Puisi

Balairung Rasa Di Gurun Pasir Busung

Jangan Lupa Di Rate Ya!
Tinggal Pilih Bintang Saja!

Memindai Puisi puisi besutan Penyair Nur Fitri Agustin serasa melayari perjalanan sinyal dari satu frekwensi ke frekwensi berikutnya, kadang kudu punya Kuota rasa dan logika yang sedikit berlebih, sebab ada jebakan multi makna di situ, atau bahkan malah salah sambung sehingga tak lagi konek dengan rasa dan makna yang tersembunyi di balik setiap bait puisi. Jika kuotanya hanya sedikit, dijamin tidak akan mencukupi, boleh jadi justru bisa menambah penasaran si Penikmat untuk terus menelusuri setiap misteri, meski dengan sedikit nekat dan berani memprediksi apa sich… maunya sang Penyair dengan puisi puisinya.

Asyiknya justru di multi maknalah misteri dari Puisi bisa terus digali meski pun sejatinya si Penyair sudah tidak lagi mempunyai kendali atas Puisi puisi yang terbang menuju layar daring atau pun di media cetak.

Seperti Pulsa begitu sudah berangkat menemui frekwensi, dia tidak pernah kembali, dan tidak pernah mengenal adanya mantan Pulsa. Makin didalami makin timbul pengertian dan pemahaman rasa dan logika yang baru. Selamat menjelajahi Puisi puisi Sang Penyair (redaksi).


Suwiran Rindu Untukmu

Tangan ini kian melepuh
Menahan suwiran rindu yang makin memanas
Dan, jenakanya aku tetap bertahan

Liurku kian berceceran
Kala penghidu menghirup aroma lezat suwiran
Dan, kocaknya aku menyesap liurku

Netraku kian membulat
Kala melihat tawanya yang memilin jiwa
Dan, lucunya aku tak bisa memutihkan kenangan hitamku padanya

Tahukah kawan?
Nyatanya rinduku terasa hambar
Tak seperti teriakan pohon kurma yang kian menjauh dari utusanNya

Cirebon, 26 Juni 2020

Serutan Angin Pembawa Legit Kehidupan

Angin, menapis rasa yang kian menggigilkan tubuh
Angin, mengayak rindu yang makin menjarah
Angin, merabuk hasrat yang tadinya melepuh
Angin, layaknya stempel yang menyegel cinta dengan pongah
Angin, mengedit gairah yang salah
Angin, mentadaburi gelisah yang alamiah
Sekiranya aku bisa meronce qadarku, makin giat ku menapis angin kehidupan
Agar rasanya tak tawar

Cirebon, 26 Juni 2020

Mengayak Nikmat dalam Lautan

Ku tiup panasnya minuman kehidupan
Kepul asapnya menerpa jiwaku
Membuatku makin teradat dengan alpa
Lupa akan tugasku
Ku hirup parfum angan
Wanginya merasuk hidung
Membuatku makin teristiadat dengan abai
Abai akan kewajiban
Ku julingkan mataku
Pada perawan yang melenggok
Membuatku makin pikun
Pikun dengan anak bini
Ku arsir ayatMu
Dalam kemunafikan akhlak
Menjadikanku lalai
Lalai pada khutbahku
Ku putihkan  nostalgia
Dalam kelam kenangan
Menjadikanku lazim lengah
Lengah bertatapan dalam hening sepertiga malam
Ku coba mengguyur jilatan lena
Teringat Sang Pencipta menundukkan lautan bagi manusia
Pun hati kian ganyar, tawar tanpaMu
           
Cirebon, 27 Juli 2020

Gemuruh Rindu

Hati berlumus noda dalam kelam
Seperti mengusung keranda kematian sang penista
PukauMu ku lupakan
Aku meraba sungkawa
Yang memilin jiwa makin liat
MahaMu ku abaikan
Sederet kerling kedustaan
Ku tangkap dalam kamera netra
Mahar syahadat ku lalaikan
Rindu, makin menggemuruh
Dalam senyap gelap
Menggegerkan hati nurani
Hijrah, ku citakan

Cirebon, 27 Juni 2020

Balairung Rasa Di Gurun Pasir Busung

Di Gurun Pasir Busung,
Dalam kisahku menuju anjungan jiwa
Menerawang dalam gempita
Merabuk renjana
Paseban beralas asmara
Kian hablur di Gurun Pasir Busung
Bagai aurora yang jenaka mengerling gurun
Senyuman manismu kala itu terpilin
Oleh ukiran pilu pada pilar
Bagai pohon yang berhenti berfotosintesis
Gelisah berpagut
Menyatu dalam Gurun Pasir Busung
Bertumbuh dalam bijak ruang rasa
Bersama membaca luka menjadi kisah romansa indah 

Cirebon 27 Juni 2020

 
Nur Fitri Agustin (Umi Fitri), merupakan anggota FLP Cirebon. Si bungsu dari lima bersaudara yang berprofesi sebagai guru TK, merupakan istri dari Kariri, serta ibu dari Jelita (kelahiran 2009) dan Fikri (kelahiran 2011).  Alhamdulillah sudah merilis beberapa buku antologi puisi dan pernah memenangkan lomba puisi di Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Selain itu juga menulis artikel tentang parenting, buku pengayaan (Tiga Serangkai). Penulis bisa dihubungi melalui FB: Nur Fitri Agustin dan WA: 081803873866 serta blog: www.nurfitriagustin.blogspot.com. Salam Edukasi Ramah Anak!

Leave a Comment