Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Sains » Eksplorasi Tata Surya
    Sains

    Eksplorasi Tata Surya

    12 Oktober 2019Updated:12 November 2019Tidak ada komentar4 Mins Read22 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    tata surya
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Matahari dan Delapan Pengembara

    Tata Surya adalah Matahari beserta benda-benda angkasa di sekitarnya, termasuk kesembilan planet, lebih dari 60 buah satelit dan ribuan asteroid. Matahari sebenarnya adalah sebuah bintang, benda angkasa yang bercahaya, di Tata Surya. Gaya tarik (Gravitasi) matahari membuat planet-planet mengelilingi Matahari pada garis edar yang hampir berbentuk lingkaran elips. Ini disebut garis orbit. Kedelapan planet itu adalah Planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus Planet yang berarti pengembara itu, berputar pada porosnya. Ini disebut rotasi. Rotasi planet pada umumnya hampir tegak, kecuali Planet Uranus yang berputar dengan poros menyamping.

    Tata Surya Sangat Luas. Andai kamu bisa terbang dengan sebuah pesawat angkasa luar, berangkat dari Matahari, maka Bumi bisa dicapai dalam waktu 18 tahun. Selanjutnya, 66 tahun kemudian, kamu baru sampai di Jupiter. Pluto baru bisa dicapai 700 tahun kemudian.

    [iklan]

    Kita mengenal Matahari sebagai bintang, yaitu benda angkasa yang bercahaya. Sebagai bintang, Matahari termasuk bintang berukuran sedang. Ketahuilah, rata-rata bintang di luar Tata Surya, di galaksi lain, ukurannya 40 kali lipat Matahari, bahkan banyak pula yang jauh lebih besar. Cahaya Matahari membantu perkembangan tanaman di Bumi yang menyediakan makanan dan oksigen bagi kita. Matahari memberi kita hujan, angin dan udara hangat. Cahaya matahari berasal dari inti matahari. Setiap detik, 4 juta ton hidrogen berubah menjadi helium dan energi. Persediaan hidrogen di matahari sangat mencukupi untuk membuat matahari masih akan terus bersinar sampai 5 miliar tahun lagi.

    Bumi kita berada dalam gugusan Tata Surya yang pusatnya adalah Matahari. Tata Surya berada di dalam Galaksi Bima Sakti. Galaksi kita hanyalah satu di antara miliaran galaksi di alam semesta. Para ilmuwan sampai sekarang masih meneliti usia dan munculnya Alam Semesta. Mereka menduga usia Alam Semesta terbentuk oleh sebuah ledakan maha dahsyat yang sering disebut Big Bang (Ledakan Besar). Tak ada ilmuwan yang bisa menduga kenapa ledakan dahsyat itu. Mereka Cuma memperkirakan bahwa segalanya berawal dari Alam Semesta yang sangat panas dan sangat kecil, yang berputar sangat cepat. Perputaran itu mulai membentuk bola api yang besar. Bola api ini makin lama makin membesar, tapi makin mendingin. Bola api inilah yang meledak saat Big Bang itu. Hasil ledakannya membentuk miliaran bintang dan galaksi di Alam Semesta, termasuk di antaranya Tata Surya kita. Lahirnya Tata Surya dijelaskan oleh Teori Perkembangan.

    Ada beberapa Planet yang kita kenal seperti Planet Merkurius, Planet Panas Dingin. Merkurius adalah planet terdekat matahari. Sisi menghadap Matahari sangat panas. Namun Merkurius tidak mempunyai selimut udara yang mampu menyimpan panas, sehingga sisi yang tidak menghadap Matahari menjadi sangat dingin. Merkurius tidak mempunyai bulan. Kecepatan planet ini mengitari Matahari membuat planet ini dinamakan Merkurius, Dewa Pembawa Pesan Yunani.

    Venus, Cantik dan Cemerlang. Venus adalah nama Dewi Kecantikan Yunani. Planet Venus memang tampak paling cemerlang kalau dilihat dari bumi. Venus memiliki atmosfer yang menerapkan panas yang dikeluarkan matahari, ini membuat Venus menjadi planet terpanas di tata surya. Atmosfer Venus beracun karena itu tak bisa didalami. Seperti Merkurius, Venus pun tak memiliki bulan.

    Saturnus, indah Namun Lamban. Planet ini tampak paling indah karena cincinya. Saturnus memang planet terbesar kedua setelah Jupiter, namun seperti Jupiter, Saturnus juga merupakan planet gas. Gerak orbit Saturnus sangat lamban seperti orang tua, sehingga ia diberi nama ayah Dewa Jupiter, Saturnus. Planet ini mempunyai 18 bulan.

    Jupiter, Planet Raksasa Bergaris. Besarnya 1.400 kali Bumi, namun planet terbesar di Tata Surya ini tak mempunyai permukaan padat. Ini adalah planet gas. Nama Jupiter diambil dari nama Dewa Tertinggi Yunani yaitu Zeus yang oleh orang Romawi disebut Jupiter. Jupiter memiliki sekitar 39 bulan. Empat bulan terbesar Jupiter bernama Ganymede, Callisto, Io dan Europa.

    Neptunus, Planet Dingin Paling Berangin. Ini juga planet gas yang sangat dingin yang ditutupi oleh awan tebal. Angin di Neptunus terkencang di Tata Surya, kecepatanya 1.120 kilometer per jam. Neptunus diberi nama Dewa Laut Yunani, Neptunus, karena dugaan bahwa planet ini sebagian besar terdiri cairan. Neptunus memiliki 8 bulan.

    Uranus, sang planet miring. Kalau planet di tata surya berputar dengan poros yang tegak lurus, Uranus beda, ia mendatar, sehingga kalau sedang dijajar dengan planet lain, Uranus tampak miring sendiri. Planet gas yang memiliki 17 bulan ini diberi nama kakek dari Jupiter dalam mitologi Yunani.

    Semula orang yang menyangka hanya planet Saturnus saja yang bercincin. Cincin Planet Saturnus memang yang paling jelas dan indah. Cincin yang terdiri dari es, serpihan debu, batuan dan gas tersebut terdiri dari 100.000 lapisan, dengan lebar 136.200 kilometer. Sesungguhnya 3 planet lain yaitu Jupiter, Uranus dan Neptunus juga mempunyai cincin. (diambil dari berbagai sumber. NS)

    ilmu tata surya planet dunia tata surya
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleAlasan Eka Kurniawan Tolak Anugerah Kebudayaan
    Next Article Legenda Sangkuriang

    Postingan Terkait

    Perpanjang Masa Bonus Demografi Melalui Pemanfaatan Teknologi

    19 Januari 2025

    SAF Bahan Bakar Alternatif untuk Pesawat Udara

    20 April 2024

    Prospek Industri Ban Pesawat di Indonesia

    21 Desember 2023
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Burung dan Masjid—Dunia Alam dan Dunia Ibadah

    9 Desember 20252 Views

    Puisi yang Segar untuk Mesin-Mesin Lapar

    3 Desember 202514 Views

    Ketika Bahasa Tegal Hampir Padam, Sastra Tegalan Menyalakan Api

    2 Desember 202510 Views

    Jika Cinta Datang: Tunduk dan Menyerahlah

    1 Desember 202510 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (206)
    • Bisnis (7)
    • Buku (83)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (158)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (77)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (187)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (22)
    • Sosial Politik (29)
    • Sosialita (142)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.