Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Perempuan dan Gempa
    Puisi

    Perempuan dan Gempa

    14 Maret 2021Updated:15 Maret 2021Tidak ada komentar3 Mins Read109 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Eny Sukreni adalah Penyair sekaligus alumni Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Kali ini Sang Penyair menampilkan puisi-puisi yang memang terasa bernuansa kekayaan ungkap khas terkait erat dengan latar pendidikan formalnya. Betapa tidak, ada warna pendidikan, warna bahasa, dan warna seni, ditambah rasa bahasa keseharian yang tadinya terkesan rumit bisa diungkapkan dalam diksi yang gamblang dan apa adanya, tetapi tetap saja menyisakan tanya atas makna metafora yang diusung di dalam bait-bait puisinya. Kekayaan ungkap Penyair kelahiran Pemenang, Lombok Utara tahun 1987 ini dapat ditemui pada cara menyusun bait serasa seperti karya ilmiah, ada pendahuluan, metode, opini dan kesimpulan. Begitu juga aroma metafora cerdasnya pun ditonjolkan semisal /bumi di perutnya/sekuntum bulan/digantungnya purnama/.

    Disamping itu kata-kata keseharian juga berhasil memperunik cara bertutur dalam puisinya, terbaca pada satu di antara baitnya /para perempuan merayakannya dengan tangis/.

    Benar apa kata para kritikus bahwa Latar belakang penyair seringkali mewarnai ungkapan ungkapan unik, dan bahkan bisa melahirkan invensi baru dalam berpuisi. Selamat menikmati puisi-puisi Sang Penyair. Silakan. (redaksi)

    Perempuan dan Gempa

    sehabis getar itu
    perempuan berbalut kain kuning menggerai rambut
    lalu mandi dari tiga mata air

    ia mengusap-usap bumi di perutnya
    seperti tengah meratakan lubang-lubang tanah
    dan air sungai menjadi deras di rambutnya

    pandan dan kamboja melayang di tubuhnya
    laksana bumi tengah mengalami musim bunga
    lalu anak-anak terlahir begitu cantik
    para perempuan merayakannya dengan tangis

    Sekuntum Bulan

    dipetiknya sekuntum bulan malam itu
    dari bangku taman di tepi pantai
    membiarkan percakapan merenggut lelap
    menyusuri lampu-lampu yang padam satu per satu

    seperti memapah seorang buta
    yang dipenuhi tanya tentang apa
    yang tak bisa dilihatnya

    tinggal mimpi
    menantinya di tempat tidur
    meski sesaat lagi akan ramai kokok ayam

    sekuntum bulan malam itu
    menyeret cahaya ke balik pohon
    menelusup ke celah-celah dinding
    memperjelas gelas kaca di atas meja
    memperjelas pagi

    Menggantung Purnama

    digantungnya purnama di atas tempat tidur
    agar malam tak begitu gelap
    dan siang tak begitu terang
    bayang-bayang akan terpantul
    oleh piasnya

    purnama yang dipetik dari buah waktu
    di mana tercatat dongeng-dongeng tua
    yang kini merupa keping-keping di kepala
    dan mesti dipungut kembali

    juga pada lelap dan lupa
    maka mimpi buruk yang terang
    takkan tampak menakutkan

    digantungnya purnama
    pada setiap penjuru tubuhnya
    agar ke mana pun ia mengarah
    selalu dilihatnya terang

    Dini Hari Pohon Manggis

    sehabis memadamkan lampu jalan
    ia ingin membasuh panas malam
    dengan embun yang bersarang
    di ujung daun-daun manggis

    dengkur orang-orang masih jelas di balik tembok
    salak anjing yang kedinginan menyusul di kejauhan
    seperti rintik hujan
    sesaat terlintas mata air di tengah hutan

    dini hari begitu asing
    bagi kota-kota yang terlambat tidur
    di sanalah ia diam menyimak
    pintu-pintu mulai bergerak
    saat pagi telah panas

     

    Eny Sukreni lahir di Pemenang, Lombok Utara, 24 Agustus 1987. Menyelesaikan studi pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni STKIP (kini Universitas) Hamzanwadi. Puisi-puisinya  antara lain terbit di surat kabar Media Indonesia, Indo Pos, Riau Pos, Banjarmasin Pos, Sumut Pos dan Suara NTB, selain juga tersimpan dalam beberapa buku antologi bersama.

    penulis lombok penyair perempuan lombok puisi perempuan
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleTravel Demand Fuels a Boom in Asia Pacific — Hotel Rooms
    Next Article Mayat di Tempat Tidur Yulia

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20269 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202661 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202631 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.