Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Mbludus.com
    • Beranda
    • Berita
    • Humaniora
      • Sosial Politik
      • Sosialita
      • Pendidikan
      • Tradisi
      • Lingkungan
    • Sains
    • Sastra
      • Cerbung
      • Cerpen
      • Dongeng
      • Drama
      • Kritik Sastra
      • Puisi
    • Kreasi
      • Bisnis
      • Musik
      • Sinematografi
    • Merchandise
      • Buku
      • Baju
      • Kerajinan Tangan
    • Lainnya
      • Profil Redaksi
      • Penerimaan Naskah Mbludus.com
    Mbludus.com
    You are at:Home » Buku » “Wabah Gila” Jujur Pranoto dan Andrean Putra
    Buku

    “Wabah Gila” Jujur Pranoto dan Andrean Putra

    13 Juni 2022Tidak ada komentar5 Mins Read219 Views
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Wabah Gila
    Share
    Facebook Twitter Telegram WhatsApp

    Sastra merupakan suatu tempat dimana penulis mengekspresikan apa yang ada di pikiran mereka dan menuliskan peristiwa apa saja yang sedang terjadi di sekitar mereka dengan penulisan yang lebih apik, indah, dan rapi. Lingkungan penulis biasa dan tak henti-hentinya menjadi objek yang menarik untuk dijelajah. Maka tidak heran bahwasannya beberapa penulis membuat karangan cerita berdasarkan apa yang ada di sekitar mereka, hal-hal apa yang terjadi di sekitar mereka, dan bisa juga berdasarkan pengalaman yang sudah penulis lewati. Seperti di masa sekarang yaitu wabah. Sebuah virus menular mematikan yang biasa terjadi antar makhluk hidup khususnya antar manusia.

    Kumpulan dua cerpen karya Jujur Pranoto dan Andrean Putra sama-sama membicarakan perihal “Wabah”. Jika kita membaca, kita akan mengetahui bahwa wabah yang ada di cerpen ini berbeda namun juga sama mengerikannya dengan wabah lainnya. Mungkin wabah yang biasa kita baca atau dengarkan adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh virus. Namun dalam Cerpen Jujur ini, wabah yang dimaksud adalah penularan penyakit kejiwaan yang diakibatkan oleh hawa dan nafsu. Terlebih tokoh yang ada tak ragu untuk mengikuti apapun untuk memenuhi ego dan nafsunya masing-masing. Cerpen yang terdapat dalam buku ini pernah dipublikasikan di tahun 2002 dan tahun 2015. Yang akhirnya dijadikan satu menjadi Cerpen Jujur: Wabah. Buku kumpulan cerpen wabah ini terdiri dari 36 halaman dan saya menemukan buku ini di platform aplikasi Ipusnas.

    Dalam cerpen Wabah karya Jujur Pranoto, kita akan disuguhi suasana duka yang mendalam dari korban wabah penyakit. Kedatangan pemuda sinting membuat keadaan duka itu seketika hilang, terlebih saat Satiman si pemuda sinting itu memperlihatkan kemenangannya dalam kegiatan judi dengan nomor yang dihasilkan dari tanggal kematian pemuda yang terkena wabah tersebut. Mulai dari saat itu semua warga desa tersebut mengikuti apa yang dilakukan oleh Satiman untuk mendapatkan uang. Sedangkan dalam Wabah karya Andrean Putra wabah yang dimaksud adalah meninggalnya manusia-manusia yang memiliki hati suci dan semakin gilanya manusia-manusia pendosa setelah tau bahwa hari akhir sudah semakin dekat.

    Seperti pada cerpen Wabah karya Jujur Pranoto pada saat tokoh Satiman mendapatkan keberuntungan atas penderitaan seseorang, semua warga langsung mengikuti Satiman si pria gila tersebut yang dulunya mereka tidak pedulikan keberadaanya. Hasilnya nihil mereka justru saling membunuh, bahkan membunuh keluarga mereka juga tidak apa. Seperti pada kutipan:

    Setelah jatuhkan korban ketiga puluh sembilan, para ayah meracuni istri dan anak-anaknya. Para istri meracuni suami-suami mereka. Para anak meracuni orang tua. Hingga dalam tempo tak terlalu lama, seluruh penduduk desa mati semua.

    Jahatnya, mereka yang kaya raya di kota menggunakan tanggal kematian warga terakhir untuk dijadikan nomor undian kegiatan judi. Tanggal tersebut menjadi tebakan yang tepat dan semua pendiri kegiatan judi bangkrut seketika. Dapat dipastikan kegiatan ini akan terus berlanjut hingga satu negara mati warganya.

    Hal-hal di atas banyak kita jumpai di sekitar kita. Mereka yang masih bisa bekerja enggan untuk berusaha mencari pekerjaan. Padahal keluarga mereka kelaparan, hidup mereka tidak terpenuhi dengan baik. Akhirnya pada saat ada satu orang dapat menghasilkan uang dengan amat sangat mudah meskipun dari hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT mereka tetap melakukannya demi kehidupan duniawi mereka. Manusia hanya ingin mendapatkan sesuatu yang instan tidak peduli cara yang mereka tempuh halal atau tidak. Manusia hanya mementingkan hawa nafsu mereka saja.

