Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Hujan Berkisah
    Puisi

    Hujan Berkisah

    6 Oktober 2019Updated:12 November 2019Tidak ada komentar3 Mins Read12 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi dapat diletakan pada kata merdeka, bebas, tidak takluk pada subordinasi politik, itulah yang melekat pada penyair dan kepenyairannya. Penyair tidak ragu-ragu jatuh pada kenikmatan akan kegelisahannya sendiri, mereka cenderung tidak ingin jatuh pada tangan ambisi intelektual yang seleranya rendah. Kiranya, itulah yang terlihat pada Faris Al Faisal, penyair asal Indramayu. Puisi-puisinya hingga sampai saat ini menyuarakan kegelisahan batinnya, kampung dan kehidupan masyarakat di sekitarnya atau dunia yang direkam oleh inderanya. Selamat membaca. (Redaksi)

    [iklan]

    Puisi-puisi Faris Al Faisal

    Hujan Berkisah 

    Ya, sudah saatnya kita mencari kehangatan
    —sweater, syal, dan secangkir susu jahe—
    Lalu berpeluk dalam selimut

    Di luar sana hujan sedang berkisah, sayang
    Cerita sedih hingga jatuh air matanya
    Menembus tirai pepohonan

    Tapi ini belum terlalu malam
    Tampaknya kesedihan masih terus menggenang
    Mengalir sampai ke seberang jalan
    Merangkak naik ke trotoar
    Membasuh roda hidup yang melintas

    Jendela terbuka dan menutup sendiri
    Seperti luka menganga dan berangsur sembuh
    Dingin merembes lewat udara yang diam
    Mengeras pada dinding-dinding berlumut es batu
    Mengerutkan kulit jemari yang makin keriput

    Kini kesepian melayap menderap
    Mengapung di sela-sela tubuh yang meringkuk
    Kulihat kau sudah dari  tadi mendengur
    Ah, daun-daun mataku mulai kuncup
    Selintas masih kudengar hujan menutup kisahnya
    Begitu hening. Begitu bening
    Tak ada suara. Tak ada rupa
    Kecuali lampu yang mulai padam
    Tenggelam ke dasar malam
    Indramayu, 2019

    Gagak Berkoak
    Hari-hari di hutan gemuruh
    Di sebuah semenanjung berpasir
    Hati berdesir disisir gelombang petang
    Suara gagak berkoak-koak
    Di antara kegelapan pepohonan
    Nyaris seluruhnya memangsa
    Serupa lahar membakar

    Dan sekarang aku berjalan di tempat
    Memandang ke arah kilang-kilang minyak
    Api menyala merah seperti puntung rokok
    Segalanya mematung membeku
    Langit mengurungku dan kampungku

    Seorang lelaki dengan jubah hitam
    Wajahnya jelas menampakkan ia tak takut
    Menempuhi jalan menuju ke rumah
    Akan bertemu dengan siapa?
    Akan bicara apa nanti?

    Namun, aku tahu sepertinya
    Malaikat maut yang turun
    Membawa seikat rambut yang digulung
    Itulah ruh manusia
    Dibawa serta untuk dikembalikan
    Berkumpul dalam sebuah tempat
    Memanggil dan menggigil
    Seperti aku juga
    Indramayu, 2019

    Melankolia  
    Jangan kautanya lagi aku kenapa
    Sudah mati inginku bersapa denganmu
    Walau itu hanya dalam mimpi

    Dan diamku di sini
    Biarlah menjadi isyarat luka
    Duka yang dalam
    Terkubur sebelum mati

    Jika kau ingin aku bahagia
    Pergi saja dan tak usah kembali
    Aku sedang terbungkus waktu

    Ringkuslah matahari itu
    Genggam hangatnya untuk kau simpan
    Dan rembulan itu
    Sisakan untukku semalam saja

    Aku ingin meneguk duri mawar
    Meremas tangkainya hingga berdarah
    Tetes demi tetes adalah kesakitan
    Sekarat dalam keheningan
    Bening air mata menjadi embun
    Kemudian jatuh rebah di tanah

    Aku akan tersenyum
    Karena mati di bawah cahaya bulan
    Indramayu, 2019

    Penyair Indramayu

    Faris Al Faisal lahir dan tinggal Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Forum Masyarakat Sastra Indramayu (FORMASI). Menulis fiksi dan non fiksi. Karya fiksinya adalah novella Bunga Narsis Mazaya Publishing House (2017), Antologi Puisi Bunga Kata Karyapedia Publisher (2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek Karyapedia Publisher (2017), Novelet Bingkai Perjalanan LovRinz Publishing (2018), dan Antologi Puisi Dari Lubuk Cimanuk Ke Muara Kerinduan Ke Laut Impian Rumah Pustaka (2018). Sedangkan karya non fiksinya yaitu Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017).

    puisi indonesia puisi narasi puisi penyair nasional
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleSemarak HUT 48 Tahun Teater Mandiri
    Next Article Gadis Dalam Cermin

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025

    Berbagi Rasa Proses Kreatif Menulis Buku

    18 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Zaman Apokaliptik

    4 Januari 202681 Views

    Kisah Seorang Polisi di Republik Mimpi

    21 Desember 202539 Views

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 202543 Views

    Perbandingan Film Animal Farm (1954) dan Animal Farm (1999): Kajian Adaptasi dan Alih Wahana

    18 Desember 202528 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (78)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (188)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.