Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Kisah Daun Kamboja
    Puisi

    Kisah Daun Kamboja

    15 Mei 2022Tidak ada komentar3 Mins Read28 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Kisah Daun Kamboja
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Entahlah bagaimana tepatnya memindai pribadi yang satu ini. Guru yang Penyair, ataukah Penyair yang menjadi Guru. Sebab ketiga Puisinya sanggup mengungkapkan kesejatian dari pikiran sekaligus rasa dan makna yang terkandung di dalamnya.

    Ada bait mendayu-dayu bak pujangga kelana yang melanglang buana. Di sisi lain ada bait yang menyisakan jejak nasihat apa adanya sebagai wejangan dari seorang Guru yang sama sekali tak terkesan menggurui. Disamping itu dalam guritan puisi puisi Penyair Moh Jumadi, S.Pd, atau yang biasa dipanggil Mas Jumadi ini juga ada terduga lontaran pikir yang beraroma transenden ke arah spiritual yang cenderung pada tataran kesufian, dengan sedikit tambahan aroma pemberontakan pada kahanan kekinian.

    Ketiga Puisi /KISAH DAUN KAMBOJA/, /KARMA/, dan /SEMARAK SADRANAN/ bisa menjadi semacam perenungan yang menggabungkan semangat antara Kepenyairan, Ranah Pembelajaran, sekaligus Transenden Spritual.

    Apakah memang demikian? Selanjutnya seratus persen diserahkan pada rasa bahasa dan bahasa rasa pembaca sekalian. Selamat menikmati. (Redaksi)

    KISAH DAUN KAMBOJA

    Pastinya bukan cerita tentangmu
    Lembaran usang adalah ceritaku
    Kisah seribu zaman terlantar
    Bagai daun-daun kering

    Bait-baitnya masih ada dan tersimpan utuh
    Tentang daun kamboja yang terhempas
    Kering, kerontang, tinggal ampas
    Setiap lembarannya masih punya arti

    Iklas pasrah menerima
    Melayang tak tentu arah dan tujuan
    Jatuh terjerembab ke bumi
    Menumpuk, memupuk dan menyuburkan

    Purwodadi, 1 Maret 2022

    KARMA

    Jangan mengatakan atau menulis kata
    yang kamu tak tahu kesejatiannya
    atau gambar besarnya
    Apalagi hanya dituntun oleh kebencian membabi buta
    atau kecintaan berlebihan meraja
    yang tak pernah bisa dilacak akarnya
    hanya sebagai gumpalan emosi semata

    Kalau terpaksa bicara atau menulis narasi
    janganlah dengan menghakimi
    merendahkan insani
    apalagi menghina tradisi
    yang demikian hanya memuaskan napsu diri
    tak menghasilkan solusi
    kecuali kerusakan ditunggangi emosi

    Ingat pada saatnya nanti
    semua akan diadili
    dan dimintai pertanggungjawaban pribadi
    penyesalan tak ada guna lagi
    karena bubur sudah tidak bisa menjadi nasi
    tinggal meratapi karma nasib sendiri
    terkurung dalam sunyi, sepi dan mati

    Purwodadi, 30 Maret 2022

    SEMARAK SADRANAN

    Lagi ramai Sadranan!
    ada juga yang bilang Megengan.
    beda daerah beda istilah.
    intinya sama
    yakni bancakan dan mendoakan arwah Leluhur
    menjelang puasa.

    Ini Adat sakral Wong Jawa
    sudah berlangsung turun temurun
    para Milenia juga tidak ketinggalan
    tidak sedikit yang ikut meramaikan

    Adat Nyadran
    budaya Bangsanya sendiri
    kenapa perlu elergi?!
    secara nalar memang musti begitu.
    wong Jawa aja ilang Jawane!

    Walau ada segelintir orang yang agak gimana gimana
    kalo menyinggung Sadranan.
    ya sudah gak apa-apa!
    keyakinan manusia itu masing-masing
    dunia isinya beragam
    tidak seragam
    dimaklumi saja!

    Wong nyatanya beras beli sendiri
    bukan dia yang beliin
    abaikan!

    Sadranan bisa dimengerti sebagai tolak balak
    orang yang suka sedekah
    akan terjauhkan dari marabahaya
    ini rumusnya.
    pun Sadranan
    adalah ungkapan rasa syukur
    telah diberi umur panjang
    serta kesehatan.

    Utamanya ingat para Leluhur
    secara seksama mendoakan
    sehingga sejahtera di alam baka
    suwarga Langgeng!

    Yang belum Nyadran masih ada waktu
    bukan sebuah kewajiban
    tapi ini tentang kesadaran diri
    pilihan keyakinan
    penalaran
    tahu balas budi

    Permohonan kepada Gusti Allah Kang Amurba Jagat
    gotong royong dan usaha menegakkan jati diri
    agar tidak berkiblat pada budaya bangsa lain.

    Purwodadi, 1 April 2022

    Moh Jumadi, S.Pd, biasa dipanggil Mas Jumadi. Saat ini mengajar di SDN 2 Kuripan. Dia tinggal di Jetis Utara RT 10 RW 16 Purwodadi Grobogan Jawa Tengah. Prestasi yang pernah diraih adalah juara 1 lomba menulis puisi tingkat nasional yang diadakan oleh Komunitas Penyair Seluruh Indonesia (KOPSI) tahun 2019. Juara 1 lomba menulis puisi tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh penerbit Cahaya Pelangi Media (CPM) tahun 2020. Juara 2 penulis buku terbanyak se kabupaten Grobogan tahun 2020.

    Penulis Jawa Tengah Penyair Purwodadi puisi kehidupan
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleEntrainment
    Next Article Halal Bihalal & Raker Bersama Pimred mbludus.com

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 20267 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202661 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202630 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202613 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.