Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Perjamuan
    Puisi

    Perjamuan

    2 Agustus 2020Tidak ada komentar3 Mins Read23 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi merupakan representasi penyair dalam melihat keadaan sekitar atau bisa jadi perasaan dan pengalaman penyair tertuang dalam ruang yang sempit, namun luas makna. Itulah mengapa puisi menjadi istimewa. Bisa dilihat pada puisi-puisi di bawah ini, setiap kata yang dihadirkan sangat gamblang untuk dimaknai, seolah kita bisa masuk ke ranah pribadi penyairnya sekaligus mewakili perasaan kita yang membacanya. (redaksi)

    [iklan]

    P E R J A M U A N

    adalah sebuah pesta
    ketika wajah kawan dan lawan
    sama manisnya
    ketika merah anggur
    pada gelas gelas kristal
    berkilau menyembunyikan
    dusta
    : dan jejakmu pengkhianat masih bersisa
    redup cahaya lampu dan kerdip
    lilin tak mampu menilap senyum
    engkau, aku, mereka, dan kita
    cuma pelaku di balik kelir
    ketika gending menjerit
    ketika peluru mendesing
    lalu hampa
    malam terjungkal
    sehitam jelaga

    adalah sebuah pesta
    ketika segelas anggur
    dan sekerat roti sama pahitnya….

    Agats – Asmat, 24 Oktober 2018

    ABU ABU

    masihkah si-aku ingin menjadi ikan?
    biru warna tiba tiba terjerembab menjadi
    kelam
    pun batas langit sama hitam dengan
    lumuran tinta
    tanpa nama
    –ah, seraut wajah dengan dua warna
    topeng yang berbeda
    hitam dan putih
    meleleh dalam beku
    menjadi maya,  menjadi abu abu
    : kutinggalkan riuh lantai dansa
    irama musik terdengar sumbang
    tak lagi sama
    hanya malam yang gemetar
    terdiam dalam kebimbangan
    tatapan sepasang matamu tuan
    masih jua menyimpan sebuah tanya
    tanpa jawaban

    Agats – Asmat, 1 November 2018

    “D I M A N A?”

    bila masih bertanya: “dimana?”

    si-aku ada pada sebuah tersembunyi relung
    yang tak akan pernah dapat dikunjungi siapapun
    juga badai yang mulai menggasing
    pada sepasang bola mata
    nan meleleh dari hitam
    menjadi merah bara
    waktu berkelebat bagai
    lidah pisau yang berkilau
    mengintai selayak pendusta
    lalu seluruh hari runtuh
    menjadi helai kain kafan
    menjadi hujan
    –masihkan ada tersisa kata
    yang harus disangsikan?
    betapa nisbi batas antara
    hidup dan kematian
    betapa jauh jarak antara
    salah dan memaafkan
    cuma udara yang meleleh
    berkeping selayak pecahan kaca
    antara ada dan tiada
    hari yang belum pasti tiba
    hanyalah maya ….

    Agats – Asmat, 2 November 2018

    K E R A N D A

    : hari itu aku telah lama mati

    kehidupan hanya panggung bisu tanpa suara
    tanpa kata, mengatupkan daun pintu pada derit
    yang mengaduh, menjerit kehilangan makna
    ah, seluler
    yang lelah kiranya meluapkan kalimat
    perkawinan vokal dan konsonan urung
    pada desau angin yang terjungkal, sekarat
    kita hanya sepenggal jejak yang segera terhapus
    karena lidah ombak yang marah
    atau sebuah kisah yang tak pernah sampai
    pada akhir
    hanya ada dua pilihan
    altar atau kehilangan
    –adakah harus terulang kesalahan?
    pun beku keranda, menggigil, abadi
    lalu daun-daun gelisah, gugur
    pucat pasi

    Agats – Asmat, 25 November 2019

    Dewi Linggasari, lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 22 Mei 1967, menyelesaikan pendidikan S1 pada Jurusan Antrolopologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Tahun 1993. Satu tahun bekerja sebagai asisten peneliti di P3PK UGM dan melakukn tugas lapangan selama  satu bulan di Wamena. Tahun 1994 tiba di Merauke sebagai petugas lapangan BKKBN sekaligus memenuhi panggilan untuk menulis Etnografi Papua. Tahun 1996 pindah ke Asmat dalam rangka tugas lapangan sekaligus  penggalian data Etnografi.

    Puisi Cinta puisi indonesia puisi kehidupan
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleCinta dan Dusta
    Next Article COVID-19 Menyusup di Perumahan Warga

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Berbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku

    18 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.