Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Ngaduk Dodol
    Tradisi

    Ngaduk Dodol

    6 Juni 2021Updated:6 Juni 2021Tidak ada komentar4 Mins Read101 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Ngomong-ngomong soal kuliner, Betawi punya puluhan jenis kuliner. Dari yang tradisi sampai yang kekinian semua ada. Mulai dari Nasi Uduk, Gado-gado, Asinan, Pecak Lele sampai ke Gabus Pucung. Jenis kue-kuenya juga ngedabreg. Mulai dari Kerak Telor, Getuk Lindri, Kue Rangi, Roti Buaya, Kue Cucur, Putu Mayang, sampai ke Dodol Betawi.

    Akan halnya Dodol Betawi, ini adalah termasuk jenis kuliner tradisi yang menjadi ciri khas Betawi dalam menyambut Lebaran, atau hari raya Idul Fitri. Seminggu atau dua minggu sebelum lebaran tiba, masyarakat betawi seacara sambatan atau saling bantu, rame-rame Ngaduk Dodol.

    Kulner Dodol Betawi yang dihidangkan pada hari Lebaran ini diolah dari tepung ketan, santan kelapa, dan gula jawa. Laki-Iaki bertugas mengupas kelapa dan mengaduk bubur tepung yang sudah mengental sampai masak dan berminyak. Sedangkan ibu-ibu yang menyiapkan bahan-bahan, seperti menumbuk beras ketan untuk membuat tepung.

    Ngaduk dodol atau proses pembuatan dodol ini kelihatannya gampang dan sederhana. Tapi sebenarnya sangat menguras tenaga. Sebab, dodol tersebut harus terus diaduk tidak boleh berhenti, bila tidak diaduk-aduk akan mengeras. Untuk itulah kerjasama dan gotong royong diperlukan agar dodol tersebut jadi seperti yang diharapkan. Setelah Dodol sudah dianggap matang, didiamkan dulu beberapa saat, kemudian dikemas ke dalam plastik putih bening, daun pisang atau kertas warna-warni, dengan panjang kira-kira 20-30Cm, lalu disimpan minimal 2 hari lamanya, barulah Dodol bisa dinikmati.

    Di Betawi ada semacam pemeo, ‘Lebaran nggak afdol kalo nggak ada Dodol’.   Dodol telah menjadi makanan khas yang biasanya tersedia di rumah-rumah saat hari raya Lebaran. Dodol adalah ‘bawaan wajib’ bagi orang yang lebih muda ketika mengunjungi kerabatnya yang lebih tua ketika mereka saling bersilaturahmi seusai shalat Ied. Dodol Betawi memiliki warna coklat kehitaman, dodol Cina, dodol Garut maupun panganan berupa dodol lainnya yang banyak diproduksi di beberapa daerah di Tanah Air. Rasa manis dan aroma kelapa sangat terasa di lidah. Dodol ini juga bisa disajikan dengan cara digoreng, setelah diiris kecil-kecil. Keistimewaan lain dodol ini adalah daya tahan lamanya. Walaupun disimpan lebih dari satu bulan, rasanya tetap enak.

    Sebagai makanan ringan yang terbuat dari bahan dasar Gula Jawa, Tepung Ketan dan Santan dan di tambah beberapa bahan lain yang membuatnya menjadi unik. Dodol mempunyai bentuk fisik yang tergolong berbeda satu sama lain, misalnya saja Dodol Betawi, Dodol Garut, Dodol Jenang, Kue Keranjang, dan beberapa jenis dodol yang khas menurut daerah produksi masing-masing. Di zaman yang semakin modern ini, panganan Dodol masih cukup eksis dan laris.

    Dodol sendiri sangat mudah untuk di buat dan di modifikasi, jika anda coba membuatnya sendiri..anda bisa menambahkan bahan-bahan lain seperti durian, nangka,cempedak,dll.

    Bila anda tertarik ingin mencoba, Dodol banyak dijual digerai-gerai makanan. Dan kalau ingin coba-coba membuatnya, berikut ini adalah Cara Sederhana membuat Dodol yang disajikan oleh laman https://artikelmesinmakanan.wordpress.com

    Perhatikan baik-baik.

    1. Siapkan Bahan-bahan :

    1 kg tepung ketan.
    100 gram tepung beras.
    2 kg gula merah kwalitas baik kemudian sisir halus.
    500 gr gula pasir kwalitas baik.
    2 liter santan kelapa kental.
    2 liter santan kelapa encer.
    ½ sendok makan garam halus.
    2 lembar daun pandan ukuran 20 cm kemudian ikat simpul.
    Nampan yang telah dilapisi daun pisang sebagai alas.

    1. Cara pembuatan :

    – Langkah awal yang harus anda lakukan adalah menyiapkan bahan dan mengolahnya hingga menjadi adonan. Mula-mula siapakan wajan berukuran besar / paling besar..

    – Masukan santan kental, gula merah, gula pasir dan daun pandan. Setelah itu masukan garam lalu rebus hingga mendidih.

    – Setelah rebusan bahan-bahan mendidih, angkat dan diamkan santan dengan api kecil lalu buang daun pandannya

    – Siapkan wadah atau baskom kecil kemudian campurkan santan encer, tepung ketan serta tepung beras lalu aduk hingga rata.

    – Setelah rata, sekarang masukan larutan tepung kedalam santan kental yang selesai di rebus. Aduk perlahan hingga adonan mengental dan matang. Hal yang paling khas dari pembuatan dodol adalah teknik pengadukan, anda harus melakukan pengadukan terus menerus hingga adonan menjadi kenyal dan matang. Pada sesi pengadukan ini anda bisa mengaduk adonan secara manual dengan menggunakan sendok kayu berukuran besar, namun jika anda ingin hasil yang cepat dan merata di sarankan anda menggunakan mesin pengaduk dodol modern yang bisa di setel secara otomatis.

    – Setelah adonan berubah bentuk menjadi lebih kental dan agak kenyal, pindahkan adonan ke wadah yang telah di alasi daun pisang.

    -Terakhir dinginkan adonan yang telah di cetak selama beberapa jam. Dan dodol pun siap untuk di nikmati.

    Silahkan mencoba. Gampang, kan? (AY)

    dodol betawi Kuliner betawi ngaduk dodol
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleBelajar Berhitung Melalui Congklak
    Next Article Cinta Yang Penuh

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20251 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.