Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Ibu Memasak di Dapur
    Puisi

    Ibu Memasak di Dapur

    14 Maret 2022Tidak ada komentar3 Mins Read60 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Rudi Setiawan, begitulah tertulis nama di riwayat singkat Penyair yang tinggal di Depok.
    Puisi puisinya yang tayang kali ini, bercerita tentang potret keseharian apa saja yang dilakoninya atau pun perilaku orang lain yang berhasil dipuisikan.

    Puisinya menjadi semacam Prosa lirik, atau pun Puisi yang bercerita.
    Ada satu dua metafora yang memang bisa diduga sebagai penanda bahwa karya tulis ini memang puisi, misalnya pada kalimat
    /awan menangis/,
    /ia potong-potong impiannya/,
    /di kala itu awan sedikit menangis/.

    Entah apa yang disembunyikan di dalam diksi diksinya, meskipun beraroma yang amat jelas, tetapi tetap saja misteri di dalamnya masih penuh rahasia untuk bisa segera dibongkar, apa sejatinya arti dari aroma yang gamblang tersebut. Apakah memang begitu apa adanya, atau kah terselip makna tersembunyi di dalamnya?

    Tentu perlu dibaca berulang ulang setiap kata maupun kalimat pada bait bait Puisi guritan sang Penyair ini, serta dimakna hubungkan antara satu puisi dengan puisi berikutnya. Jangan jangan ketika membaca satu puisinya,  kata kunci jawab pemaknaannya berada di Puisi yang satunya lagi.

    Itulah Puisi, kadang perlu juga dibaca keras atau pun pelahan dan berulang ulang, baru mendapatkan tanda adanya pintu gerbang untuk masuk menguliti arti dari sebuah puisi. Baru tanda saja bukan makna yang sesungguhnya.

    Selamat menikmati arti puisi dan menuju pintu gerbang pemaknaan diksi dari setiap Puisi.

    Minum Es Kelapa

    aku memesan kelapa muda,
    yang warnanya hijau seperti kulit kelapa hijau
    di luar masih gerimis, awan menangis dengan manis
    pada bacok ke sekian
    kelapa terbelah, kepalaku tengadah:
    “pak, atapnya bocor.”
    ia malah tersenyum, lantas berkata:
    “setelah sekian lama, air dapat membelah terpal saya.
    berarti rezeki tukang terpal akan bertambah.”

    2022

    Ibu Memasak di Dapur

    ia potong-potong impiannya
    seperti memisahkan kangkung dari akarnya

    ia bukan lagi beras kencur
    melainkan sayur yang telah diberi garam,
    asam, asin, dan pedas

    “aku ingin jadi guru,” ucapnya dahulu
    hingga usia bak minyak jelantah
    ia hanya jadi ibuku

    2022

    Di Kala Itu

    kulihat perempuan boncengan dengan seorang pria yang bukan aku, tapi perempuan itu adalah kamu. di kala itu awan sedikit menangis. sopir angkutan umum berteriak-teriak, memanggil penumpang, tak mau kalah dengan suara perutnya. manusia perak, pengemis, dan pengamen naik truk dengan wajah lecek; seperti penghuni dompetku, seperti perasaanku.

    di kala itu kalian masih di sana. kau memeluknya dengan erat, menunggu lampu lalu lintas berkedip dua kali. dari arah lain metromini bergerak dibayang-bayangi maut. meninggalkan kepulan asap, membuat dadaku semakin sesak.

    2022

    Rudi Setiawan, tinggal di Depok. Tidak terlalu suka bercermin dan memakai celana jin. Bergiat di beberapa komunitas literasi. IG: rudi_setiawan36

    Diksi Keluarga Puisi Cinta Puisi Keseharian
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleMisteri di Balik Nama Brug Rambutan
    Next Article Membaca Kearifan Puisi-Puisi Wawan Hamzah Arfan

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 20263 Views

    Objek Wisata Djoyland Haurgeulis

    13 April 20265 Views

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 202634 Views

    Sensasi Wahana Banana Boat di Kuningan Jawa Barat

    12 April 202615 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (208)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (154)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.