Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Pada Desir Laut
    Puisi

    Pada Desir Laut

    1 September 2019Updated:15 November 2019Tidak ada komentar3 Mins Read31 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi merupakan sebuah jalan besar bagi mereka yang ingin memakrifatkan keberadaannya. Bukan berarti tak ada jalan lain untuk menuju ke sana. Akan tetapi, inilah salah satu jalan yang mengantarkan manusia untuk tidak berlarut dalam prosesi pencariannya terhadap perkara keabsolutan kehidupan. Bersama puisi, renik-renik persoalan terjaring menukik sampai ujung hati, sehingga mereka dapat merasakan getarannya. Tentu, hanya penyair  yang tak jemu mengembara di rimba kata dan kedalaman rasa saja yang sanggup menggapainya.   Internalisasi yang diolah sepanjang usia dan masa, yang kemudian melahirkan para penyair matang sikap dan sifatnya untuk sampai kepada esensi.  Bukan mereka yang berahi ingin menulis puisi dan disebut penyair, lalu tiba-tiba hadir  begitu saja dari sebuah pasar gelap. Faktor determinan dalam puisi adalah diksi. Diksi sebagai penanda rasa puitik. Dapatlah kiranya kita jenguk sejenak pada  Nanang Suryadi. Penyair  ini tampak begitu nikmat  dengan elementasi alam, padat makna yang terwakilkan. Jelas, diksi adalah elemen penting puisi, puisi mutlak bermain dengan diksi, dan licentia poetica merupakan suaka puitiknya. (Redaksi)

    [iklan]

    Puisi – Puisi Nanang Suryadi
     
    Di Pesisir

    Kau dirikan rumah pasir
    Walau demikian fana
    Tapi membuatmu bahagia

    Kanak kanak yang berlarian
    Di pantai berpasir
    Adalah kanak kanakmu

    Adalah engkau,
    Kanak kanak itu
    Di waktu lalu

    Bandung, 13 Juli 2018

    Di Pesisir Puisi Berpasir

    di pesisir puisi
    pasir putih menggeriap cahaya

    matahari yang sama
    dan kita yang selalu saja

    memandang gelombang
    menghempas buih berhamburan

    tak ada yang aneh
    hanya terkadang mata silap melihat

    kebenaran dan kesalahan
    dikabarkan dari perut kelaparan

    di pesisir puisi
    kita ingin jadi gelombang memburu

    mencium pasir gemerlap cahaya

    Bandung, 7 Juli 2018

    Nyiur Melambai

    sebatang nyiur
    berbatang batang nyiur
    melambai lambai
    dianginangin

    sebatang nyiur
    berbatang batang nyiur
    gelugu rumah waktu
    melintang terpaku

    sebatang nyiur
    berbatang nyiur
    berkisahlah
    tentang gelombang pasang

    sebatang nyiur
    berbatang nyiur
    di sepanjang pesisir negeri
    di dalam lagu abadi

    Bandung, 13 Juli 2018

    Pada Desir Laut

    Demikian Senda
    Camar senja
    Di tempias cahaya

    Mengekal ingatan
    Pada desir
    Bisik laut pada pesisir

    Kemana kita akan pergi,
    Tualang atau pulang?
    Teriak camar

    Dan kita menatap
    Samar bayang bayang

    Malang, 23 November 2018

    Di Negeri Jauh

    Di negeri jauh
    Kau tatap salju jatuh
    Memutih di kaca jendela

    Di negeri jauh
    Kau tulis segala peluh dan keluh
    Dalam sajak menanda usia
    Malang, 24 November 2018

    Nanang Suryadi, lahir di Pulomerak, Serang pada 8 Juli 1973.  Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Brawijaya ini juga aktif mengelola fordisastra.com. Buku-buku puisi tunggalnya: Sketsa (HP3N, 1993), Sajak Di Usia Dua Satu (1994), Orang Sendiri Membaca Diri (SIF, 1997), Silhuet Panorama dan Negeri Yang Menangis (MSI,1999) Telah Dialamatkan Padamu (Dewata Publishing, 2002), Cinta, Rindu & Orang-orang yang Menyimpan Api dalam Kepalanya (UB Press, 2010), Biar! (Indiebookcorner, 2011). Derai Hujan Tak Lerai, Kenangan Yang Memburu, Yang Merindu Yang Mencinta (Nulisbuku, 2012) dan Penyair Midas (Hastasurya, 2013)

    No Hp: 082132686117

    Puisi Alam puisi indonesia puisi kehidupan
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMengenal Terowongan Angin
    Next Article Membunuh Keburukan

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Berbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku

    18 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.