Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Cinta Yang Penuh
    Puisi

    Cinta Yang Penuh

    13 Juni 2021Updated:13 Juni 2021Tidak ada komentar4 Mins Read58 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    CINTA, Cerita Indah Namun Tiada Arti. Juga penuh misteri tapi asyik. Almarhum Gombloh mengatakan dalam salah satu lagunya: Kalau cinta sudah melekat tai ayam serasa coklat. Penyair M.Z. Billal dari Indragiri Hulu, Riau lain lagi sudut pandangnya tentang Cinta. Dia punya Cinta Yang Penuh. Cinta menurutnya adalah seperti buah apel yang rela dibelah jadi dua bagian oleh pisau yang kau sembunyikan di dadamu. ia tidak menolak untuk berdarah. sebab kau telah mahir untuk menyembuhkan luka-luka. Seperti pada larik ini pun terbaca begitu melankolis Ia mengecupmu, dan kau memeluknya. Kau memenuhi bibirnya dengan bibirmu, ia berpetualang ke dalam tubuhmu. Selamat membaca. (redaksi).

    Cinta Yang Penuh

    #1
    ia tak marah bila dipersalahkan
    dan tidak berusaha menjelaskan.
    ia tahu kau merasa terluka,
    namun kau tidak tahu kalau ia
    lebih sering terluka daripada kau.
    ia tabah dan membiarkan punggungnya
    menyembunyikan hal-hal berat
    dari seluruh yang berat sering
    kauperlihatkan di dadamu kepadanya.
    ia tidak memiliki apa-apa
    untuk mengasihimu kecuali cinta
    yang penuh dan menenangkan.
    tapi ia meragukan dirinya sendiri
    apakah kau akan menerima cinta
    yang tak pernah sanggup kaugenapi.
    sebab ia tahu kau tahu tentang
    apa-apa yang ia ketahui tentangmu.

    #2
    ia tidak bertanya siapa gerangan
    dirimu saat ia memilihmu untuk dicintai.
    melainkan ia bertanya pada dirinya sendiri
    siapa gerangan ia yang bisa diterima
    olehmu untuk dicintai. ia merasa
    dadanya penuh oleh cinta. ia seperti
    mampu memberi ruh kepada bangkai
    bunga-bunga alamanda di taman kota
    yang sekarat pada ujung hari. ia sepenuhnya
    apel yang rela dibelah jadi dua bagian
    oleh pisau yang kausembunyikan
    di dadamu. ia tidak menolak untuk
    berdarah. sebab kau telah mahir
    untuk menyembuhkan luka-luka.
    demikianlah bagaimana cinta yang penuh
    bekerja untuk memenuhi hari-hari mereka.

    #3
    ia dan kau sama-sama tidak punya alasan
    untuk saling meninggalkan. ia tahu kau marah,
    dan kau tahu ia marah. ia sedih kau sakit,
    dan kau sedih ia sakit. ia tertawa kau bersenda,
    dan kau tertawa ia bersenda. ia takut kau benci,
    dan kau takut ia benci. ia mengecupmu,
    dan kau memeluknya. kau memenuhi bibirnya
    dengan bibirmu, ia berpetualang ke dalam
    tubuhmu. ia tahu kau menua, dan kau tahu
    ia menua. ia memugar dadanya jadi ruang keluarga,
    kau menjadi perapian saat ia merasa dingin.
    ia menyempurnakan kau dengan cintanya
    dan kau menyempurnakan ia dengan cintamu.

    Kamar Alegori, Januari 2021

    Mendengarkan Poetry in Motion*)

    meski kau tutup telingamu
    tapi irama tak berhenti
    mengalun
    dalam dada.
    puisi telah memainkan
    sebuah lagu romantis
    di lantai dansa
    dekat jantungmu.
    ia memanggil-manggil
    namamu
    menyebut semua
    keindahan
    yang menggetarkan ruh
    menuju ke tiap sudut
    pancaindramu.

    I love every movement
    And there’s nothing I would change….

    di luar hujan
    di dalam secangkir teh
    mengepul.
    kau teringat pacar
    masa kecilmu.
    ia gadis bermata indah
    dan bertanya-tanya
    sendiri
    bagaimana kabarnya
    ia sekarang.
    lalu kau melihat
    bayangannya
    di kaca jendela.

    Poetry in motion / walkin by my side
    Her lovely locomotion / keeps my eyes open wide

    ia menghampirimu
    dan membacakan
    sebuah puisi
    tentang bunga-bunga
    dan matahari januari.
    ia telah tumbuh
    tinggi.
    sepasang matanya
    adalah telaga kembar.
    tempat kau
    membasuh sunyi
    dan menuliskan
    balasan puisi.
    “jangan pergi,
    tolong tetap di sini.”

    Kamar Alegori, Januari 2021

    *)Poetry in Motion adalah lagu yang dipopulerkan oleh Johnny Tillotson

    Jalan Pulang

    satu-satunya jalan pulang saat nanti kau tersesat
    jauh dan merasa begitu cemas adalah kembali pada
    diri sendiri. ia barangkali telah tertinggal jauh
    di belakang punggungmu. merasa begitu rindu
    pada kau yang selalu rajin memeluknya setiap
    pagi turun bersama sinar matahari di ambang jendela.
    bahkan ia tidak bisa melupakan masa-masa terbaik
    ketika kau membicarakan tentang masa depan
    dan menenggelamkan tiap kesedihan ke dalam
    meditasi gelas-gelas kopi. ia hanya bisa memandang
    sepasang tungkaimu menjauh dan raib pada rembang petang.

    kau tahu, pengkhianat terburuk di dunia  adalah kau
    yang melepaskan jati diri hanya untuk menjadi
    orang lain. memenjarakan bagian yang baik di lembah
    tak bernama dan meninggalkannya dalam kesepian.
    ia tersedu-sedu memanggil namamu tapi kauabaikan.
    dalam gelap maupun terang ia tetap memelihara ingatan
    dan memasang petunjuk jalan. agar nanti atau
    entah kapan saat kau ingin pulang, kau mudah menemukan
    rute untuk kembali kepada dirimu sendiri.

    jadi bisakah kau tidak pergi jauh lagi?
    sebab ia tahu hal paling kautakutkan bukan kehilangan
    melainkan kelupaan yang kemudian menjelma tembok
    sangat tinggi dan menghalangi seluruh pandanganmu.
    kau harus selalu ingat, sebaik-baiknya jalan pulang
    ialah kepada dia yang tidak pernah menolak seluruh
    waktumu. dia, dirimu sendiri yang tiada bosan menjagamu
    saat patah hati dan tersekap kesendirian.

    Kamar Alegori, Juni 2020

    M.Z. Billal, lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Karyanya termakhtub dalam kumpulan puisi Bandara dan Laba-laba (2019, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali), Antologi Rantau Komunitas Negeri Poci (2020) Membaca Asap (2019), Antologi Cerpen Pasir Mencetak Jejak dan Biarlah Ombak Menghapusnya (2019).

    komunitas penulis riau penyair riau puisi populer
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleNgaduk Dodol
    Next Article Bibir-Bibir Yayah

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Puisi-Puisi Riki Utomo

    21 September 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202686 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202540 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202529 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.