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025

    Puisi-Puisi Kang Thohir

    7 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.