Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Puisi » Di Sudut Paling Sunyi
    Puisi

    Di Sudut Paling Sunyi

    10 Januari 2021Updated:10 Januari 2021Tidak ada komentar2 Mins Read66 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Puisi menjadi jalan lain untuk menyampaikan sesuatu: kegelisahan batin tentang diri sendiri atau peristiwa di sekitar. Meskipun demikian, puisi tetap menyimpan gagasan atau hal-hal yang tersembunyi, setidaknya menghidupkan imaji pembaca dan mendorong untuk melakukan sesuatu setelah membacanya. Simaklah beberapa puisi ini.

    [iklan]

    Di Sudut Paling Sunyi

    kita tengah membicarakan masa depan cinta
    menghanyutkan hati di tengah arus waktu.
    memeluk ketidaktahuan yang mengepul begitu jauh.
    dan udara menyimpan seribu pertanyaan
    yang entah bagaimana cara menjawabnya

    sedang langit menjatuhkan mata-mata malaikat kecil
    yang hinggap di atap rumah para hamba yang sabar.
    daun-daun tengah merelakan tubuhnya
    jatuh  di atas batu-batu yang tak sedikitpun bersuara.
    di sepanjang sunyi, percakapan semakin menjadi,
    temaram tatap matamu mengundang kata-kata yang hendak sempurna.

    setiap cinta ingin menggambar dirinya
    melalui tubuh-tubuh mungil dan lugu.

    dan kita masih berdialog
    perihal cinta di sudut paling sunyi itu.
    memastikan pertanyaan mustahil segera terjawab.
    yang mungkin pertanyaan itu sudah menjawab,
    bahwa kita sudah saling mencintai, bercinta.

    Di Tubuhmu dan di Tubuhku

    di tubuhmu
    di tubuhku
    dan di tubuh kita
    malam semakin memanjang
    memajang derai hujan
    yang jatuh sebelum kota-kota benar sepi
    sebelum para petani malam
    mencangkul rindunya untuk esok pagi

    dan di tubuhku
    di tubuhmu juga
    sama-sama terpampang
    bahwa tubuh kita memang peka pada cuaca
    cuaca yang kerap kali berubah
    tanpa menulis surat pengantar
    dan ucapan selamat tinggal

    Selamat Datang untuk Luka-luka yang Tak Kunjung Sembuh

    daun-daun tela kering
    sebelum ia pernah merasakan
    bagaimana menjadi daun yang
    hijau dan merindangkan

    pohon-pohon yang tumbuh
    lalu mati sebelum ia memberikan
    tubuhnya untuk dijadikan rumah-rumah
    para hamba yang setia

    ranting-ranting telah jatuh
    sebelum ia merasakan
    bagaimana bahagianya menjadi dahan
    yang rela diemban bunga-bunga

    akar-akar sudah mati
    sebelum sempat mengucap kesetiaan
    kepada pohon yang menjulang itu

    bunga-bunga telah layu
    sebelum ia menikmati
    bagaimana menjadi kembang
    yang dicita-citakan oleh kumbang

    selamat datang untuk luka-luka
    yang tak kunjung sembuh

     

    Mustain Romli, mahasiswa Universitas Nurul Jadid. Jurusan  Manajemen Pendidikan Islam. Lahir di Probolinggo, November 2000. Beberapa tulisannya bisa ditemui di gubuktulis.com (resensi buku dan puisi), wartacakrawala.com (opini), kilometer40.com (opini), tajug.net (puisi). Bisa berkenalan lebih dekat lewat Instagram dengan nama @romly_21

    Puisi Cinta puisi indonesia puisi sastra
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticleKetapel
    Next Article Terompet Usang Tahun Baru

    Postingan Terkait

    Puisi-Puisi Alfiansyah Bayu Wardhana

    12 April 2026

    Puisi-Puisi En. Aang MZ

    21 Desember 2025

    Puisi-Puisi Amanda Amalia Putri

    30 November 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Menolak Pudar: Jejak Keindahan “Situ Lengkong Panjalu” Yang Tak Lekang Oleh Waktu

    18 April 202610 Views

    Pas Lebaran 2026, Reuni SDN Jajag Lor Kali, Juga Oke…

    18 April 202675 Views

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 202639 Views

    Muara Jambu Ciater Tempat Wisata dan Camping

    13 April 202615 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (79)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (189)
    • Sains (50)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (155)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (98)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.