Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Perjalanan Pulang
    Puisi

    Perjalanan Pulang

    6 Oktober 2021Updated:15 Oktober 2021Tidak ada komentar3 Mins Read103 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Ahmad Soleh Penyair  kelahiran Cirebon ini  mempunyai gaya tutur yang terduga kekinian dalam setiap cara ungkap di Puisi puisinya, sebut saja ada kata: Cuan, Cetar, Tol, dan Ponsel. Pada puisi puisi besutan Penyair yang sekaligus mengaku sebagai Pengrajin Puisi, juga terjejak adanya semangat milenial yang cenderung lugas, dan apa adanya.

    Tidak perlu bersanjung kata: “Mau terserah, tidak mau ya tidak apa apa“. Begitulah aroma puisi puisinya kali ini, dipertegas  dengan adanya tukilan tanda kurung di bait puisinya, semisal pada kalimat:
    /mempersilakan mobil lain (yang berpapasan) untuk menanjak/. Tukilan tanda kurung di dalam bait puisi bisa jadi dapat dipersepsi bahwa Si Penyair memang sedang bereksperimen dalam menggali cara ungkap: logika, rasa, karsa maupun imajinasi dalam berpuisi. Pantas saja, jika Penyair ini mengaku sebagai Si Pengrajin Puisi. (redaksi).

    Perjalanan Pulang

    Sehabis liburan
    sudah biasa bila badan
    merasa kelelahan
    dan kepayahan

    apalagi esok Senin
    mikirnya saja
    bikin badan ringsek
    pikiran pun renyek

    mengingat
    tugas-tugas menumpuk
    di meja kerja
    padahal honornya tak seberapa
    mesti menyambi usaha
    menggembala kata
    demi hidup yang hidup
    ya, hidup yang hidup

    menggembala kata
    adalah beternak pikiran
    mengasuh perasaan
    menggugah harapan
    bukan begitu?

    bila suatu saat
    mendapatkan cuan
    itu bukanlah keberuntungan
    anggap saja tuhan sedang barahan
    tentu, senang bukan kepalang

    sujud syukur
    jangan lanjut mendengkur
    sebab perjalanan pulang
    paling palung
    adalah ke dasar
    renung.

    Depok, September 2021

    Buah Tangan

    Mobil yang kami tumpangi berangkat pukul sepuluh pagi
    perjalanan lancar melewati turunan agak terjal
    sesekali mobil kami berhenti
    mempersilakan mobil lain (yang berpapasan)
    untuk menanjak
    jalanannya memang sempit,
    lagi berbatu, dan licin bila hujan

    jendela sengaja kami buka
    itung-itung menabung udara segar
    yang tentu amat mahal dan tak diobral di kota
    di kota (tempat kami jalani hidup)
    udara bercampur debu dan asap
    sekali hisap napas sudah pengap

    mesti menyalakan penjernih udara
    yang harganya amat tinggi
    memang udara jadi terasa segar
    tetapi dompetku gemetar
    bayar tagihan listrik yang cetar

    perjalanan tertahan sejenak
    di lapak oleh-oleh kami habiskan uang
    beberapa kilo ubi bakar
    beberapa kotak kue moci
    (kue bulat berisi kacang manis)
    dan beberapa bungkus rujak mangga
    (yang asam sekali rasanya)
    kami borong, sampai-sampai kantong bolong

    sesampai di pintu tol
    kami bayarkan sejumlah uang kepada “negara”
    yang dengan sigap membangun tol di mana-mana
    sambil menggusur tanah di mana-mana

    sat set,
    dengan lekas kami tiba di pintu rumah
    mengetuk gelisah yang kemarin ditinggal liburan
    oh benar, kangen itu hanya isapan jempol
    sebab pekerjaan yang bertumpuk
    membuatku (juga kamu) terlampau sibuk
    dan kita kerap asyik-masyuk
    ke dalam ponsel cerdas itu

    perihal buah tangan yang kami borong tadi
    tentu ada hal yang tak bisa kaubeli
    ya, kubawakan sejumlah puisi
    bacalah, bacalah sepenuh hati
    tapi jangan diambil hati.

    Depok, September 2021

    Ahmad Soleh, pengrajin puisi kelahiran Cirebon 24 Februari 1991. Alumnus Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia Uhamka, Jakarta, ini gemar menulis puisi sejak duduk di bangku aliyah di sebuah madrasah aliyah swasta di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Puisi-puisi Soleh pernah terbit di berbagai media, seperti Republika, MadrasahDigital.co, Gagas.ID, GhirahBelajar.com, dan Rahma.ID. Beberapa puisi sudah terbit menjadi buku. Di antaranya kumpulan puisi Untuk Mak Eha (Penerbit Camar, 2015), Hujan Ibu Kota (2018), dan Aku Ingin Menjadi Rumah Buatmu (2019). Buku kumpulan puisi terbarunya, yaitu Memutus Wabah Pilu Menyemai Benih Rindu (2020).

    penyair indonesia puisi kehidupan puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleProblematika Pendidikan di Daerah Terpencil
    Next Article Mbah Samin Ngoceh (1)

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisintaksis dan Manusia Algoritma: Ketika Peluncuran Buku Menjadi Peristiwa Ontologis

    21 Februari 202683 Views

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 202614 Views

    Hak Tubuh Istirahat

    26 Januari 202613 Views

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202695 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (207)
    • Bisnis (7)
    • Buku (84)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (143)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.