    Lalu dari cerpen Wabah karya Andrean Putra menceritakan bagaimana seorang bernama sujud memberikan informasi mematikan dimana siapapun yang membaca apa yang dia katakan pasti akan gila, bahkan mati seketika. Isinya tak lain yaitu berkaitan dengan hari penyiksaan yang akan dilakukan Jumat mendatang bagi para pendosa, dan mereka yang mendengarkan sujud namun meninggal dapat dipastikan mereka adalah hamba yang taat sedangkan mereka yang berdosa akan menjadi gila. Seperti yang ada pada kutipan:

    “Saudara sekalian, dengarkan! Dengarkan! Jum’at depan semua pendosa akan mati tersiksa, dan beberapa waktu selanjutnya waktu akan berhenti dan akhir zaman telah menghampiri. Orang-orang baik yang mendengar kalimat ini akan mati dan pendosa akan menjadi gila, kecuali saya.”

    Dua cerpen ini sangatlah bisa dipetik maknanya. Bahwasannya hidup di dunia tidaklah abadi, manusia yang memiliki akal sehat akan hidup bahagia sedangkan manusia dengan akal dengan isi duniawi akan menderita selamanya. Semua orang sama di mata Allah SWT, mereka memiliki hawa dan nafsu yang bisa kapan saja menghancurkan mereka dengan sangat mudahnya, yang bisa membawa mereka menuju keburukan yang jika dilakukan maka  Allah SWT akan sangat membencinya. Tanpa pembaca sadari hal seperti ini sebenarnya sudah biasa terjadi di sekitar kita, bahkan bisa terjadi di diri pembaca itu sendiri. Manusia yang masih ingin hidup di dunia ini enggan untuk mendengarkan hal-hal berkaitan dengan kematian, enggan mendengar hal-hal yang berkaitan dengan akhir zaman. Manusia hanya mendengarkan apa yang membuat mereka bahagia, apa yang menurut mereka bermanfaat demi kehidupan mereka di dunia ini.

    Cerpen dengan 36 halaman ini termasuk memiliki kalimat-kalimat ringan jika pembaca memfokuskan diri ke dalam cerpen-cerpen yang sedang dibaca. Namun dalam pemerolehan makna, mungkin akan sulit jika disimpulkan dalam sekali membaca. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kumpulan cerpen yang berjudul Cerpen Jujur: Wabah ini. Sangat realistis dan sesuai dengan kehidupan saat ini. Meskipun hanya terdiri dari dua karya cerpen, buku ini sangat baik dan bermutu karena karya yang baik salah satunya merupakan karya yang membuat pembaca mendapatkan pembelajaran yang bernilai setelah membaca karya tersebut.

    Geta Amelia, adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

    buku cerpen cerpen sastra Tulisanmahasiswa
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
    Previous ArticlePerjalanan Panjang 12 Tahun Dapoer Sastra Tjisaoek
    Next Article Keladi dan Alokasia; Mirip namun Berbeda

    Postingan Terkait

    Harga Sebuah Kicauan: Sebuah Narasi Narsisme Antroposentris

    18 April 2026

    Idealisme, Sastra, dan Rasa dalam Perjalanan Cinta Penyair Kampus

    7 April 2026

    Buku Sang Nabi

    9 Februari 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Postingan Terbaru

    Puisi-Puisi Wyaz Ibn Sinentang

    10 Mei 202621 Views

    Dari Desa Gandoang untuk Dunia: Menjaga Makna Budaya dalam Tradisi Ngasa

    9 Mei 20266 Views

    Menikmati Panjat Tebing Puisi Penyair Darmanto Jatman “Memandang Padang Alang-Alang Pada Suatu Malam”

    9 Mei 202650 Views

    Wisata Dataran Tinggi Dieng Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan

    5 Mei 20267 Views
    Kategori
    • Berita Terkini (209)
    • Bisnis (7)
    • Buku (85)
    • Cerbung (19)
    • Cerpen (159)
    • Dongeng (90)
    • Drama (28)
    • film (1)
    • Kritik Sastra (80)
    • Lingkungan (52)
    • Musik (18)
    • Pendidikan (66)
    • Profil Redaksi (16)
    • Puisi (190)
    • Sains (51)
    • Sinematografi (23)
    • Sosial Politik (30)
    • Sosialita (166)
    • Tak Berkategori (42)
    • Tradisi (99)
    Advertisement
    Follow Kami
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube

    Bermis Serpong ASRI Blok B7/19 RT/RW 02/04, Cisauk - Tangerang

    Untuk Pengajuan Iklan dan Kerja Sama Hubungi:

    Email : redaksi@mbludus.com / dapoertjisaoek@gmail.com
    Kontak: -

    Facebook Instagram YouTube
    Syarat dan Ketentuan
    Definisi

    Ketentuan Layanan

    Ketentuan Konten

    Penggunaan dan Hak Cipta

    Undang-Undang ITE

    Tim Redaksi

    Penerimaan Naskah
    Flag Counter
    Flag Counter

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Ad Blocker Enabled!
    Ad Blocker Enabled!
    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.