Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Tradisi » Main Cutik Karet Gelang
    Tradisi

    Main Cutik Karet Gelang

    6 Januari 2020Tidak ada komentar2 Mins Read434 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Main Cutik Karet Gelang

    Main Cutik adalah permainan anak-anak jaman dulu yang menggunakan karet gelang sebagai alat permainan. Dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Biasanya dimainkan oleh anak perempuan, namun ada juga anak-anak lelaki yang memainkannya. Permainan ini cukup sederhana, gampang dan tak banyak aturannya. Pemain cukup menebarkan karet lalu mencutik (mencongkel dengan jari jempol) salah satu karet hingga melompat, menindih karet gelang yang lain.

    [iklan]

    Main Cutik akan lebih asik jika dimainkan di lantai yang rata. Para pemain duduk bersimpuh saling berhadapan atau melingkar. Lalu permainan dilakukan dengan urutan seperti berikut;

    1. Menentukan jumlah pasangan, yaitu jumlah karet gelang yang akan dimainkan. Pasangan bisa 1, 2, atau 3 buah karet gelang, atau sesuai kesepakatan para pemain.
    2. Setelah semua karet gelang, pasangan, dari masing-masing pemain terkumpul, maka dilakukan undian untuk menentukan urutan pemain yang akan jalan/main terlebih dahulu sampai ke urutan yang terakhir. Jika pemain lebih dari 2 orang dilakuan humpimpah, sampai pemain tinggal 2 orang dilakukan gamsit. Yang kalah akan jalan terakhir.
    3. Pemain pertama mulai bermain. Karet gelang pasangan dipegang dengan dua jari, jempol dan telunjuk, lalu disebar dengan cara dilambungkan (dilempar ke atas). Karet gelang pun berserakan di lantai.
    4. Pemain lalu memperhatikan posisi karet gelang yang tersebar. Ada yang menumpuk ada juga yang terpisah. Di antara karet-karet yang terpisah itu pemain berusaha untuk membuat garis dengan jari kelingkingnya, lalu mencutik salah satu karet hingga karet tersebut melompat menindih karet yang lain.
    5. Bila karet yang dicutik berhasil menindih karet lainnya, pemain bisa mengambil karet yang ditindih dengan cara: menekan karet yang digunakan untuk mencutik dan dengan hati-hati agar tak mengubah posisi karet yang lain. Karet itu syah menjadi milik pemain sebagai hasil kemenangannya. Pemain melanjutkan permainan (ulang tahap 4) sampai ia mampu mengambil (mencutik) karet sebanyak-banyaknya.
    6. Apabila dalam membuat garis dengan jari kelingking ternyata jari pemain menyentuh karet maka pemain tak boleh melajutkan permainan. Ganti pemain berikutnya. Begitu juga halnya apabila ketika mencutik ternyata karet yang dicutik hanya berhasil menyentuh atau tidak tepat menindih karet yang dituju, maka pemain tak bisa melanjutkan permainan. Ganti pemain berikutnya.

    Demikian, selamat mencoba permainan jadul ini. (6/01/2020)
    (AY)

    permainan anak-anak permainan tradisi permainan tradisional
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSang Maestro Seni Jaipong Telah Pergi
    Next Article Peluncuran Buku Obituari Puisi

    Postingan Terkait

    Tradisi Potong Jari, Papua

    17 Mei 2024

    Tradisi dan Riwayat Ketupat

    25 April 2024

    Perayaan Cap Go Meh

    7 Maret 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.