Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Pesugihan Babi Ngepet
    Tradisi

    Pesugihan Babi Ngepet

    21 Maret 2021Updated:21 Maret 2021Tidak ada komentar3 Mins Read413 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Kaya raya, banyak uang banyak harta, adalah impian hampir setiap orang dalam hidup ini. Berbagai macam cara dilakukan untuk mendapatkan harta. Ada yang bekerja keras banting tulang siang malam untuk mendapatkan harta yang halal. Ada juga yang mencarinya dengan jalan pintas yang mudah namun melanggar ajaran agama. Seperti korupsi, mencuri, merampok, dan pesugihan.

    Pesugihan adalah suatu cara untuk memperoleh kekayaan secara instan tanpa harus bekerja keras dengan berkolaborasi atau bekerjasama mahluk gaib, jin, setan atau siluman.

    Di Nusantara ini banyak sekali jenis-jenis pesugihan. Ada pesugihan memelihara, tuyul, pesugihan perkawinan dengan siluman ular, pesugihan kain kafan, pesugihan gunung kawi, pesugihan buto ijo, Nyupang, pesugihan kera, babi ngepet, tikus ngepet, kelelawar ngepet dan masih banyak yang lainnya. Adapun jenis pesugian yang sudah melegenda di masyarakat adalah pesugihan Babi Ngepet yang di Jawa Timur dikenal dengan Celeng Kresek.

    Banyak mitos menceritakan bahwa Babi Ngepet adalah orang yang ingin kaya raya menjelma jadi siluman babi dan bekerja di waktu malam hari. Siluman Babi itu biasanya mengambil uang dengan cara menggesek-gesekkan tubuhnya di pintu, lemari, atau dinding rumah.

    Sebenarnya, jika dipikir dengan akal sehat dan mengikuti ajaran agama, orang yang melakukan atau menjalani pesugihan Babi Ngepet itu bisa dikatakan sebodoh-bodohnya manusia, ya mereka itulah si siluman Babi Ngepet.

    Secara akal sehat sukar dipercaya jika ada orang bekerjasama dengan setan, jin atau siluman untuk mendapatkan harta kekayaan. Tetapi pada kenyataannya memang ada. Karena memang begitulah adanya, banyak manusia dalam hidup ini yang bersifat serakah. Apabila nafsu duniawi telah membakar mimpinya, maka gelaplah hatinya hingga hilang pula akal budinya. Tak perduli halal atau haram, yang gue senang. Soal resiko itu urusan belakang.

    Untuk menjalankan pesugihan Babi Ngepet ini modal yang harus disiapkan tidak seberapa besar. Paling-paling hanya biaya untuk membayar biaya dukun atau paranormal (yang bisa dibayar belakangan) dan biaya untuk menyediakan sesaji untuk melakukan ritual .

    Dalam melaksanakan ritual pesugihan Babi Ngepet ini biasanya dilakukan pada malam hari oleh dua orang. Biasanya oleh sepasang suami istri. Suami menjadi Babi Ngepet dan istri menjaga sesaji atau bisa juga sebaliknya. Yang akan menjadi Babi bisa disebut sebagai Tuan dan satunya lagi sebagai Pembantu. Beberapa hari sebelum melakukan ritual harus berpuasa. Adapun perlengkapan ritual atau sesaji terdiri dari: Kembang setaman, minyak wangi, kopi pahit, jajan pasar, kemenyan atau setanggi dan darah ayam cemani. Adapun peralatan tambahan sebagai pelengkap sesaji adalah baskom berisi air yang ditengahnya ditaruh sebatang lilin atau lampu minyak kecil  (Senthir).

    Dalam operasinya mengambil uang, si Babi Ngepet ini akan berjalan keliling kampung atau perumahan dengan hati-hati agar tak terlihat orang. Babi ngepet biasanya mengambil uang dengan cara menggesek-gesekkan tubuhnya di pintu, lemari, dinding, dsb.

    Apabila dalam menjalankan operasinya ini si Babi Ngepet ketahuan orang dan berhasil ditangkap, resikonya cukup berat. Dia bisa mati digebuki orang-orang. Dan kalau hanya sampai babak belur saja, dia akan menanggung malu yang tak terhingga, karena pada keesokan harinya dalam keadaan sudah mati atau kondisi badan bonyok babak belur, dia akan berubah kembali menjadi manusia.

    Begitulah resiko yang harus dihadapi oleh orang yang menjalani pesugihan Babi Ngepet. Hidup kaya raya namun setiap saat dibayang-bayangi bahaya, dan bergelimang dosa. Konon katanya, untuk melancarkan keinginan agar cepat kaya itu, anggota keluarga dijadikan tumbal atau orang-orang terdekat. Bisa juga si orang itu sendiri yang menjadi tumbal karena tak mampu menyediakan sesajen.

    Jalan pintas mencari harta dengan menjalani pesugihan Babi Ngepet ini tentu saja sangat bertentangan dengan ajaran agama. Buat kita yang masih setia pada akal sehat, mari kita renungkan bersama. Buat apa di dunia kaya raya bergelimang harta, namun di akhirat nanti harus siap menikmati panasnya api neraka. Hiiyy… naudzubilahiminzdalik! (Red-AY)

    Macam-macam pesugihan Pesugihan Pesugihan di Indonesia
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBuku Kumpulan Puisi mbludusdotcom 2019-2020
    Next Article Sejarah Hari Puisi Dunia

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202538 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202541 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202527 Views

    Diksi Unik di Puisi Emha Ainun Nadjib “Doa Terampun Ampun”

    12 Desember 2025139 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.